ADVERTISEMENT

Meksiko Bakal Bentuk Konsulat Kehormatan yang Bermarkas di Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta berencana bikin Konsulat Kehormatan Meksiko di Ambarrukmo. MOJOK.CO

Meksiko ingin membentuk Konsulat Kehormatan di Yogyakarta agar masyarakat mengenal negeri Pusar Bulan itu lebih dekat.

***

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan bersama Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap adanya program kerja sama yang mengedukasi masyarakat tentang negara Meksiko.

Menurutnya, kesempatan untuk saling mengenal sejarah, budaya, dan pendidikan masing-masing menjadi landasan penting dalam membangun dialog dan persahabatan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, sejumlah kegiatan pun digodok. Salah satunya dengan membentuk Konsulat Kehormatan di Yogyakarta.

Sri Sultan berujar hubungan pemerintah daerah dengan Meksiko seharusnya tidak berhenti pada komunikasi formal antarpemerintah, tetapi berlanjut pada kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Misalnya, melalui penjajakan kelembagaan seperti konsulat. Melalui upaya tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengenal Meksiko lebih dekat, sehingga membuka ruang dialog bersama.

“Itu sebagai landasan untuk membangun dialog lebih jauh antarpublik. Saya kira dengan pola pendekatan seperti itu, yang akan terbangun persahabatan, komunikasi yang paling baik,” ujar Sri Sultan dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Jumat (23/10/2026).

Upaya mengenalkan Meksiko lebih dekat

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Abdul Ghofar Ismail menjelaskan jarak geografis menjadi salah satu tantangan dalam membangun kedekatan antara DIY dan Meksiko. 

Karena itu, diperlukan upaya agar masyarakat dapat mengenal Meksiko lebih dekat. Salah satunya melalui rencana pembentukan Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta.

ADVERTISEMENT
Sri Sultan diskusi dengan duta besar Meksiko untuk Indonesia. MOJOK.CO
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang berdiskusi dengan Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Francisco de la Torre Galindo. (sumber: Humas Pemda DIY)

“Meksiko ini negara yang letaknya jauh sekali secara geografis. Usaha kita, tantangan kita ke depan adalah untuk mendekatkan jarak yang jauh ini, bisa terasa lebih dekat,” jelas Ghofar yang mendampingi Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Jumat (23/10/2026).

Fasilitas Pendidikan di Konsulat Kehormatan Meksiko

Ghofar menjelaskan Konsulat Kehormatan Meksiko nantinya akan menjadi pusat informasi soal Meksiko, mulai dari koleksi buku, video, film, dan majalah. Pusat informasi ini rencananya akan dibuka di salah satu ruangan Royal Ambarrukmo.

Masyarakat juga direncanakan dapat mengikuti pengenalan bahasa Spanyol untuk menambah pengetahuan tentang negara tersebut.

“Dengan demikian, nanti mungkin akan diikuti juga dengan pertukaran mahasiswa, pertukaran pelajar. Orang Meksiko datang ke sini untuk belajar dan orang Indonesia juga bisa datang ke Meksiko,” ujar Ghofar.

Saat ini, pembentukan konsulat kehormatan tersebut masih dalam proses administratif di Kementerian Luar Negeri Meksiko. Setelah proses tersebut selesai, pusat informasi ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal Meksiko.

Kerjasama Seni dan budaya di Konsulat Kehormatan Meksiko

Selain melalui pusat informasi, kedekatan kedua pihak juga akan dijajaki melalui kerja sama di bidang pendidikan dan seni budaya. Ghofar mengungkapkan, salah satu gagasan yang direncanakan ialah penyelenggaraan konser bersama (joint concert) dengan menghadirkan seniman Meksiko untuk tampil di Yogyakarta.

Duta besar Meksiko untuk Indonesia. MOJOK.CO
DIY dan Meksiko berencana membuat Konsulat Kehormatan. (sumber: Humas Pemda DIY)

“Kerja sama ke depan yang paling potensial adalah dalam bidang pendidikan dan seni budaya. Ke depan nanti telah dirancang suatu kegiatan bersama, misalnya joint concert. Ada artis dari Meksiko yang didatangkan ke Jogja untuk tampil di sini,” kata Ghofar.

Seniman yang berpotensi dihadirkan antara lain pianis, pemain selo, dan pemain biola. Melalui pertunjukan tersebut, masyarakat DIY diharapkan dapat mengenal lebih dekat seni dan kebudayaan Meksiko.

Jogja berperan penting dalam pembangunan Konsulat Kehormatan Meksiko

Menanggapi rencana di atas, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Francisco de la Torre Galindo menilai Yogyakarta memang punya peran penting dalam memperlihatkan keberagaman Indonesia, mulai dari budaya dan agama hingga seni.

“Ketika orang Meksiko bertanya kepada saya, tempat mana yang harus saya rekomendasikan untuk dikunjungi guna memahami Indonesia, saya berpikir tentang Jogja. Jogja menunjukkan keberagaman, budaya, agama, dan keunikan dari suatu wilayah yang istimewa,” tutur Francisco.

Oleh karena itu, kunjungan resminya bersama Sri Sultan sudah sepatutnya ditindaklanjuti dengan kerja sama nyata. 

Ia berharap hubungan Meksiko dengan Indonesia, khususnya Yogyakarta, dapat dikembangkan melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi dan komunitas bisnis. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang penciptaan lapangan kerja serta berbagai kegiatan bersama.

Francisco juga menceritakan kedekatannya dengan Indonesia. Ia pernah mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri pada 2009. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya kembali ke Indonesia sebagai duta besar.

Ia pun menyatakan komitmennya untuk terus mempererat hubungan Meksiko dan Indonesia, khususnya dengan Yogyakarta. Menurutnya, masyarakat merupakan aset penting bagi Indonesia, sementara hubungan antarmanusia menjadi salah satu modal untuk memperkuat persahabatan kedua pihak. 

Sumber: Humas Pemda DIY

BACA JUGA: Jogja Dukung Suriname Siarkan Konten Budaya Jawa lewat Radio dan Televisi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.