Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Masih Soal Sengketa Sriwedari, Ahli Waris Persilakan Pemkot Solo Ganti Rugi

Novita Rahmawati oleh Novita Rahmawati
8 November 2022
A A
sengketa sriwedari mojok.co

Ilustrasi lahan Sriwedari yang masih menjadi sengketa sejak tahun 1970. (Novita R/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana menyusun langkah hukum baru soal sengketa Sriwedari. Terkait hal ini kuasa hukum Ahli Waris Wiryodiningrat, Anwar Rahman merasa bahwa semua langkah hukum untuk mempertahankan Sriwedari sudah tertutup rapat.

“Tenang saja, semua upaya hukum sudah selesai, tertutup. Makanya kita taati hukum di Indonesia ini, hukum jangan diacak-acak,” katanya saat dihubungi, Senin (7/11/2022).

Iklan

Sebagai informasi, Pemkot Solo dan Ahli Waris Wiryodiningrat telah bersengketa memperebutkan lahan Sriwedari sejak tahun 1970. Lahan ini sangat strategis karena berada di jantung kota Solo, yakni di Jalan Slamet Riyadi.

Menurut Anwar, jika lahan tersebut dieksekusi, tidak bisa dibagi untuk seluruh ahli waris. Sebab saat ini jumlah ahli waris Wiryodiningrat mencapai lebih dari 3.000 orang. ”Mau dibagi satu meteran kayak buat kuburan? Kan nggak mungkin. Jadi lebih baik putusan pengadilan kita taati, baru kasih ganti rugi. Selesai,” ucapnya.

Apalagi tanah tersebut tidak mungkin dibagi pada seluruh ahli waris. Sehingga menurutnya akan lebih baik jika diganti rugi dengan harga yang wajar.

“Ya diganti dengan harga yang wajar, hanya itu saja. Ngikuti asas keadilan kewajaran sesuai dengan undang-undang yang ada,” katanya.

Namun jika ada langkah hukum baru, menurut Anwar justru akan menambah atau menciptakan masalah baru.

“Kalau ada langkah hukum baru justru jadi masalah baru, melanggar hukum itu. Pasti sudah masuk obstruction of justice, menghalangi proses hukum yang sudah ada. Perbuatan pidana itu,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming bersikukuh akan menempuh langkah hukum baru untuk permasalahan sengketa Sriwedari. Terkait adanya ganti rugi, Gibran menutup kemungkinan tersebut.

”Ganti rugi apa, wis ditunggu wae [langkah hukumnya],” katanya.

Sementara itu, diketahui pada Minggu (6/11/2022), Pemkot Solo mulai membersihkan lahan Sriwedari. Pembersihan ini dilakukan setelah lahan tersebut ditutup sejak tahun 2017 karena sengketa.

Bersih-bersih lahan Sriwedari dilakukan oleh Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompimda) dan segenap elemen masyarakat kota Solo. Terkait bersih-bersih ini, Gibran mengatakan bahwa hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Solo untuk merawat lahan Sriwedari. Kegiatan ini juga melibatkan warga masyarakat.

”Kami ingin menunjukkan ke warga bahwa kami serius untuk mendampingi proses yang ada di sini. Kita menunjukkan bahwa ini [Sriwedari] adalah milik kita. Dan sekarang proses [hukum] berjalan,” ucap Gibran.

Reporter: Novita Rahmawati
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Serius Tata Taman Sriwedari, Pemkot Solo Bersihkan Lahan

Terakhir diperbarui pada 8 November 2022 oleh

Tags: Gibran Rakabumingpemkot solosengketa sriwedarisriwedaritaman sriwedari
Novita Rahmawati

Novita Rahmawati

Kontributor Solo

Artikel Terkait

Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Kabar

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
Bukan Janji, Tapi Jalan : 100 Hari Pertama Masa Kepemimpinaan Wali Kota Solo
Video

PutCast Live on Stage Spesial 100 Hari Pertama Masa Kepemimpinan Pasangan Wali Kota Solo Respati Ardi dan Astrid Widayani

13 Juni 2025
Gibran Bilang Solo Sudah Diguyur Proyek Sebelum Dia Memimpin, Benarkah? MOJOK.CO
Kabar

Gibran Bilang Solo Sudah Diguyur Proyek Sebelum Dia Memimpin, Benarkah?

23 Desember 2023
Ilustrasi asam sulfat tumpah di jalan tol (Photo by novita ramadhani on Unsplash)
Kabar

Mengenang Tragedi Asam Sulfat Tumpah di Jalan Tol yang Merenggut Nyawa Seorang Remaja

11 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.