Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ikatan Dokter Indonesia Meminta Rencana Pembukaan Bioskop Ditunda

Redaksi oleh Redaksi
10 Juli 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ikatan Dokter Indonesia menyatakan rencana pembukaan bioskop dalam waktu dekat merupakan keputusan yang cukup riskan dan berbahaya.

Keinginan masyarakat untuk bisa segera menonton film di bioskop tampaknya masih akan terbentur jalan yang begitu panjang. Pasalnya, pertumbuhan kasus corona di Indonesia dinilai masih sangat tinggi dan mengkhawatirkan.

Seperti diketahui, Dewan Pengurus Pusat gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (DPP GPBSI) beberapa waktu yang lalu secara resmi merilis pernyataan pers tentang rencana pembukaan bioskop serentak di seluruh Indonesia pada 29 Juli 2020 mendatang.

“Perihal penerapan protokol kenormalan baru di lingungan bioskop, seluruh pengusaha bioskop membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk mempersiapkan implementasi penerapan protokol kesehatan yang dimaksud. Dengan demikian, para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop terhitung mulai Rabu, 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia,” ujar Ketua GPBSI Djonny Syafruddin dalam rilisnya.

Dalam keterangan rilis tersebut, GPBSI yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cineapolis, Dakota Cinema, Platinum, dan New Star Cineplex menyatakan kan kembali membuka bioskop dengan menerapkan standar protokol kenormalan baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kendati demikian, rencana pembukaan bioskop akhir bulan ini tampaknya tidak akan berjalan lancar. Pasalnya, masih banyak tentangan dari berbagai pihak atas pembukaan bioskop tersebut, salah satunya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pengurus Besar IDI menyatakan bahwa rencana pembukaan bioskop dalam waktu dekat ini merupakan keputusan yang belum tepat. Hal tersebut mengingat jumlah kasus corona yang masih sangat tinggi dan mengkhawatirkan.

Bahkan, per hari Kamis, 9 Juli 2020 kemarin, Indonesia mencatatkan rekor jumlah pertambahan kasus corona harian terbanyak, yakni 2.657 kasus baru. Rekor yang luar biasa tersebut bahkan kemungkinan masih bisa pecah seiring dengan makin masifnya jumlah pengetesan yang dilakukan.

Berkaca pada kondisi tersebut, IDI pun meminta agar rencana pembukaan bioskop ditunda.

“Kalau melihat kasus selalu bertambah dan kemungkinan transmisi terus terjadi akibat protokol kesehatan ngga dijalankan sepenuhnya. Barangkali ada sebagian masyarakat yang abai dengan protokol. Ini menurut saya, sebaiknya ditunda dulu. Kita kan tau bioskop ruangannya tertutup, walau akan dijaga jarak, saya khawatir ini akan terjadi kerumunan baru bertambah,” terang Juru bicara Covid-19 Pengurus Besar IDI Erlina Burhan kepada CNBC Indonesia.

Dalam riset hasil kolaborasi Lifepal dan pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, menyatakan bahwa menonton film di bioskop masuk dalam aktivitas berisiko tinggi terhadap penularan corona.

Hal tersebut tentu semakin menguatkan masukan dari IDI terkait penundaan pembukaan bioskop dalam waktu dekat ini.

Jika di masa mendatang jumlah angka pertambahan kasus semakin tinggi, maka bukan tak mungkin Pemerintah akan mengambil tindakan-tindakan pencegahan yang diperlukan, salah satunya adalah melarang pembukaan bioskop dalam waktu dekat.

Yah, menonton film bisa kapan saja dan di mana saja, nggak harus di bioskop. Bisa lewat Netflix, TV Kabel, Big Movies Global TV, Bioskop Trans TV, bisa juga Layar Emas RCTI.

Iklan

Ingat, utamakan kesehatan ketimbang sekadar nonton film di bioskop. Hiburan itu nomor tujuh, kesehatan nomor enam, nomor satu sampai lima tetap Pancasila.

Bukan begitu?

 

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2020 oleh

Tags: bioskopcorona
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Bioskop NSC Rembang, bangunan kecil di tanah tandus yang jadi hiburan banyak orang MOJOK.CO
Catatan

Bioskop NSC Rembang Jadi Olok-olokan Orang Sok Kota, Tapi Beri Kebahagiaan Sederhana

1 Desember 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
pengalaman pertama ke bioskop, pakuwon mall jogja.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Pertama ke Bioskop: Orang Desa Salah Pesan Tiket Mahal sampai Tersesat di Pakuwon Mall Jogja, Mau Bertanya Takut Dikira Kampungan

11 April 2025
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Ragam

Derita Tinggal di Rembang: Harus Tempuh 2 Jam ke Tuban Demi ke Mal, Nonton Bioskop atau Sekadar Makan Mie Gacoan

6 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

11 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Meninggalkan Pekerjaan Gaji Rp150 Ribu per Hari di Desa Demi Ego Merantau, Berujung Sesal karena Kerja di Jakarta Tak Sesuai Ekspektasi

11 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.