Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Keluarga Histeris, Terdakwa Klitih Gedongkuning Dihukum 10 dan 6 Tahun Penjara

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
9 November 2022
A A
terdakwa klitih mojok.co

Ilustrasi klitih. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hakim memvonis para terdakwa klitih di Gedongkuning dengan hukuman 10 tahun dan 6 tahun penjara. Kuasa hukum dan terdakwa tak terima karena ada dugaan polisi salah tangkap dalam kasus ini. 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Ryan Nanda Saputra (19), terdakwa utama kasus klitih atau kejahatan jalanan Gedongkuning dalam sidang vonis di PN Yogyakarta, Selasa (08/11/2022). Sedangkan empat terdakwa lain, Fernandito Aldrian Saputra (18), dan M. Musyaffa Affandi (21), Hanif Aqil Amrulloh (19) dan Andi Muhammad Husein Mazhahiri (20) masing-masing dikenakan hukuman 6 tahun penjara.

Iklan

Sidang vonis kasus kejahatan jalanan atau klitih yang menewaskan pelajar bernama Daffa Adzin Albasith (17) di Jalan Gedongkuning, Kotagede, Kota Yogyakarta, pada 3 April 2022 tersebut digelar dalam dua sesi. Saat hakim membacakan vonis, keluarga terdakwa yang berada di ruang sidang pun histeris dan tidak terima.

Ratusan simpatisan pun sempat merangsek ke dalam ruangan. Mereka tidak terima dengan vonis sidang karena berbagai bukti dikesampingkan majelis hakim.

Hakim Ketua Suparman mengatakan kelima terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus kejahatan jalanan dan memenuhi unsur Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu.

Berdasarkan fakta persidangan, Majelis Hakim dalam pertimbangannya mengesampingkan seluruh bukti-bukti juga pembelaan para terdakwa dan kuasa hukumnya. Di antaranya para terdakwa tidak berada di lokasi kejadian hingga kurangnya alat bukti penetapan tersangka.

Adapun hal yang memberatkan dalam putusan hakim kali ini bahwa perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota pariwisata. Selain itu keterangan berbelit-belit selama jalannya persidangan. Sementara hal yang meringankan, para terdakwa masih muda dan belum pernah dihukum.

terdakwa klitih gedongkuning mojok.co
Keluarga terdakwa histeris menangis usai sidang vonis terdakwa klitih Gedongkuning di PN Yogyakarta, Selasa (08/11/2022). (yvesta ayu/mojok.co)

Sementara Penasehat Hukum Ryan, Restu Baskara mengungkapkan, pihaknya memastikan akan melakukan banding atas vonis hakim tersebut. Sebab penanganan kasus tersebut maladministrasi dan malprosedural.

“Juga terdapat kekerasan yang dialami tersangka setelah ditangkap, kemudian saat jadi terdakwa, hakim tidak melihat fakta di persidangan. Bahkan dalam persidangan tadi, hakim sama sekali tidak mempertimbangkan fakta persidangan, saksi dari kami ataupun bukti yang lain. Ini ada suatu kejanggalan, keanehan,” tandasnya.

Restu menambahkan, dalam kasus tersebut ada upaya menghalangi pengungkapan kasus. Bahkan ada indikasi manipulasi perkara. Karenanya dalam kurun waktu 15 hari, tim penasehat hukum menyiapkan proses banding kasus tersebut.

Banding dilakukan untuk semua terdakwa karena majelis hakim tidak melihat fakta persidangan. Padahal bukti-bukti di persidangan menunjukkan pelaku bukanlah terdakwa.

“Kami meyakini para terdakwa salah tangkap. Yang pada awalnya proses dipaksa mengaku pihak kepolisian, kemudian mendapat kekerasan sehingga terpaksa untuk mengaku dengan BAP yang palsu, manipulatif,” ungkapnya.

Restu menyebutkan, hakim terindikasi mengabaikan fakta di persidangan karena korban merupakan anak pejabat di Kebumen sehingga kemungkinan ada atensi pada kasus tersebut.

“Ada indikasi politik yang bermain dalam kasus ini karena korban adalah anak ketua DPRD Kebumen,” ungkapnya.

Iklan

Hal senada disampaingkan anggota Tim Advokasi Klitih untuk Andi, Yogi Zul Fadli yang memastikan akan langsung mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Sebab putusan majelis hakim telah mengabaikan fakta yang terungkap di persidangan.

“Tadi kami sudah menyampaikan akan mengajukan banding pada putusan ini karena kami menilai bahwa putusan ini bahwa hakim telah mengabaikan fakta-fakta yang selama ini terungkap di persidangan di mana alat bukti yang kami ajukan itu dikesampingkan, di mana alat bukti itu bisa menunjukkan bisa menerangkan bahwa terdakwa Andi itu tidak pernah berada di lokasi,” paparnya.

Yogi mengaku akan mempelajari lagi putusan majelis hakim terhadap kliennya. Hal itu dilakukan agar penasehat hukum bisa menguatkan dalil mereka dalam pengajuan banding.

“Yang jelas kami akan ajukan upaya banding dimana dengan pertimbangan dan dasar bahwa hakim mengabaikan fakta-fakta yang kemudian terungkap di persidangan,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Dipaksa hingga Mulutu Ditodong Pistol, Ini 5 Fakta Temuan Dugaan Salah Tangkap Klitih di Gedongkuning

 

Terakhir diperbarui pada 9 November 2022 oleh

Tags: klitihsalah tangkapterdakwa klitih
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja MOJOK.CO
Tajuk

Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja

16 Februari 2026
10 Tahun di Jogja, Mental Orang Jombang Ambruk karena Klitih MOJOK.CO
Esai

Setelah 10 Tahun Merantau di Jogja, Orang Jombang Malah Trauma dengan Berita Buruk Khususnya Pembacokan dan Klitih

1 April 2025
Lawan Keterbatasan Anggaran, Sultan HB X Pacu Digitalisasi dan Pembiayaan Kreatif di DIY.MOJOK.CO
Esai

Jogja Adalah Pusat Alam Semesta? Pantas Dunia Ini Ruwet dan Banyak Masalah

29 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.