Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Finalis Jocelyn Kristanti dari Universitas Padjadjaran saat memaparkan esai pada ajang Final Essay Contest Tingkat Nasional di Bali, Kamis (25/6/2026).

MOJOK.COKesehatan mental, banjir disinformasi, hingga kesenjangan pendidikan menjadi keresahan yang paling banyak diangkat mahasiswa dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Sebanyak 16 finalis terpilih dari 533 peserta bersaing menawarkan solusi atas berbagai persoalan tersebut melalui karya esai argumentatif.

Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio mengatakan, final nasional yang berlangsung di Badung, Bali, pada 25–26 Juni 2026 itu menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial. 

Kompetisi tersebut merupakan bagian dari program Djarum Beasiswa Plus yang mendorong pengembangan soft skills mahasiswa di luar prestasi akademik. 

Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait tiga kemampuan yang dibutuhkan saat ini, yaitu kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan pengambilan keputusan. 

Di program Djarum Beasiswa Plus, dua keterampilan pertama ini diyakini menjadi nilai tambah di luar kapasitas nonakademis mahasiswa, yang harus dipupuk sejak dini. Maka itu, setelah mahasiswa dinyatakan menerima beasiswa ini, Djarum Foundation mendorong anak-anak muda untuk mengasah pemikirannya dalam esai argumentatif.  

Felicia Hanitio, mengatakan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di era modern. Hal ini yang menjadi dasar adanya Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. 

“Kami melatih mahasiswa untuk peka melihat isu-isu di sekitar mereka, mencari data dan fakta, berpikir kritis mencari solusi, dan menuangkan pemikiran sebagai bentuk identitas intelektual mereka dalam sebuah esai argumentatif,” ujar Felicia.

Beswan Djarum dibekali kemampuan berpikir kritis dan solutif

Felicia menambahkan Beswan Djarum yang tulisannya terpilih kemudian dituntut untuk mengartikulasikan pemikirannya secara oral, lewat Essay Contest di level regional hingga nasional. Ia menyebut, melalui proses menulis, presentasi, hingga diskusi dengan dewan juri, peserta mampu menghubungkan pengetahuan kognitif yang dimiliki dengan solusi riil, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar mereka.

Proses inilah yang menjadi inti dari pengembangan karakter dan keterampilan nonteknis dalam program Djarum Beasiswa Plus. 

Salah satu dewan juri, jurnalis senior sekaligus pendiri Narasi TV, Najwa Shihab, mengapresiasi kualitas tulisan para finalis. Ia menilai karya-karya yang masuk menunjukkan orisinalitas, keberanian intelektual, dan kemampuan berpikir kritis yang dibutuhkan calon pemimpin masa depan.

Sementara itu, Guru Besar IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, menekankan bahwa presentasi bukan sekadar tahap penilaian, melainkan ruang diskusi untuk menguji sekaligus mempertajam ide yang telah ditulis peserta.

“Ini kesempatan baik bagi Anda semua. Anggap saja sesi presentasi ini sebagai teman diskusi. Kalau tidak bisa menjawab, itu wajar karena proses belajar,” katanya kepada para finalis.

Gloria Tamba, Beswan Djarum angkatan 2005/2006, menambahkan pengalaman mengikuti program Djarum Beasiswa Plus membantunya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menulis yang masih berguna hingga kini dalam profesinya sebagai advokat.

Melalui Essay Contest Djarum Beasiswa Plus, Bakti Pendidikan Djarum Foundation menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang unggul secara kognitif, peka terhadap persoalan sosial, dan memiliki karakter kepemimpinan sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045. (***)

BACA JUGA Jejaring dan Integritas: 2 Kunci dari Djarum Beasiswa Plus untuk Membentuk Generasi Muda Berdaya Saing

 

Exit mobile version