Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bertambah 28 Ton Setiap Hari Selama Libur Lebaran, Sampah Berserakan di Trotoar Malioboro

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
1 Mei 2023
A A
Bertambah 28 Ton Per Hari Selama Libur Lebaran, Sampah Berserakan di Trotoar Malioboro. MOJOK.CO

Sampah-sampah berserakan di kawasan Malioboro selama libur Lebaran 2023 ini. (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Libur panjang Lebaran sepekan terakhir tak hanya mendatangkan lebih dari 5,9 juta pemudik yang masuk ke Yogyakarta. Namun, dampak timbunan sampah pun jadi persoalan serius yang harus dihadapi kota ini.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat, ada peningkatan sekitar 28 ton sampah per hari di Kota Yogyakarta selama periode 19-26 April 2023. Padahal sebelum Lebaran, volume sampah di Kota Yogyakarta sudah mencapai 238 ton setiap harinya. Dengan tambahan sekitar 28 ton sampah baru selama Liburan, maka sampah yang di Kota Yogyakarta selama libur Lebaran ini rata-rata mencapai 267 ton per hari.

Iklan

Malioboro menjadi salah satu kawasan yang penuh tumpukan sampah. Meski tempat sampah sudah tersedia, sampah-sampah masih terlihat berserakan di sepanjang trotoar Malioboro.

Banyak wisatawan dan pengunjung Malioboro yang membuang sampah di trotoar karena tempat sampah di kawasan tersebut tidak mampu menampung. Kebanyakan sampah merupakan bekas makanan dan minuman pengunjung yang membeli penganan dan minuman dari pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan sekitar trotoar. Meski sebenarnya ada larangan PKL berjualan di kawasan pejalan kaki tersebut.

Penjabat (pj) Walikota Yogyakarta, Sumardi, Minggu (30/04/2023) mengakui terjadi penumpukan sampah yang luar biasa selama libur Lebaran 2023 ini. Termasuk di kawasan Malioboro yang menjadi kawasan favorit wisatawan selama libur Lebaran.

“Wisatawan datang terus bawa sampah ya itu konsekuensi bagi kita,” ujarnya.

Sumadi menyatakan, pihaknya menyayangkan PKL yang nekat berjualan di sepanjang Malioboro.  Padahal Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta sudah melarang mereka berjualan di trotoar sejak Februari 2022 lalu.

Namun, menurut Sumadi, momen Lebaran menjadi alasan sejumlah PKL untuk kembali berjualan di trotoar demi meraup keuntungan. Akhirnya sampah-sampah meluber di trotoar.

“Teman teman UPT [malioboro] selalu menghimbau, mengedukasi masyarakat dan PKL untuk steril dari jualan [di trotoar] dulu. Jangan sampai malah jualan gitu [karena banyak wisatawan], malah [Malioboro jadi] kotor,” tandasnya.

Tambah volume pengangkutan sampah selama libur Lebaran

Untuk mengatasi tumpukan sampah di Malioboro, lanjut Sumadi, Pemkot Yogyakarta pun akhirnya menambah volume pengambilan sampah. Kalau biasanya pengambilan sampah dilakukan pada pagi hari, maka selama libur Lebaran ini pada pagi dan sore hari.

Kebijakan ini berlaku hingga Senin (01/05/2023). Sebab diperkirakan masih ada wisatawan yang berlibur di Kota Yogyakarta hingga pekan depan.

“Karenanya kita tambah volume kerja pengambilan sampah, ini yang memungkinkan. Kita bersihkan gitu aja dari teman teman lingkungan hidup,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko menjelaskan, peningkatan produksi sampah paling banyak memang dari kawasan wisata seperti di Malioboro. Di kawasan Malioboro misalnya, tercatat rata-rata sampah mencapai 12 ton per hari.

“Jika dibandingkan saat libur lebaran tahun lalu volume sampah terbilang menurun. Peningkatan volume sampah saat itu bahkan menyentuh 100 ton per hari. Sementara libur Lebaran tahun ini hanya meningkat sebanyak 28 ton per hari,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Daerah Terpadat di Yogyakarta, Ngampilan Punya 15 Ribu Penduduk dalam Area yang Sempit dan tulisan menarik lainnya di kanal Kilas.

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2023 oleh

Tags: libur lebaranmalioborosampahwisata jogja
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO
Kabar

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO
Kuliner

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO
Esai

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.