Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Pencemaran Sungai di Jogja, Mayoritas Berasal dari Tinja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Oktober 2022
A A
pencemaran sungai di jogja mojok.co

Ilustrasi pencemaran sungai. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indeks Kualitas Air (IKA) sungai-sungai di Jogja terus mengalami degradasi. Kemerosotan indeks kualitas air ini mengindikasikan bahwa sungai-sungai di Jogja makin tercemar.

IKA sendiri merupakan indikator yang ditentukan untuk menilai tingkatan kualitas air dari suatu perairan. Pengujiannya didasarkan pada sembilan parameter, yang mencakup kandungan oksigen (DO), kebutuhan oksigen per liter (BOD), kandungan nitrat, total fosfat, suhu air, tingkat kekeruhan (turbidity), materi padat (total solids), keasaman (pH), dan kandungan bakteri Fecal Coliform.

Iklan

Tahun 2019, IKA sungai-sungai di Jogja tercatat masih di angka yang wajar, yakni 41. Namun, tahun 2022, indeks ini mengalami penurunan ke angka 38,4.

Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Sutomo, menyebut bahwa sebagian besar sungai di Jogja tercemar oleh sampah domestik. Dari pengujian di 19 titik di empat sungai, yaitu Winongo, Code, Manunggal, dan Gajahwong, semuanya masuk kategori “tercemar berat” oleh sampah-sampah rumah tangga.

“Secara visual tampak agak keruh. Ini sekaligus menunjukkan bahwa beban polutan yang masuk ke dalamnya terlalu banyak,” ujarnya kepada Mojok.

“Itu baru secara fisik saja. Secara kandungan, sungai-sungai ini sudah masuk kategori tercemar berat,” sambungnya.

Lantas, Sutomo memaparkan, dari empat sungai yang diuji, Sungai Manunggal memiliki tingkat pencemaran paling tinggi. Di sungai ini, ditemukan kadar nitrat tinggi yang melebihi baku mutu. Ini sekaligus mengindikasikan bahwa pencemaran bersifat antropogenik atau akibat aktivitas manusia.

Selain itu, terdapat juga parameter fosfat yang berasal dari limbah domestik, seperti buangan air tinja, sisa-sisa makanan, pupuk, dan penggunaan deterjen sintetis.

“Ini menunjukkan bahwa pencemaran paling banyak disebabkan karena intensitas pembuangan limbah domestik lebih banyak di sungai ini,” paparnya.

Temuan serupa juga terlihat di Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong. Paparan bakteri Coliform dan Fecal Coliform yang sangat tinggi—hingga melebihi baku mutu, disebut-sebut berasal dari banyaknya tinja manusia dan hewan ternak yang masuk ke sungai.

Sutomo pun khawatir, bahwa penurunan mutu air sungai tersebut akan berdampak pada kelangsungan hidup biota sungai, serta kegiatan manusia yang tergantung dengan sungai, seperti perikanan.

“Ada potensi air sungai dan air tanah di sekitar sungai saling infiltrasi. Bisa jadi, air sungai itu merembes ke air tanah warga. Jika bakteri E. coli-nya tinggi, akan berdampak ke kesehatan,” imbuhnya.

Berdasarkan temuan ini, Sutomo pun mengajak kepada seluruh masyarakat dan stakeholder yang terkait untuk fokus mengendalikan pencemaran di sungai. Mengingat ada banyak warga dan aktivitas manusia di Jogja yang bergantung dengan sungai.

“Harapannya kita semua bisa fokus ke pengendalian limbah domestik, agar beban sungai ke depannya akan lebih ringan,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kasus Tanah Desa Jadi Perumahan, Pemda DIY Telusuri Aliran Dana Sewa 

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2022 oleh

Tags: pencemaran sungaisungaisungai di jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Sungai Code

8 Bangunan di Sempadan Sungai Code Dibongkar Paksa, Warga Sebut Kejahatan Luar Biasa

28 September 2022
perahu sungai mojok.co

Indonesia Punya 5.900 DAS, Angkutan Sungai Potensial Dikembangkan

9 September 2022
Sungai Progo, Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir MOJOK.CO

Tragedi Sungai Sempor Tak Perlu Terjadi Jika Manusia Tidak Meremehkan Alam dan Menantang Takdir

19 Agustus 2021
Foto uji coba saat makan di bawah bendungan. Foto Dok. Alan

Kaliku: Ngopi Asyik di Pinggir Kali 

17 Maret 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.