Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

ERK Rilis Album ‘Rimpang’ yang Bercerita Soal Pergerakan Bawah Tanah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Januari 2023
A A
erk rimpang mojok.co

'Rimpang' album baru ERK (IG @sebelahmata_erk)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Band alternatif Efek Rumah Kaca (ERK) merilis album baru bertajuk ‘Rimpang’. Laiknya makna harafiahnya, kata “rimpang” dipilih untuk menggambarkan adanya sebuah pergerakan dan pertumbuhan yang tersembunyi di bawah tanah.

Album Rimpang resmi dirilis pada hari ini, Jumat (27/1/2023). Ini menjadi album penuh keempat sepanjang karir ERK, dan yang pertama dalam delapan tahun terakhir. Terakhir kali ERK merilis album penuh adalah pada 2015 berjudul Sinestesia.

Iklan

Rimpang, juga menjadi album pertama yang menandai formasi baru ERK. Kini, band ini berisikan kuartet alias empat personel yang terdiri dari Cholil Mahmud, Reza Ryan, Akbar Bagus Sudibyo, dan Poppie Airil.

“Saya dan Reza mewakili dua personel lainnya yang sedang berada di Amerika, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua orang di album ini,” ujar sang penggebuk drum, Akbar Bagus Sudibyo, saat memberi sambutan dalam acara dengar album di Flixcinema, Ashta Mall, Senin (23/1/2023) malam, dikutip dari Tempo.

“Kami merasa bersukacita sekaligus agak deg-degan juga karena akhirnya bisa merilis album penuh baru,” sambung Akbar.

Gambarkan pergerakan bawah tanah

Sementara sang gitaris, Reza Ryan, membebarkan makna tajuk album terbaru ERK tersebut. Menurutnya, kata “rimpang” dipilih untuk menggambarkan adanya sebuah pergerakan dan pertumbuhan yang tersembunyi di bawah tanah.

“Seperti tanaman yang menjalar di bawah tanah,” kata Reza Ryan, dikutip dari CNN Indonesia.

Terinspirasi dari teori rhizome oleh Deleuze dan Guattari, Rimpang merupakan gambaran tentang betapa harapan-harapan, baik kecil maupun besar muncul secara acak, tak linier, tanpa hierarki, dan dalam berbagai situasi. Harapan-harapan itu pun juga menjalar secara diam-diam.

Lebih lanjut, kata “rimpang” sebenarnya juga dapat dilihat sebagai analogi perlawanan yang terus menjalar. Sebagaimana diketahui, ERK memang menjadi band yang kerap melontarkan kritik politis dalam lagu-lagu mereka.

“Atau [Rimpang] dimaknai sebagai analogi suatu perlawanan atau bentuk protes yang bisa menjalar, tidak terlihat tapi menjalar di bawah dan kuat,” jelasnya melanjutkan.

Sebenarnya, ERK sudah mulai menggarap album Rimpang sejak 2016, setahun setelah merilis Sinestesia. Namun, pengerjaan album Rimpang memakan waktu yang panjang karena Cholil Mahmud, sang vokalis band, mesti bolak-balik Amerika dan Indonesia.

Berisi sepuluh trek lagu

Pengerjaan album Rimpang awalnya juga sempat terhambat setelah pada 2020 lalu, band yang berdiri sejak 2001 ini merilis album mini, bertajuk Jalan Enam Tiga.

Album mini tersebut, memakan tiga dari 10 materi album Rimpang yang sudah ada sebelumnya. Sehingga, mereka mesti membuat tiga lagu baru pengganti untuk album penuh di tahun ini. Akhirnya, tiga lagu pengganti ini baru digarap ketika Reza Ryan masuk sebagai personel

“Tadi tiga lagu diambil [untuk Jalan Enam Tiga], tinggal tujuh. Akhirnya pas Reza masuk, kami bikin tiga lagu yang baru, Sondang, Heroik, dan Ternak Digembala,” ungkap Akbar.

Iklan

Dalam pengerjaannya pun, Rimpang juga menggandeng sejumlah musisi pada beberapa lagu, termasuk Morgue Vanguard dan Suraa. ERK juga mengakui bahwa album ini terasa lebih berat dari yang sebelumnya, dengan pemakaian diksi lirik yang mengejutkan dan juga bentuk baru dari segi pemilihan musik.

Adapun, 10 trek lagu dalam album Rimpang (2023) antara lain:

  1. Fun Kaya Fun feat. Suraa
  2. Bergeming
  3. Heroik
  4. Tetaplah Terlelap
  5. Sondang
  6. Kita yang Purba
  7. Ternak Digembala
  8. Rimpang
  9. Bersemi Sekebun feat. Morgue Vanguard
  10. Manifesto

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Membayangkan Kehidupan dan Kematian dalam Lagu Putih-nya Efek Rumah Kaca

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2023 oleh

Tags: Album Musikband Indonesiaefek rumah kacaERKMusik Indonesia
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO
Panggung

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Pilihan Cholil Mahmud Efek Rumah Kaca sekolahkan anak di New York MOJOK.CO
Sosok

Pilihan Cholil Efek Rumah Kaca Sekolahkan Anak di New York, Awalnya Waswas tapi Kini Mensyukuri

10 September 2025
Ilustrasi Lagu Kematian yang Mendampingi Bapak Meninggal di Banjarnegara dan Tangis di Jogja (Ega Fansuri/Mojok.co)
Liputan

Mendengar Lagu Kematian yang Mengiringi Bapak Meninggal di Banjarnegara dan Tangis di Jogja

30 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.