Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Empat Keraton di Jawa Rekonsiliasi Lewat Catur Sagatra

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
23 Juli 2022
A A
catur sagatra mojok.co

Para penari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menampilkan Bedhaya Mintaraga dalam Pergelaran Catur Sagatra di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (22/07/2022) malam.(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Empat keraton Jawa saling bertemu dalam Pergelaran Catur Sagatra di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (22/07/2022) malam. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Pura Pakualaman serta Pura Mangkunegaran pun mencoba melakukan rekonsiliasi empat kerajaan melalui bedhaya atau tarian klasik Catur Sagatra.

Pergelaran ini pun menjadi pertalian trah Mataram Islam yang ada di Jawa antara antara Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Pakualaman dan Pura Mangkunegaran. Konsep rekonsiliasi melalui bedhaya berawal dari gagasan dari empat raja Jawa: Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX, Sri Paduka  Paku Alam (PA) VIII,  Sri Susuhunan  Pakuwono XII serta Sri  Mangkunegara VIII.

Iklan

Empat tarian yang diciptakan para raja ditampilkan secara khusus kali ini. Sebut saja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang menampilkan tarian Bedhaya Mintaraga dan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menampilkan tarian Bedhaya Ratu.

Pura Pakualaman menampilkan tarian Bedhaya Wasita Ngrangsemu. Sedangkan Pura Mangkunegaran dengan tarian Bedhaya Ladrang Mangungkung.

Bedhaya Mintaraga yang ditampilkan para penari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan tari yang diilhami dari serat Lenggahing Harjuna. Serat ini ditulis langsung oleh Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X.

“Pergelaran kali ini menjadi gareget rekonsiliasi budaya dan manunggalnya kembali Trah Mataram, dari Catur Sagatra menuju Catur Sagotrah,” papar Raja Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X disela acara.

Menurut Sultan, identitas budaya Sagotrah ini semakin bermakna. Sebab Surakarta dan Ngayogyakarta memiliki satu lambang Dwi Naga Rasa Tunggal, dua naga yang menghadap ke arah Barat dan Timur, meski begitu, ekornya tetap bertaut menjadi satu.

Keempat entitas budaya itu disebut catur sagatra yang memiliki satu garis Trah Mataram. Karenanya entitas tersebut menjadi pewaris sah dari Budaya Mataraman

Sultan menambahkan, pergelaran kali ini menampilan kaidah-kaidah seni tari klasik yang sudah dibakukan. Beragam unsur seni yang ditarikan dapat seterusnya disajikan secara abadi.

“Selain itu kaidah tari klasik mengalir tanpa putus berkesinambungan hanyut dalam karakteristiknya yang mbanyu mili,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan (disbud) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengungkapkan pergelaran ini digelar pertama kali sejak pandemi. Kolaborasi terakhir digelar pada 2019 silam dan sempat vakum selama dua tahun.

“Masing-masing tarian yang ditampilkan sangat istimewa dan sarat makna,” jelasnya.

Dian menambahkan kegiatan tersebut sangat penting untuk melestarikan warisan budaya. Selain itu mengenalkan khasanah budaya di Yogyakarta dan Surakarta secara luas pada masyarakat.

Apalagi empat Kraton dinasti Mataram di Yogyakarta dan Surakarta menjaga dan melestarikan budaya yang diwariskan leluhur. Karenanya diharapkan gelar budaya ini menjadi salah satu pusat pengembangan budaya.

“Ini menjadi momentum yang sangat strategis dan tepat mengenalkan warisan budaya berupa seni tari yang harus dilestarikan oleh semua pihak,” tandasnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sebelum Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Mandala Krida, Edy Wahyudi Pensiun Dini dari PNS

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2022 oleh

Tags: kasunanan surakartakeraton YogyakartamangkunegaraMataram Islampakualamsultan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang?

18 Desember 2025
jogja, kraton jogja.MOJOK.CO

Ketika Polemik Hak Sewa Tanah Bikin Diponegoro Balik Arah Melawan Kraton Jogja

26 Januari 2025
Plengkung Gading Jogja Ditutup, “Takhta untuk Rakyat” Mati MOJOK.CO

Plengkung Gading Jogja yang Ditutup, “Takhta untuk Rakyat” yang Mati

21 Januari 2025
Keraton Yogyakarta Menggusur Warga, Bikin Jogja Tak Lagi Sama! MOJOK.CO

Tembok Besar dan Berwarna Putih Milik Keraton Yogyakarta yang Menggusur Rumah Warga Membuat Jogja Tidak Lagi Terasa Seperti Rumah

8 April 2024
Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro MOJOK.CO

Traumanya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, Tak Mau Lagi Pakai Nama Diponegoro

30 Maret 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.