Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Sastra Boga: Menyelami Sastra dalam Kuliner Tradisional Jawa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
30 November 2024
A A
Sastra Boga dalam acara Festival Sastra Indonesia 2024. MOJOK.CO

Diskusi soal kuliner dalam makanan tradisional Jawa. Dok. Dinas Kebudayaan Yogyakarta

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 menggelar acara Sastra Boga yang memadukan tradisi kuliner klasik Jawa dengan filosofi sastra. Di sana, pengunjung mendapatkan pengalaman unik dengan menyantap menu tradisional favorit sultan serta memahami filosofi dibaliknya.

***

Iklan

Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 berlangsung sejak Kamis (28/11/2024) hingga Sabtu (30/11/2024) di Taman Budaya Embung Giwangan. Acara tersebut bertema “Siyaga” yang mengusung semangat kesadaran interdisipliner dalam sastra.

Melalui acara tersebut, FSY 2024 ingin menunjukkan bahwa literasi tak sekadar aktivitas membaca dan menulis, tapi juga kemampuan seseorang untuk mengolah informasi dan pengetahuan.

Salah satu acara yang digelar oleh FSY untuk meningkatkan literasi adalah Sastra Boga. Acara itu memadukan keindahan sastra dengan kekayaan budaya. Pengunjung diajak menyelami sastra dalam hidangan tradisional.

Keheningan menyelimuti Festival Sastra Yogyakarta

Hidangan autentik tersaji di Taman Budaya Embung Giwangan pada Jumat (29/11/2024). Di sana, para pengunjung Sastra Boga dapat mencicipi setiap makanan tradisional. 

Mereka tampil anggun mengenakan pakaian nusantara, selaras dengan suasana khas keraton yang diimbuhi dengan sentuhan modern. 

Sebagai pemandu jalannya Sastra Boga, Kurator Museum Kraton Yogyakarta, Fajar Wijanarko, menceritakan kisah di balik setiap sajian. Fajar berbagi ilmu tentang sejarah, tata cara tradisional, hingga filosofi mendalam yang terkandung dalam setiap hidangan.

“Sastra Boga merupakan proses alih wahana yang menghidupkan kembali catatan kuliner sebagai warisan budaya,” ucapnya dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024, Jumat (29/11/2024).

“Melalui acara ini, menu jamuan para sultan dihidupkan kembali dengan inovasi yang tetap menghormati tradisi,” lanjutnya.

Para tamu di Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024. MOJOK.CO
Para tamu di Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 menyantap hidangan. Dok. Dinas Kebudayaan Yogyakarta

Dalam acara tersebut, para tamu nampak menyantap makan malam dengan hening. Alunan lembut musik gamelan menambah suasana tentram dan sakral. Suasana itu dibangun agar pengunjung Sastra Boga dapat menghayati setiap suapan dengan penuh kesadaran. 

Selain itu, grup Gadis Gendhis asal Jogja juga turut memeriahkan acara dengan permainan musik keroncong. Lagu-lagu mereka mengalun lembut di telinga, sehingga menambah kesyahduan malam itu.

Mencicipi makanan khas keraton

Hidangan dalam Sastra Boga diracik dengan resep khusus. Resep itu diambil dari naskah Sastra Jawa Klasik. Menunya tak hanya mengunggah selera, tapi juga sarat cerita dan filosofi hidup.

Berbagai menu yang disajikan di Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 terinspirasi dari jamuan istana. Misalnya, pengunjung dapat memilih menu pertama, yakni Nasi Pandan Wangi dan Glendoh Piyik.

Iklan

Menu itu menonjolkan keharuman nasi pandan dan kelezatan daging burung puyuh. Glendoh Piyik sendiri merupakan makanan khas Keraton Yogyakarta yang sering disajikan untuk sultan.

Kedua, Perkedal Tomat Daging dengan tekstur lembut dan menghasilkan rasa gurih. Hidangan itu menjadi salah satu menu favorit Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Ketiga, Bobor Daun Kelor. Bahannya dari sayur sederhana, kaya nutrisi, dan penuh kehangatan. Menu ini menjadi kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Salah satu menu di Festival Sastra Yogyakarta 2024. MOJOK.CO
Salah satu hidangan makanan di Festival Sastra Yogyakarta. Dok. Dinas Kebudayaan Yogyakarta.

Keempat, Sambal Wijen. Pedasnya sambal tradisional ini berasal dari resep kuno yang tercatat dalam Serat Tata Cara. Untuk melengkapi harmoni rasa dalam setiap santapan, pengunjung dapat menambahkan kerupuk singkong. 

Tak hanya makanan, pengunjung juga dapat memilih minuman khas yang disajikan. Misalnya, air jahe hangat yang menjadi favorit Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. 

Minuman lain seperti Bir Jawa, yakni ramuan rempah-rempah khas yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Atau Setup Jambu-Jelly Kunyit Asem yang memadukan rasa manis dan asam. 

Sastra Boga: Kuliner adalah medium bercerita

Setelah santap malam usai, para tamu dapat berbincang santai di tepi Danau Senja. Di sana, mereka berbagi pengalaman serta melakukan refleksi atas acara tersebut.

Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2024 melalui Sastra Boga berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai tradisional. FSY ingin menunjukkan betapa kayanya warisan budaya Jawa. 

Sastra Boga menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar urusan rasa, melainkan juga medium bercerita dan memahami filosofi kehidupan. Acara ini membuktikan bahwa sastra dan kuliner adalah perpaduan harmonis.

Baik sastra dan kuliner, mampu mendekatkan generasi muda dengan kekayaan warisan leluhur mereka. Dengan acara seperti ini, Festival Sastra Yogyakarta tidak hanya menjadi ruang berkarya, tetapi juga jembatan untuk merawat identitas budaya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Festival Sastra Yogyakarta (FSY): Mempopulerkan Kembali Cerita Silat dari yang Dianggap Hanya Hiburan Menjadi Filosofi Hidup

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 30 November 2024 oleh

Tags: Dinas kebudayaan yogyakartaFestival Sastra Yogyakartafsy 2024hidangan istanaKulinersastra boga
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO
Kuliner

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.