MOJOK.CO, SUKOHARJO — Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, bagai Puskestan dan para petani Sukoharjo, bukan sebatas seremonial belaka. Lebih dari itu, merupakan simbol dan harapan besar bagaimana para petani seharusnya “merdeka”.
Didukung oleh Kesehatan Tanah dan Tanaman (Puskestan), kalangan petani di Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.
Bagi Puskestan, semangat kemerdekaan memang sudah semestinya turut hadir di sektor pertanian. Sebab, kemerdekaan bagi petani bukan sekadar memperingati terbebasnya Indonesia dari penjajahan, tetapi juga menjadi momentum untuk terus berjuang meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Menjaga semangat petani di Sukoharjo dalam mengembangkan pertanian
Tidak hanya upacara 17 Agustus, Puskestan menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh para petani—dalam hal ini petani Sukoharjo. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya untuk menjaga semangat petani agar tidak berhenti berjuang dalam mengembangkan pertanian.
Puskestan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai salah satu fondasi utama pertanian. Tanah yang sehat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan hasil panen sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
“Kami berharap dukungan Puskestan dalam kegiatan ini bisa membuat petani terus semangat. Semangat kemerdekaan itu juga harus diwujudkan dalam bertani, khususnya dalam menyehatkan tanah, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” beber perwakilan Puskestan dalam keterangan tertulis.

Perjuangan petani masih panjang
Peringatan Hari Kemerdekaan di tahun 2026 ini pun, bagi Puskestan, menjadi pengingat bahwa perjuangan petani masih panjang. Setelah perjuangan merebut kemerdekaan, tantangan berikutnya adalah memastikan petani dapat hidup lebih sejahtera melalui pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui momentum tersebut, Puskestan berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh di kalangan petani, bukan hanya dalam bentuk seremoni, tetapi juga dalam bentuk keberanian untuk memperbaiki tanah, meningkatkan produktivitas, dan membangun masa depan pertanian yang lebih baik.
Dalam perjuangan panjang tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menegaskan betapa penting nilai kolektivitas dan solidaritas antar-sesama petani.
Dan memang begitulah yang tercermin dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut: acara berlangsung dari inisiatif bersama kelembagaan petani yang terdiri atas Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), petani milenial, HPDKI, serta berbagai kelembagaan petani lainnya.
“Anggaran pelaksanaan kegiatan semua dilaksanakan secara swadaya, mandiri dari para petani dan dukungan dari teman-teman yang mempunyai kepedulian terhadap kegiatan pertanian,” jelas Bagas.
“Semua yang bertugas (dalam acara) mulai dari panitia hingga petugas upacara adalah petani. Pemerintah sebagai fasilitator dan pendamping. Tujuannya untuk meningkatkan solidaritas para petani Kabupaten Sukoharjo dan membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang bisa memberikan semangat yg lebih baik untuk membangun pertanian kedepan,” tegasnya.***(Adv)
BACA JUGA: Arti Sukses di Mata Pak Karjin, Petani Cabai Rawit dengan Lahan 1 Hektare: Cuan Puluhan Juta, Modalnya Bikin Jantung Copot atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan