Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Jangan Keliru! Ini Ciri Khas Sego Berkat Wonogiri yang Perlu Kalian Ketahui

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Agustus 2023
A A
sego berkat wonogiri mojok.co

Sego Berkat Wonogiri (haha_tatiana_21/budaya-indonesia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fakta soal sego berkat Wonogiri

Sebagai orang asli Wonogiri dan telah menghabiskan hampir keseluruhan usia hidup di kota gaplek ini, tentu kami punya standar tersendiri dalam melihat menu seperti apa yang “layak” disebut sego berkat Wonogiri. Apa saja itu?

#1 Isian wajib

Pertama, yang harus diperhatikan adalah isian dari menu ini. Umumnya, sego berkat terdiri atas tiga isian wajib.

Iklan

Antara lain ada sambel kentang, oseng bihun, dan rendang sapi manis, yang disajikan untuk mendampingi nasi putih.

“Nah, rendangnya di sini beda sama rendang pada umumnya. Kalau rendang Padang itu pedas, rendang di sego berkat cenderung manis ke gurih,” kata Rajif.

Namun, tak jarang ada juga modifikasi. Misalnya, sambal kentang disubtitusi dengan oseng cabai hijau dan tempe. Rendang pun juga kerap diganti dengan empal sapi campur serundeng.

“Tapi itu enggak umum, sih. Sego berkat yang ‘Wonogiri banget’ itu ya sambel kentang, bihun, sama rendang manis tadi,” sambungnya.

#2 Bungkus daun jati

Kedua, selain punya tiga isian menu wajib tadi, salah satu yang khas dari sego berkat adalah bungkusnya. Umumnya, sego berkat dikemas dengan bungkus daun jati.

“Kalau enggak ada aroma daun jati, kayak bukan sego berkat,” ujar Rajif.

Akan tetapi, setelah 2015 ke sini, saya juga kerap menjumpai sego berkat yang dibungkus kertas minyak ataupun box makanan. Begitu juga dengan Rajif, yang kini mengaku cukup sulit menjumpai sego berkat bungkus daun jati di daerahnya.

“Kalau di tempatku faktor musim aja kali ya. Pas hajatan di musim-musim kemarau susah juga nyari daun jatinya.”

#3 Eksklusif di acara-acara tertentu

Ketiga, yang membedakan sego berkat dengan menu-menu lain sebenarnya adalah eksklusivitasnya. Sesuai namanya, “sego berkat” berarti “nasi yang diberkahi”.

Maka, tak heran jika kemudian sego berkat hanya muncul di acara-acara tertentu seperti hajatan, lamaran, syukuran, atau acara gedhen serupa.

“Itu sih yang menurutku bikin sego berkat ini spesial. Soalnya kita cuman bisa nikmatin pas tetangga hajatan, jadi enggak tiap waktu bisa makan,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sejarah Kopi Klotok, Kuliner Ikonik di Jogja yang Lagi Viral karena ‘Nombok’

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2023 oleh

Tags: Kuliner WonogiriSego Berkat Wonogiriwonogiri
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO
Kabar

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Wonogiri Bukanlah Anak Tiri Surakarta, Kami Sama dan Punya Harga Diri yang Patut Dijaga
Pojokan

Wonogiri Bukanlah Anak Tiri Surakarta, Kami Sama dan Punya Harga Diri yang Patut Dijaga

1 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Pilih jadi tukang cukur rambut rumahan dan barbershop saat teman sebaya kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malam dicurigai MOJOK.CO

Pilih Jadi Tukang Cukur Rumahan saat Teman Kerja di Luar Negeri: Dicap Pemalas Tetangga, Terlihat Berkecukupan Malah Dicurigai

22 Juli 2026
Jadi gini rasanya keracunan motor Yamaha Xabre bekas MOJOK.CO

Akulah yang dulu meremehkan motor Yamaha Xabre karena harganya yang nggak ngotak, tapi kini rasa ingin memilikinya semakin tinggi

23 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.