Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Klarifikasi Cak Nun, Mengaku Kesambet Sebut Jokowi Firaun

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 Januari 2023
A A
cak nun mojok.co

Ilustrasi Cak Nun (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Budayawan Emha Ainun Nadjib, atau akrab disapa Cak Nun, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang baru-baru ini ramai dikritik warganet. Dalam klarifikasinya, ia meminta maaf dan mengaku sedang “kesambet” saat menyebut Presiden Joko Widodo sebagai Firaun.

Klarifikasi tersebut ia sampaikan secara terbuka dalam video berjudul “Mbah Nun Kesambet” yang tayang di kanal Youtube Caknun.com, Selasa (17/1/2023).

Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik itu, Cak Nun mengaku dievaluasi habis-habisan oleh pihak keluarga. Terutama oleh anaknya, Sabrang.

“Saya tuh barusan disidang sama keluarga, dihajar. Pokoke disalahke, digoblok-gobloke, disesat-sesatke [disalahkan, dibodoh-bodohkan, disesat-sesatkan],” ungkap Cak Nun, dikutip Rabu (18/1/2023).

“Kenapa digoblok-goblokkan, karena saya mengucapkan apa yang seharusnya tidak saya ucapakan,” lanjutnya.

Cak Nun juga mengakui, bahwa pernyataan “Jokowi sebagai Firaun” ini merupakan sesuatu yang tidak bijaksana.

Sebagaimana diakuinya, selama ini ia selalu mengajarkan Maiyah, bahwa ucapan itu harus baik dan efeknya harus diperhitungkan. Namun, melalui pernyataan itu, malah ia sendiri yang tidak menjalankannya.

“Kan saya mengajarkan jangan ngomong siapa [yang melakukan], tapi apa [yang dilakukan], dan itu saya sendiri melanggar. Jadi saya akhirnya minta maaf sama keluarga, termasuk Sabrang ini,” kata Cak Nun dihadapan sang anak.

Alasan Cak Nun minta maaf, seperti diakuinya, adalah karena ia sadar telah melakukan tindakan keliru. Menurutnya, apa yang selama ini ia ajarkan kepada orang banyak, justru malah tidak ia lakukan.

“Saya punya anak-anak dan keluarga yang mencintai saya, sehingga mengontrol saya dan saya pertama-tama mohon ampun kepada Allah SWT,” tegasnya.

Seperti diketahui, nama Cak Nun sempat menjadi trending topic di Twitter setelah beredar sebuah potongan video ceramahnya yang menyinggung Presiden Jokowi. Dalam video singkat tersebut, ia menyebut Jokowi sebagai Firaun dan Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan sebagai Haman.

“Hasil pemilu mencerminkan tingkat kedewasaan dan tidak rakyatnya. Bahkan juga algoritma pemilu 2024. Kan, enggak mungkin menang, karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga, terus Haman yang namanya Luhut,” ungkap Cak Nun dalam potongan video itu.

Lebih lanjut, dalam video itu Cak Nun juga menyinggung soal Pemilu 2024. Ia menilai seluruh sistem dan instrumen politik di Indonesia sudah dipegang oleh Firaun, Haman dan Qorun.

“Negara kita sesempurna dicekel [dipegang] oleh Firaun, Haman, dan Qorun. Itu seluruh sistemnya, seluruh perangkatnya, semua alat-alat politiknya sudah dipegang mereka semua. Dari uangnya, sistemnya, sampai otoritasnya, sampai apapun,” serunya.

Iklan

Salah satu politisi yang bereaksi keras atas pernyataan Cak Nun ini adalah anggota PSI Guntur Romli. Menurutnya, jika terdapat kekurangan pada sosok Jokowi, tetap tak pantas presiden dihina sebagai Firaun. Bahkan, Romli juga menyebut Cak Nun sedang merendahkan dirinya sendiri.

“Jika ada kekurangan di Jokowi, tidak sampe layak dihina seperti Firaun. Hanya kesombongan dan ketakaburan yang mengatakan itu. Cak Nun sedang meninggikan Jokowi & merendahkan dirinya sendiri,” kata Romli.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

LIHAT JUGA Sabrang MDP: Letto, Maiyah, hingga Cak Nun

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2023 oleh

Tags: Cak NunEmha Ainun Nadjib
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Cak Nun dan Komunitas Maiyah: Ruang Belajar dan Harapan yang Tak Pernah Padam | Semenjana Eps. 13
Video

Cak Nun dan Komunitas Maiyah: Ruang Belajar dan Harapan yang Tak Pernah Padam | Semenjana Eps. 13

12 Mei 2025
Demo di Jogja Kawal Putusan MK, Bukti Ucapan Cak Nun Tentang Jokowi Ternyata Benar MOJOK.CO
Aktual

Ternyata Cak Nun Benar Perihal Jokowi Firaun

22 Agustus 2024
Orde Baru Larang Jilbab, Cak Nun Lawan dengan Lautan Jilbab
Video

Orde Baru Larang Jilbab, Cak Nun Lawan dengan Lautan Jilbab

30 Juli 2024
Panggung Cak Nun dan Puisi-Puisinya yang Pernah Dicekal di Masa Orba
Video

Panggung Cak Nun dan Puisi-Puisinya yang Pernah Dicekal di Zaman Orde Baru

11 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Pengendara motor plat S di jalanan Jombang tidak kalah ngawur dari plat K MOJOK.CO

Motoran di Jatim: Dibuat Sadar kalau Plat S Jadi Motor “Paling Rusuh” di Jalan

23 Maret 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026

Video Terbaru

Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026
Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

Agus Mulyadi dan Segala Obrolan Receh yang Kebablasan Jadi Reflektif

20 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.