Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

Ilustrasi - Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Industri saat ini tidak bisa dilepaskan dari aspek digital, seiring dengan masifnya perkembangan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI). Oleh karena itu, perlu bekal kompetensi yang relevan bagi generasi muda agar bisa bersaing. Di titik ini, pelatihan-pelatihan berbasis skill digital menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diikuti oleh anak-anak muda, salah satunya pelatihan dari program IndonesiaNEXT

***

Kesadaran perihal pentingnya menguasai skill digital membuat Azzalia Salsabila, mahasiswa semester 8 program studi Matematika Universitas Gadjah Mada (UGM), mulai mengulik dunia “mesin cerdas”. Itulah kenapa ia sangat menikmati mata kuliah Machine Learning. 

Pasalnya, karena modelnya project base, mata kuliah tersebut memungkinkan Azzalia bisa men-develop sesuatu dan melakukan berbagai inovasi. Dari situ, perempuan asal Kota Jogja tersebut merasa perlu upskilling. Lalu bertemulah ia dengan program IndonesiaNEXT. 

Dari insecure jadi percaya diri karena skill digital

Pada 2025 lalu, Azzalia menemukan selebaran online program scouting IndonesiaNEXT.  Dari yang ia baca, program tersebut menawarkan pelatihan skill digital untuk kebutuhan industri.

“Kebetulan waktu itu di Fakultas MIPA. Aku iseng ikut dan alhamdulillah-nya aku dapat golden ticket,” ujar Azzalia saat berbincang dengan Mojok selepas acara IndonesiaNEXT ke-10 di Fakultas Teknik UGM pada Kamis (30/4/2026) sore, dibersamai rintik hujan yang mengguyur Jogja. Azzalia kemudian mendapat mentoring secara intensif oleh expert mentor. 

“Awalnya merasa insecure karena aku merasa skill-ku masih mentah. Terus setelah ikut bootcamp aku dapat banyak hal. Nggak cuma belajar materi dasar doang, tapi juga praktik langsung. Aku jadi paham bagaimana mengonstruksikan UI/UX design,” beber Azzalia. 

Azzalia Salsabila, mahasiswa UGM yang merasakan impact pelatihan skill digital dari IndonesiaNEXT Telkomsel MOJOK.CO
Azzalia Salsabila, mahasiswa UGM yang merasakan impact pelatihan skill digital dari IndonesiaNEXT Telkomsel. (Aly Reza/Mojok.co)

Pelatihan yang Azzalia terima membuatnya lebih eksploratif dalam men-develop sesuatu. Tak pelak jika kemudian ia juga mendapat sertifikasi internasional. 

Tidak hanya aspek teknis, Azzalia juga mengaku merasakan beberapa impact lain. Di sisi jejaring, Azzalia mengaku mendapat banyak relasi. Termasuk relasi internasional. Sementara di sisi soft skill, ia yang semula sering tidak percaya diri justru berubah menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tidak mudah ragu untuk melakukan sesuatu. 

“Yang nggak kalah penting, merubah pola pikir, sih. Aku jadi lebih kritis dan lebih paham terhadap potensi diri aku,” ungkapnya dengan senyum bangga. 

Skill digital untuk “menebalkan” portofolio  

Kepercayaan diri Azzalia semakin tumbuh karena impact dari pelatihan yang ia terima di IndonesiaNEXT bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Misalnya, dengan bekal skill UI/UX design, ia kini mulai bisa merancang infrastruktur web atau aplikasi sendiri. Bagi Azzalia, hal itu penting sebagai portofolio yang bisa menambah daya tawarnya di dunia industri kelak.

Di lingkup terkecil, yakni perkuliahan, bekal seperti analytic & critical thinking, creative thinking, hingga teamwork social intelligence ternyata sangat menunjang kebutuhan kuliahnya. 

“Ditambah aku punya sertifikasi internasional, itu jadi daya tawar besar. Entah nanti aku mau lanjut S2 atau langsung terjun ke industri,” tuturnya. 

1 dekade IndonesiaNEXT membina talenta muda digital

Usut punya usut, IndonesiaNEXT merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Telkomsel. 

