Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Wild Ground Fest Hadirkan Band “Liar” ke Jogja, Saosin Salah Satunya

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
29 September 2023
A A
Wild Ground Fest, festival musik di Jogja akan menghadirkan Band "Liar" dan Susah ke Jogja,salah satu yang tampil band Saosin MOJOK.CO

Jumpa pers penyelenggaraan Wild Ground Fest yang akan berlangsung November 2023. Salah satu band yang ditunggu-tunggu adalah Saosin. (Ahmad Effendi/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Wild Ground Fest (WGF) akan kembali digelar tahun 2023 ini. Sejumlah line up lokal dan mancanegara turut tampil. Salah satunya Saosin, band yang “susah” didatangkan ke Jogja.

Founder Starcross Wiempy Adhari menjelaskan bahwa tahun ini WGF masih akan bermain di halaman Candi Prambanan, Jogja. Festival pun akan digelar selama dua hari, yakni 11-12 November 2023 dengan menghadirkan lebih dari 20 line up.

Iklan

Menurut Weimpy, beberapa bintang tamu merupakan band yang cukup sulit festival musik hadirkan di Jogja. Bahkan, sebagian dari mereka juga jarang manggung di Indonesia.

“Saosin, misalnya, selaku headliner tahun ini, terakhir kali ke Indonesia pada 2008 lalu. Kehadirannya pasti sangat dinanti,” jelas Wiempy dalam konferensi pers WGF 2023 di SiNERGI Co-Working Space, Demangan, Jogja, Kamis (28/9/2023).

Saosin sendiri merupakan band post-hardcore asal Amerika Serikat yang akan menjadi bintang utama di WGF 2023. Menurutnya, sebenarnya Saosin akan manggung di Jakarta pada Maret 2023 lalu. Namun, penampilan mereka batal karena salah seorang personilnya terserang Covid-19

“Tapi akhirnya kami tetap berhasil mendatangkan mereka ke Jogja, pertama kali mereka bakal main di sini,” sambung laki-laki yang punya panggilan akrab Tebonk ini.

Band lain yang tak kalah “liar”

Selain Saosin, trio emo asal Singapura, Forest, juga akan hadir. Penampilan itu akan makin spesial karena ini merupakan panggung pertama Hadrian Welham dan kawan-kawan di Indonesia.

Wiempy menambahkan, WGF 2023 akan semakin liar dengan penampilan frontman band rock Malaysia Hujan, yakni Noh Salleh. Tak ketinggalan ada juga band asal Bandung, Ster Embassy, yang baru saja merilis album baru setelah “hibernasi” lama. Hingga Sophie yang sempat hiatus setelah merilis album anyar 2020 silam.

“Band-band tahun ini selain liar juga sebenarnya susah didatangkan ke Jogja. Namun, karena saya suka, teman-teman saya juga suka, dan pendengar band tersebut ternyata banyak di sini, maka kami datangkan. Spesial buat WGF 2023,” ujar Wiempy.

Selain band-band mancanegara, Wild Ground Fest 2023 akan tetap mengusung beberapa local heroes Jogja. Di antaranya ada DPMB X Serigala Malam, 20 Miles Marathon, Hang The DJ (komunitas penikmat musik), FSTVLST, dan beberapa nama lainnya. Untuk penampil lain ada Rocket Rockers yang tahun sebelumnya juga tampil, Pee Wee Gaskins, Perunggu, Alone at Last, juga Summerlane.

“Sementara masih ada sekitar tiga nama lain yang masih kami sensor [belum diumumkan]. Biar jadi kejutan,” tambahnya.

Lebih dari festival musik

WGF 2023 bukan hanya sekadar festival musik. Kata Wiempy, sama halnya tahun lalu, festival tahun ini tetap akan menyajikan berbagai aktivitas yang bisa pengunjung ikuti.

Kolaborasi dengan beberapa komunitas melalui interactive talkshow, street art exhibition, skate, photography exhibition, FnB, clothing expo, movie screening, hingga cooking show by artist.

“Wild Ground Fest juga mempertahankan diri sebagai event yang ramah untuk keluarga, demi memberikan pengalaman terbaik. Misalnya, ada ruang bermain khusus anak, ada pula area bebas rokok. Ini merupakan salah satu usaha untuk terus merawat ekosistem kreatif di Jogja,” jelasnya.

Iklan

Wiempy juga menjelaskan, sebelum acara puncak, event Road to WGF (pre-event) akan tetap berlangsung seperti tahun sebelumnya. Jika di sebelumnya hanya terdapat nama-nama dalam negeri, Road to WGF kali ini menampilkan dua nama internasional, antara lain Tiny Moving Parts (Amerika Serikat) dan Dads In The Park (Bangladesh).

Sementara line up dalam negeri, mereka akan menghadirkan Leipzig, Before U, dan Nood Kink. Di Jogja, Road to WGF 2023 akan berlangsung di Tip Tap Toe, Jalan Palagan, Sleman, pada 30 September 2023 mendatang.

Reporter: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kelakar Jono Terbakar di CherryPop 2023: dari Crowdfunding, Pijat, hingga Industri Musik Hari ini

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 September 2023 oleh

Tags: Musiksaosinwild ground fest
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO
Kabar

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO
Panggung

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO
Esai

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO
Esai

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.