Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Tidak Hanya Ruam, Kenali Gejala Cacar Monyet

Kenia Intan oleh Kenia Intan
22 Agustus 2022
A A
cacar monyet

Ilustrasi cacar monyet (Pixabay)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet di Indonesia, Sabtu (20/8/2022). Pasien merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri yang memiliki gejala demam dan ruam di beberapa bagian tubuh. 

Pakar penyakit menular dari University of California, Davis Medical Center, Sarah Waldman, MD menjelaskan, infeksi cacar monyet dapat dimulai lebih cepat daripada yang disadari. Mengingat, masa inkubasi virus ini lebih lama daripada flu atau Covid-19 Omicron.

Iklan

Apabila flu dan Omicron membutuhkan rata-rata dua atau tiga hari, virus penyebab cacar monyet lebih lama dari itu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan masa inkubasi cacar monyet antara 6-13 hari dan terkadang hingga 21 hari. Merujuk sebuah penelitian pada bulan Juli, masa inkubasi rata-rata mencapai tujuh hari. 

“Selama periode ini, seseorang yang terkena cacar monyet tidak tahu mereka sakit,” jelas Waldman, Minggu (21/08/2022), seperti dikutip dari Antara. 

Gejala yang dialami pasien cacar monyet

Mayoritas pasien atau sekitar 60% di antaranya akan mengalami semacam gejala pilek atau flu pada awalnya. Di beberapa kasus, pasien mengalami nyeri, merasa tidak enak badan, dan sedikit kehilangan nafsu makan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencantumkan gejala umum lain, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk.

Gejala seperti flu akan hilang dalam beberapa hari, setelahnya pasien akan memiliki ruam atau lesi. Akan tetapi CDC menyatakan, beberapa orang mungkin akan mendapat ruam atau lesi terlebih dahulu, diikuti oleh gejala lain. Sementara orang lainnya mungkin hanya mengalami ruam. Akan tetapi, tidak semua orang yang terinfeksi cacar monyet akan masuk ke dalam tahap ini. 

Seseorang yang terinfeksi cacar monyet akan melihat lesi terbentuk di tubuhnya dalam dua hingga empat minggu setelah masa inkubasi awal. Pasien paling berisiko menularkan virus ketika mereka memiliki lesi. 

Penularan dapat terjadi apabila melakukan kontak kulit-ke-kulit dengan orang lain. Penularan juga bisa terjadi bila pasien tersebut menginfeksi suatu benda lalu menularkan virus ke orang lain. 

Tahap pertama lesi cacar monyet disebut tahap makula. Pada tahap ini, benjolan pada tubuh baru terbentuk, memerah atau berubah warna. Setelah itu benjolan menjadi sedikit terangkat dan ini disebut dengan tahap papula. Setelah lesi terangkat, akan terisi cairan bening dan menjadi seperti melepuh, yang dikenal sebagai tahap vesikular.

Cairan bening di dalam lesi kemudian akan berubah menjadi buram atau kekuningan yang disebut umbilikasi dan ini masuk tahap pustula. Infeksi mulai sembuh setelah pustula mulai berubah menjadi koreng. Proses dapat memakan waktu beberapa minggu, tetapi pada akhirnya kulit baru yang sehat akan tumbuh di bawah tempat yang melepuh berada dan keropeng akan terlepas. Pada titik ini, infeksi cacar monyet sudah berakhir.

Kasus pertama cacar monyet di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet di Indonesia pada Sabtu (20/8/2022), yaitu lelaki berusia 27 tahun dari DKI Jakarta. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengungkapkan kondisi pasien sejauh ini baik, dalam artian tidak mengalami gejala yang berat. 

“Ada demam, kemudian juga ada pembesaran kelenjar limpa, tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat dan ada cacarnya atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan, kaki dan sebagian di sekitar alat genitalia,” katanya seperti yang dikutip dari Antara. 

Ia mengapresiasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang merespons cepat ketika ada pasien bergejala cacar monyet dengan melakukan pemeriksaan PCR untuk memastikan penyakit yang diderita.

Pasca-ditemukannya pasien terkonfirmasi ini, pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pelacakan kontak erat terhadap pasien tersebut. Mengingat, penularan dapat terjadi dengan kontak langsung atau melalui benda-benda yang bersentuhan dengan penderita.

Ia juga mengkonfirmasi, hingga saat ini sudah ada 23 kasus suspek cacar monyet yang ditangani dan dari jumlah tersebut 22 orang dinyatakan negatif melalui pemeriksaan PCR.

Kendati gejala cacar monyet tidak terlalu berat, Kemenkes meminta masyarakat senantiasa waspadai penyakit ini, tetapi tidak perlu panik. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Kemenkes Belum Pastikan Pasien Suspek di Jateng Terjangkit Cacar Monyet

 

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2022 oleh

Tags: cacar monyetkemenkesKesehatan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Kemenkes dengan R-Permenkes Sengaja Matikan Industri Tembakau MOJOK.CO

Hal-hal yang Tak Dipikirkan Kemenkes saat Bikin R-Permenkes, Terlampau Egois dan Naif

2 Oktober 2024
Kemenkes serampangan dalam susun R Permenkes yang di dalamnya ada aturan bungkus rokok polos MOJOK.CO

Komunitas Kretek: Aturan Bungkus Rokok Polos oleh Kemenkes Lahir dari Pola Pikir Kacau dan Tak Hitung Risiko

24 September 2024
tindihan.MOJOK.CO

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
obat gusi bengkak.mojok.co

5 Obat Gusi Bengkak yang Cepat Meredakan Ngilu

21 Oktober 2023
Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan

Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan

12 Juli 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.