Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

pasar wiguna.MOJOK.CO

Ilustrasi - Pasar Wiguna (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pasar Wiguna Sukaria kembali hadir menyapa masyarakat Yogyakarta dalam edisi ke-102 pada Minggu (26/4/2026). Kali ini, acara komunitas tersebut mengambil lokasi di Vrata Hotel Kalasan, Sleman. 

Gelaran ini menjadi momen perdana bagi Pasar Wiguna dilaksanakan di luar kawasan Royal Ambarrukmo dengan tetap membawa semangat utama: Wellness, Local, dan Less Waste.

Sejak pagi hari, area Vrata Hotel sudah dipadati oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas. Acara dibuka dengan kegiatan “Sekelana,” yakni jalan santai khusus perempuan dengan daya tarik unik berupa penggunaan busana kain kebaya. 

Para peserta menempuh rute sejauh 4 kilometer mengelilingi kawasan bersejarah Candi Kalasan. 

Tak hanya itu, suasana semakin meriah dengan adanya senam Zumba bersama Ibu-ibu PKK Glondong, kegiatan bersepeda bersama Jogja Women Cyclist (JWC), serta komunitas lari 26RUN.

Mengenalkan Vrata Hotel kepada masyarakat

Hotel Manager Vrata Hotel, Peggy Puspita Sari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan strategi untuk memperkenalkan unit hotel terbaru dari Ambarrukmo Group tersebut kepada publik. 

Vrata Hotel sendiri baru resmi beroperasi pada Januari 2025 dengan konsep heritage yang kental.

“Tujuan utama kami hari ini adalah mengundang keramaian dan mengenalkan Vrata Hotel kepada masyarakat, khususnya warga sekitar Kalasan,” ujar Peggy dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok, Minggu (26/4/2026).

“Kami ingin menonjolkan pengalaman menginap yang bernuansa budaya Jawa atau heritage,” imbuhnya.

Menghadirkan live sablon dan live sketch Cherrypop, hingga layanan cek kesehatan kulit gratis

Selain aktivitas olahraga, Pasar Wiguna edisi 102 ini juga menghadirkan area kreatif yang dikelola oleh Cherrypop. Pengunjung dapat menikmati layanan Live Sablon Printing, sketsa langsung (Live Sketch), hingga Spinning Session

Bagi pengunjung yang peduli pada kesehatan, tersedia pula layanan cek kesehatan kulit secara gratis yang cukup diminati oleh para peserta jalan santai dan pesepeda.

Sektor pemberdayaan ekonomi lokal juga mendapat panggung besar melalui kehadiran belasan stan artisan. Berbagai produk kuliner lokal seperti Sego Berkat Warisan Simbah, Risol Nyah Liem, Semmanis Madu, hingga Dongeng Kopi laku keras diserbu pengunjung. 

Kehadiran UMKM ini sejalan dengan misi Pasar Wiguna untuk mendukung konsumsi produk lokal yang ramah lingkungan.

Pasar Wiguna juga memberi komitmen pada aspek edukatif

Di sisi lain, aspek edukasi turut diperhatikan melalui berbagai lokakarya (workshop). Mulai dari pelatihan menjadi pembuat konten (content creator) bersama Voks Radio, diskusi buku, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak dalam sesi Kelana Anak. 

Kegiatan ini dirancang agar acara bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Vrata Hotel dipilih sebagai lokasi karena letaknya yang strategis, yakni dekat dengan pintu masuk Gerbang Tol Purwomartani serta hanya berjarak 15 menit dari Candi Prambanan.

Dengan fasilitas 69 kamar, kolam renang, dan ruang pertemuan, pihak manajemen optimistis hotel ini bisa menjadi pusat kegiatan baru di wilayah Sleman Timur.

Melihat animo pengunjung yang sangat tinggi, Peggy memberikan sinyal bahwa Pasar Wiguna berpotensi untuk digelar secara rutin di lokasi tersebut. “Kami melihat respons masyarakat sangat bagus, terutama warga sekitar. Tidak menutup kemungkinan acara seperti ini akan menjadi agenda tetap di sini,” tambahnya.

Kesuksesan Pasar Wiguna Sukaria di Kalasan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor perhotelan, komunitas kreatif, dan UMKM lokal mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang hidup. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dan cinta produk lokal terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi Kalasan sebagai destinasi wisata budaya yang menarik.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Dari Coffee Shop Horor, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

 

Exit mobile version