Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Bioskop Permata, Andalan Muda-mudi Jogja pada Zamannya yang akan Menjadi Pusat Perfilman

Kenia Intan oleh Kenia Intan
15 Agustus 2023
A A
Bioskop Permata

Bioskop Permata saat Festival Film Dokumenter 2022 (Dok:ffd.or.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kejayaan yang tak bertahan selamanya

Bioskop lawas ini mengalami masa jaya di sekitar 1970-an hingga 1990-an. Di era kejayaan itu, Bioskop Permata mampu mempekerjakan hingga 22 orang. Selain itu ada lima jam pemutaran film yakni 10.00 WIB, 11.00 WIB, 15.00 WIB, 17.00 WIB, 19.00 WIB, dan 21.00 WIB. Bahkan, sempat ada pemutaran pukul 09.00 WIB ketika ada kebijakan kewajiban anak sekolah menonton film saat Orba.

Tahun keemasan ini tidak lepas dari upaya Orde Baru yang ingin menghapus jejak Orde Lama melalui media film. Oleh karena itu, di masa ini bioskop mendapat ratusan pasokan film. Akses ke film-film barat pun jauh lebih mudah.

Sayang, masa kejayaan itu tidak bertahan selamanya. Mulai 1990-an Bioskop Permata perlahan mengalami penurunan popularitas seiring munculnya kehadiran jaringan bioskop modern Studio 21 dan maraknya pembajakan film. Bioskop Permata pun kian sepi. Benar-benar hanya segelintir orang saja yang mengunjungi bioskop tersebut hingga mereka tidak mampu membayar sewa gedung. Bioskop berusia puluhan itu akhirnya harus gulung tikar di 2012.

Menanti wajah baru Bioskop Permata

Belasan tahun mati, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Kebudayaan sempat melakukan rehabilitasi bangunan baik dari sisi eksterior maupun interior pada 2018. Pada waktu itu, gedung eks Bioskop Permata yang bersejarah rencananya akan dijadikan pusat perkembangan film di Yogyakarta.

Di 2019, pemerintah bahkan sudah melakukan pengerjaan bagian interior agar gedung itu bisa dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan masa kini. Beberapa rehabilitasi yang dikerjakan antara lain pekerjaan pondasi, pekerjaan konstruksi baja, pekerjaan dinding partisi dan plafon, pekerjaan lantai kayu dan pekerjaan elektrikal. Seluruh pembiayaannya menggunakan dana keistimewaan DIY.

Secara fisik gedung dengan corak belanda yang khas itu memang tampak baik-baik saja. Namun secara fungsinya, hingga saat ini belum ada kejelasan. Memang, Puro Pakualaman sebagai pemilik asetlah yang berhak menentukan bangunan itu. Beberapa tahun lalu Puro Pakualaman pun sempat memberi arahan untuk menjadikan gedung lawas itu sebagian perkembangan film di Indonesia. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi atas arahan tersebut.

Eks bioskop yang terletak tepat di pertigaan itu sempat hidup kembali pada 2022 ketika menjadi salah satu lokasi pemutaran film-film Festival Film Dokumenter (FFD) 2022. Setelahnya, gedung eks Bioskop Permata itu kembali menjadi bangunan mangkrak. Gagah, tapi tidak memiliki fungsi.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Riwayat 5 Bioskop Mati di Jogja, Ada yang Berubah Jadi Teras Malioboro

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2023 oleh

Tags: bioskop JogjaBioskop PermataFilm
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO
Pendidikan

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO
Seni

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO
Kilas

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Na Willa, film anak yang obati inner child
Seni

‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.