Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Balada Kernet Truk Tangki Pertamina

Mohammad Iwan oleh Mohammad Iwan
28 Juli 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang laki-laki tinggi besar melompat dari kabin truk, memakai setelan celana jeans dan kemeja kotak-kotak tanpa lengan, ototnya terlihat menyembul keluar. Macho, meeen!

Adegan awal sebuah iklan minuman berenergi itu dulu kerap mengisi layar kaca di rumah kita.

Iklan

Dulu, sopir truk memang identik dengan badan besar. La, kalau kecil, dijamin nggak bakal sanggup memutar setir yang ukurannya segede tampah itu. Apalagi dulu mobil-mobil besar sistem kemudinya belum memakai teknologi power steering. Pernah nonton film Speed, kan? Ingat waktu Sandra Bullock kewalahan membelokkan bus yang ia kemudikan sampai harus dibantu Keanu Reeves? Sangking beratnya itu setir, broh.

Itu baru bus. Apalagi truk yang bobotnya bisa dua atau tiga kali lipatnya.

Tapi sekarang, sopir truk nggak perlu berbadan besar. Sistem kemudinya sudah power steering: ringan, nggak jauh beda sama Avanza. Parkir bisa dengan satu tangan. Lingkar setirnya juga udah nggak segede tampah.

Hanya saja memang nggak semua orang bisa mengemudikan truk kalau belum terbiasa, meskipun sudah mahir mengemudikan mobil Avanza dan sejenisnya. Untuk belok saja, truk perlu haluan yang lebih lebar agar ban belakang mobil nggak keluar dari badan jalan. Apalagi trailer. Truk trailer itu kalau parkir mundur, setirnya kita putar ke kanan, buntut mobilnya ke kiri.

Saya termasuk orang yang beruntung memiliki kesempatan mengemudikan truk trailer. Meskipun sejujurnya saya nggak pernah mimpi bisa nyetir truk. Jangankan truk atau mobil, nyetir bajaj aja nggak pernah kepikiran. Bisa mengendarai motor saja sudah syukur.

Semua bermula saat saya kena PHK dari pabrik garmen tempat saya bekerja saat itu. Tahu saya sedang menganggur dan butuh dana untuk biaya kuliah, seorang teman menawarkan bekerja sebagai kernet paruh waktu mobil tangki Pertamina. Tanpa pikir panjang saya langsung menerima tawaran itu.

Dasar nasib baik lagi berpihak, bukannya jadi kernet freelance, saya malah ditawarkan untuk menjadi tenaga kontrak salah satu anak perusahaan Pertamina dengan gaji yang lumayan. Saat itu Pertamina tengah membuat terobosan dengan mengeluarkan 20 unit mobil tangki yang didesain khusus dengan sistem komputer, cikal bakal perusahaan Patra Niaga yang saat ini tengah didemo sebagian karyawannya karena pemecatan sepihak oleh vendor yang dikontraknya.

Singkat cerita, setelah wawancara, diterimalah saya jadi karyawan kontrak di salah satu anak perusahaan BUMN yang dulu berlogo kuda laut itu. Ditandai dengan diberikannya seragam khas Awak Mobil Tangki (AMT) lengkap dengan helm dan sepatu septi.

Awal kerja sebagai AMT, jangankan mengemudikan mobil, disuruh mencabut anak kunci mobil tangki dari lubang kuncinya saja saya butuh waktu satu jam.

Itu pun setelah saya nggak sengaja menyentuh tombol kecil khusus untuk melepaskan anak kunci dari lubangnya. Ndesooo, ndesooo ….

Bertahun berlalu. Sekarang, setiap hari saya mengendarai mobil truk yang kabin dan tangkinya bisa dilepas itu, yang panjangnya nyaris sepanjang rumah KPR yang saat ini saya tempati. Beneran. Nggak percaya? Silakan ukur sendiri.

Kalau Iqbal Aji Daryono sopir truk yang cuma memiliki SIM A, saya tiap hari mengendarai truk besar itu tanpa SIM. Lo, kok bisa? Ya bisalah, wong cuma sebatas ngantre dan memasukkan mobil ke dalam depot untuk diisi tangki besarnya dengan produk Pertamina. Setelah itu, saya jadi bos, duduk di samping Pak Sopir sambil buka gawai membaca Mojok.co.

Iklan

La, situ kernetnya?

Ho’oh.

Adakah profesi yang lebih membahagiakan dari menjadi seorang kernet truk tangki? Keliling Jabodetabek sambil bermain gawai, update status di media sosial, kalau ngantuk tinggal merem diam-diam. Hehe.

Sebenarnya mata seorang kernet dibutuhkan untuk melihat bagian depan sebelah kiri yang kadang luput dari penglihatan sopir. Kalian yang suka selap-selip saat naik motor, hati-hati! Jangan sekali-sekali memotong dari sebelah kiri truk kalau nggak mau dicium bemper truk.

Itulah makanya kebanyakan sopir sering kesal dan mengumpat “Dasar kernet. Bukan orang!” ketika menyadari orang di sebelah kirinya tengah pulas tertidur dengan kepala tergolek dan mulut menganga Nggak usah dibayangin.

Di mata sopir, kernet memang bukan orang. Pernah seorang pengawas armada di tempat saya bekerja mencari salah seorang karyawan dan bertanya kepada sopir yang mobilnya terpakir, “Di mobil ada siapa?”

“Ngfak ada orang, Pak,” jawab si sopir.

“Lo, itu siapa?”

“Oh, itu kernet saya.”

Asem … asem …. dikira saya temennya B.J, kali. Tahu B.J., kan? Itu lo, film yang populer di tahun ‘80-an. Tentang sopir truk ganteng bernama Billie “Joe” McKay (disingkat B.J.) yang selalu pamer bulu dada dan didampingi teman sejatinya, Bear. Bear juga ganteng, bahkan bulunya nggak cuma di dada, tapi di sekujur tubuhnya sampai ke muka. Yaeyalah, Bear kan nyemot.

Sopir ya begitu itu kelakuannya, memperlakukan kernet seenak bodongnya. Suka lupa dengan job desc kernet. Entahlah, mereka mungkin membawa dendam turunan, sebab hampir semua sopir truk sebelumnya pernah jadi kernet. Kalau nggak jadi kernet mana bisa mereka langsung nyetir mobil segede gerbong kereta begitu. Sependek pengetahuan saya, belum ada sekolah khusus mengemudi truk.

Suatu ketika manajer saya menawari saya menjadi sopir. Dengan halus saya menolak. Selain mata saya yang silinder dan minus, saya punya alasan lain. Ketika didesak untuk menyebutkan alasan lain itu, saya terpaksa menjawab.

“Saya ingin merawat cita-cita saya, Pak. Profesi sopir kan udah mentok, nyaris nggak ada peningkatan profesi. Nggak punya cita-cita lagi.”

“Memang cita-cita kamu apa?”

“Ya jadi sopir, Pak! Apa lagi?”

“Hahaha. Dasar Betawi gemblung!” semprot Manajer saya dengan logat Jawanya sambil terbahak-bahak.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2017 oleh

Tags: KernetPertaminasopirTruk
Mohammad Iwan

Mohammad Iwan

Artikel Terkait

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO
Cuan

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO
Kilas

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.