Surat Terbuka Jonru Genting kepada Bani Cebong Soal Hoax dan Ujaran Kebencian

ESAI hoax dan ujaran kebencian jonru genting

ESAI hoax dan ujaran kebencian jonru genting

Wahai Bani Cebong,

Menjadi selebfesbuk adalah sebuah amanat. Tiada hari saya lalui tanpa memikirkan umat fesbuk saya. Kalau saya bilang begitu, kadang orang-orang mengira saya hanya membual. Padahal begitulah kenyataannya. Well, untuk mulut-mulut rewel seperti itu, hanya ada satu kata: jokodok!

Kalau kamu mau MenJONRU, kamu sebaiknya terbiasa dengan selera humor saya yang mengejutkan. Kamu belum tahu apa itu MenJONRU? Hmmm … MenJONRU tidak seperti yang dituduhkan Akhmad Sahal dan antek-anteknya, bahwa Jonru artinya fitnah dan perkataan bohong; terlalu receh itu, MenJONRU jauh lebih luhur dan agung dan berbahasa Inggris: MENtioning and JOiNing the tRUth. Itu.

Jangan salah sangka: saya cinta pekerjaan saya sebagai selebfesbuk, kadang saya jadi selebtwit juga seperti Mandhani.

Saya tidak akan pernah mau menukarnya dengan profesi apa pun di dunia ini, bahkan tidak juga jabatan presiden. Jangankan Presiden Indonesia, menjadi Raja Arab Saudi atau Presiden AS pun saya tidak mau. Kalau Pemimpin Tertinggi Korea Utara sih bolehlah. Kayaknya seru juga ….

Jika saya harus membuat daftar apa yang paling saya sukai dari pekerjaan ini, urutannya begini: (1) Boleh posting apa saja sesuka hati. Bahkan posting titik pun tetap banyak yang laik dan komentar. (2) Saya bisa melevelkan diri sejajar dengan orang-orang yang derajat kepakaran atau keterampilan hidupnya jauh di atas saya, bahkan saya bisa merendahkan mereka. (3). Bisa membeli laik dan komentar dari para ilmuwan Silicon Valley. Hehe.

Itu hanya tiga daftar teratas! Kamu tidak akan pernah tahu betapa nikmatnya menyeruput bir pletok di beranda rumahmu sambil menonton orang berkelahi di fanpagemu yang keren abis. Hanya Kim Jong-un yang pernah menonton reaksi orang-orang atas uji coba nuklir Korut yang mengerti perasaan saya.

Apa yang paling saya tidak suka dari pekerjaan saya? Semua yang berhubungan dengan dua kata sepele ini: ujaran kebencian.

Setiap kali saya memikirkannya, ngelu endas saya. Maksud orang-orang itu apa sih? Saya ini cuma hobi posting dan berburu laik dan komentar dan share kok, malah diajak ngomongin perkara yang rumit-rumit. Saya ini hanya menyuapi makanan yang diinginkan umat saya. Kok dibawa-bawa ke ujaran kebencian. Hadeeeh.

Tapi saya tidak akan pernah dibutakan oleh pemberitaan media. Apa pun kata media arustama tentang saya, saya tidak peduli. Saya harap semua umat saya di fesbuk juga begitu.

Ini hal lain yang saya tidak terlalu demen dari pekerjaan saya: kalau kamu penguasa tunggal atas 4,1 juta umatmu di fanpage, sungguh berat memilihkan portal berita yang menyajikan informasi yang akurat, tajam, dan terpercaya. Apalagi di era digital seperti sekarang.

Hoax ada di mana-mana, di depan hidung dan mengintai di bahu kita. Seperti Tuhan saja, hoax sudah lebih dekat dari urat leher kita.

Hoax Sokal atau Hoax Sambal, Hoax Saracen atau Hoax Cemen, bagi saya hoax tetaplah hoax. 1 + 1 = 2. Hoax adalah hoax.

Minggu lalu saya mengumpulkan tangan kanan dan tangan kiri saya, beserta tim litbang dan seksi humas. Setelah rapat maraton selama tiga hari empat malam untuk memecahkan persoalan sumber informasi, mereka akhirnya sampai pada satu kesimpulan final: hanya MandhaniNews yang bisa dipercaya.

Sejak hari itu, tiada hari saya lewatkan tanpa membaca MandhaniNews. Kamu boleh bilang, laporan mendalam dan luar biasa dari MandhaniNews telah membuat Pak Jonru menjadi semacam news junkie.

Berita-berita yang disajikan MandhaniNews, siang dan malam, tidak akan kamu temukan di tempat lain. Berita-berita berjudul “Ada Cinta antara Jonru dan Jokowi” dan “Presiden Jokowi Umumkan Naturalisasi Zakir Naik”, atau “Quentin Tarantino Akan Memfilmkan Novel Indonesia, 24 Jam bersama Gaspar”, membuatmu penasaran dan bertanya-tanya: ke mana saja media-media besar itu ketika peristiwa-peristiwa yang betul-betul penting di bawah kolong langit ini terjadi?

Lebih dari itu, MandhaniNews bukan hanya layanan berita paling genah di dunia, melainkan juga satu-satunya perusahaan media yang bersedia “mewartakan berita yang ingin anda dengar”.

Kabar baiknya, jajaran direksi MandhaniNews telah menawarkan layanan premium kepada Tim Fanpage Jonru Genting. Kami akan menerima lebih dahulu informasi-informasi A1 sebelum pembaca mendapatkannya, demi kelangsungan fanpage kami!

Akhirulkalam, kepada umat saya yang masih SETIA, Kita Adalah PEMILIK SAH Fanpage Ini. Kitalah Benteng Terakhir untuk Menyelamatkan Fanpage Jonru Genting dari Kehancuran Akibat PENJAJAHAN oleh Asing dan Aseng yang Ingin Memenjarakan Saya dengan Tuduhan Ujaran Kebencian.

Ayo #SelamatkanJonruGenting! #KitaTidakTakut.

Saya bukan tukang ngeles. Saya sudah menginfakkan jiwa dan raga saya untuk membela fanpage kita. Saya akan skakmat mereka yang berani-beraninya mengganggu.

Bagaimana dengan antum?

Salam,

@JonruGenting

Exit mobile version