Program ini berfokus pada pengembangan keterampilan para generasi muda, sehingga mereka siap untuk memenuhi kebutuhan industri digital. Program ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari D3 hingga S2 di seluruh Indonesia.

Tahun ini merupakan tahun ke-10 (1 dekade) berjalannya program tersebut. Azzalia menjadi salah satu dari sekian talenta muda yang merasakan dampak signifikan dalam peningkatan skill digital.

“Program ini dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan future-oriented,” jelas GM Mobile Consumer Business Telkomsel Region Jateng-DIY, Gamada, dalam IndonesiaNEXT ke-10 di Fakultas Teknik UGM yang mengusung tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”. 

Sejak pertama kali digelar, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 mahasiswa dari 705 perguruan tinggi di 38 provinsi. Tidak hanya itu,  program CSR Telkomsel tersebut juga telah memberikan lebih dari 9.000 sertifikasi berstandar industri.

Program IndonesiaNEXT menawarkan unique approach berbasis peran dengan membina peserta sebagai Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer). Pengembangan kompetensi dilakukan melalui Tech-Based Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.

Diperkuat dengan kurikulum berbasis empat various enhancements yang memang dirancang untuk mempercepat kesiapan karier peserta, meliputi:

  1. Hackathon, yang menantang peserta menyelesaikan masalah digital secara kreatif menggunakan teknologi
  2. Role-Oriented Tutoring, Sesi praktik langsung yang membawa peserta merasakan ritme kerja nyata sesuai dengan peran karier yang mereka pilih.
  3. Career Coaching, Bimbingan persiapan karier yang memberikan peserta akses ke jaringan industri dan peluang kerja.
  4. 1-on-1 Mentoring, sesi pendampingan secara intensif bersama pakar industri berpengalaman untuk mempercepat penguasaan keterampilan.

Software house di Jogja dengan 600 lebih klien 

Tidak berhenti pada mempersiapkan talenta muda untuk menghadapi industri, Telkomsel juga menyiapkan program lain bagi para pelaku bisnis  digital agar bisnisnya semakin berkembang. Yakni melalui program NextDev

Salah satu yang merasakan impact-nya adalah Rizky Pratama, CEO dan Co-Founder Aifarm asal Banguntapan, Jogja. Aifarm sendiri merupakan perusahaan rintisan Agritech yang menyediakan solusi proses menyeluruh di sektor peternakan kambing perah. Mulai dari penyediaan kambing genetik unggul, pakan ternak, teknologi manajemen pertanian, hingga akses ke pasar susu kambing (pabrik & pelanggan akhir) untuk meningkatkan pertumbuhan dan efektivitas.

Lulusan D3 Teknologi Instrumental dan S1 Teknik Elektro UGM tersebut mengembangkan Aifarm sejak Desember 2022. 

“Awalnya hanya aplikasi pencatatan, terus saya ikut program NextDev. Saya daftarnya mepet banget itu, menjelang ditutup, tapi syukur lolos,” kenang Rizky. 

Rizky Pratama, CEO dan Co-Founder Aifarm.

“Bagi pelaku bisnis seperti saya, mindset bisnis di era digital ini dapet lah dari program itu. Terus networking juga luas. Bahkan, selain mentoring secara teknis, juga dapat mentoring dari investor dari berbagai macam venture capital,” sambungnya. 

Hasilnya, selepas pelatihan, Rizky bisa terus mengembangkan Aifarm. Hingga saat ini, seturut pengakuannya, ia sudah menangani tidak kurang dari 600 klien dari peternakan di seluruh Indonesia. 

Seturut pengakuan Rizky, perubahan paling terlihat dari para klien setelah mengakses Aifarm adalah: ketika teman teman peternak mengalami pertumbuhan produktivitas.

“Misalnya peternak susu kambing perah. Aifarm kan memberi rekomendasi pakan, karena pakan sangat berpengaruh bagi produktivitas susu. Terbukti, salah satu peternak mengaku, dari sebelumnya hanya menghasilkan 800 mililiter sampai 1,2 liter, sekarang tuh udah rata-rata di 1,8 sampai 2,5  liter sekali perah,” tutupnya.***(Adv)

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pelatihan WhatsApp untuk Pelaku UMKM di Jogja, Adopsi Digital buat Hadapi Beragam Tantangan Usaha  atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version