Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Festival Lorong 3: Saling Terhubung untuk Merespons Kekerasan dan Dehumanisasi

Redaksi oleh Redaksi
14 Desember 2024
A A
Festival Lorong 3: Merespons Kekerasan dan Dehumanisasi MOJOK.CO

Festival Lorong 3: Merespons Kekerasan dan Dehumanisasi. (Dok. Galeri Lorong)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Festival Gotong Royong yang kini menjadi Festival Lorong merupakan festival kecil yang diselenggarakan Galeri Lorong dan direncanakan berlangsung rutin tahunan.

Festival ini diberlangsungkan di area komplek Galeri Lorong, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, dengan durasi acara yang fleksibel. Temanya pun menyesuaikan konteks isu kekinian yang tengah berkembang.

Festival Lorong: bermula dari wabah

Festival Lorong pertama kali diadakan di pertengahan 2021, sebagai upaya menggeliatkan kehidupan seni dan budaya di tengah pembatasan pandemi Covid-19. Saat itu namanya masih Festival Gotong Royong.

Festival kedua berlangsung di akhir tahun 2023, juga dengan nama Festival Gotong Royong. Kemudian di tahun 2024 ini, Festival Gotong Royong berubah nama menjad Festival Lorong.

Edisi ketiga tahun 2024 ini mengangkat judul “Connectivity”, diambil dari tema The Sustainability of Connectivity with Harmony and Synergy.

Sesuai jadwal, festival tersebut akan berlangsung pada 13-15 Desember 2024 di Kompleks Galeri Lorong.

Festival Lorong 3: Merespons kekerasan dan dehumanisasi

Meski berganti nama (dari Festival Gotong Royong menjadi Festival Lorong), tapi gotong royong tetap menjadi semangat dari pelaksanaan FesLor 3.

“Di tahun ini, kita kembali beraktivitas normal sepenuhnya setelah masa pandemi Covid-19 berlangsung selama empat tahun. Keterhubungan menjadi hal penting untuk dihidupkan setelah berjarak satu sama lain sejak pertengahan 2019 hingga pertengahan 2023,” ujar Octalyna Puspa Wardany selaku General Manager dan kurator Galeri Lorong yang menjadi ketua tim kerja Festival Lorong (FesLor) 3.

Festival Lorong 3: Merespons Kekerasan dan Dehumanisasi MOJOK.CO
Tenant Craft & Art di FesLor 3. (Dok. Galeri Lorong)

Keberlanjutan hubungan tersebut, lanjut Octalyna, kemudian mencoba merespons berbagai persoalan sosial yang makin sarat dengan kekerasan dan dehumanisasi. Baik dalam skala lokal, nasional, hingga internasional.

Sebut saja perundungan anak, klitih di Jogja, pemerkosaan dan kekerasan seksual, pembunuhan, bunuh diri, penggusuran, hingga genosida bangsa.

“Keberlanjutan hubungan perlu pula memperhatikan aspek-aspek harmonisasi dan sinergi yang tak melulu berkait dengan kapital, keuntungan, dan materialitas dalam konsep buying and getting,” kata Octalyna.

Yang seharusnya terjadi, bagi Octalyna, adalah keberlanjutan hubungan secara harmonis dan sinergis kemudian menjadi perilaku hidup keseharian untuk bertumbuh dan maju bersama.

Terhubung satu sama lain

Festival Lorong 3 juga menggelar lapak pangan, seni dan kerajinan, berbagai workshop, serta pertunjukan seni dan sastra lintas bidang. Jadwal dan rincian lain dari rangakaian acara bisa dicek di sini.

Festival Lorong 3: Merespons Kekerasan dan Dehumanisasi MOJOK.CO
Workshop Mokuhanga di FesLor 3. (Dok. Galeri Lorong)

Berbagai pihak yang terlibat merupakan kawan-kawan yang pernah dan sedang menjalin kerja sama dengan Galeri Lorong maupun berbagai komunitas dan lembaga di lingkungan Lorong, yaitu Saorsa Selatan Café, Oneiros Atelier, dan Lorong Homestay. Warga sekitar pun turut dilibatkan dalam festival ini.

Iklan

“Selain menjadi ajang bergembira dan perayaan bersama, festival yang menutup rangkaian kerja bersama selama satu tahun di 2024 ini juga dapat menjadi wadah yang menyambungkan berbagai pihak, sehingga menumbuhkan berbagai kemungkinkan kerja sama berikutnya,” pungkas Octalyna. (Advertorial)

BACA JUGA: Angkringan Pasinaon Mbah Gun: Dari Masa Kecil Penuh Ejekan hingga Berjasa untuk Minat Baca dan Seni Tari di Sleman

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2024 oleh

Tags: festival loronggaleri lorong
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

3 Maret 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Mudik ke desa naik mobil pribadi Honda Brio, niat ikuti standar sukses dan pencapaian hidup tapi tetap dihina MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Mobil Honda Brio Hasil Nabung karena Muak Dihina, Berharap Dicap Sukses Malah Makin Direndahkan

2 Maret 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.