Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Saya Merasakan Sendiri Stres Kerja di SCBD, tapi Tetap Bersyukur karena Pernah Stres Plus Dapat Upah Rendah di Jogja

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
3 April 2024
A A
SCBD dan Jogja Bikin Stres, tapi Uang Meringankan Segalanya MOJOK.CO

SCBD dan Jogja Bikin Stres, tapi Uang Meringankan Segalanya MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dewasa dalam menentukan prioritas

Kan nggak semua yang ada di SCBD Jakarta itu perlu kita ikutin alur mainnya. Ketemu atasan tengik di kantor, tinggalin. Kalau belum ada kerjaan baru, ya tahan dulu. Namanya hidup, bakal banyak nggak enaknya. Kalau banyak enaknya, biasanya itu hidup anak pejabat. Dan biasanya, lentingan ekonomi yang melibatkan uang, selalu diiringi dengan banyak hal nggak enak.

Saya ambil contoh dari cerita Ariel Noah ketika tempo waktu lalu berselisih dengan eks anggota Peterpan, Andhika. Desas-desus kenapa Andhika dikeluarkan atau mundur dari Peterpan, seperti cerita Ariel, salah satunya karena ketika nyemplung ke industri, mereka bermusik tak lagi mengutamakan passion tapi sudah mengikuti tuntutan dari industri itu sendiri. 

Ada kontrak miliaran yang harus mereka hormati. Ada kemauan brand yang harus mereka turuti. Sampai pressure dari label musik yang menaungi untuk rilis album, single, dan lain sebagainya. Singkatnya, ketika sudah berurusan dengan uang yang banyak, biasanya hidup memang jadi sedikit tidak menyenangkan. Tapi, semua akan sedikit terasa lebih mudah. Karena apa? Ya karena ada uangnya.

Di circle teman-teman kantor, asumsi saya mungkin bisa salah, cuma standar gaji mereka saya kira ada di angka Rp6 sampai Rp10 juta rupiah per bulan. Sekalipun stres atau burn out karena kerjaan, mereka punya 6-10 juta buat menghibur diri. Dan yang kayak gini nggak cuma terjadi di SCBD.

Tapi bayangkan kamu di Jogja, dengan standar gaji 2 jutaan. Kalau stres, nggak banyak yang bisa kamu lakukan selain pasrah dan ikhlas. Mungkin lalu tergerak jiwa pendekarnya untuk mulai mencari kerja sampingan. Jadi nggak heran kalau pekerja di Jogja itu punya double job. Ya gimana, kalau cuma punya 1 sumur pendapatan, seringnya nggak cukup untuk sehari-hari dan nabung.

Susahnya hidup pas-pasan karena UMR Jogja, bikin stres SCBD jadi mendingan

Mungkin banyak yang merasa cukup dengan gaji 2 jutaan di Jogja, ya alhamdulillah. Tapi seiring zaman yang makin mengerek naik semua harga kebutuhan primer, nyaris mustahil orang yang bertahan dengan gaji minimal di Jogja, bisa survive dalam waktu beberapa tahun ke depan. 

Ya mungkin bisa bertahan, tapi hidupnya serba pas-pasan yang mana hidup seperti itu adalah hidup yang tidak ideal menurut saya. Di mana-mana, hidup yang ideal adalah hidup yang berkecukupan. Nggak kaya banget, tapi juga nggak kekurangan. Tidak banyak orang yang betah hidup pas-pasan kecuali ya memang nggak ada pilihan lagi, kan.

Maka dari itu, kita tahu banyak sekali perantau yang mengadu nasib di SCBD Jakarta dan sekitarnya. Dihajarnya terik panasnya Sudirman, dihimpit macetnya Bekasi dan Ciputat, sampai basah kuyup karena hujan badainya Bogor. 

Mari mengadu nasib, berusaha sekeras mungkin

Saya nggak lagi mencoba mengglorifikasi hidup di Jabodetabek atau lingkaran SCBD. Cuma, dengan semua kesempatan yang ada di sini, agaknya bertarung di kawasan ini cukup menarik peluangnya ketimbang bertarung di kota-kota macam Jogja dan sekitarnya. 

Lagipula, Jogja romantis kan sebenarnya perspektif turisme saja hehehe. Kalau kamu tiap bulan cuma dapat gaji bersih Rp2 juta, sulit buat meromantisasi keadaan, meski ya nggak mustahil juga tapi uabotttt, lik.

Betul belaka bahwa kita memang harus bersyukur berapa saja yang kita dapat saat mencari nafkah. Tapi satu yang perlu diingat, keluarga kita berhak mendapatkan yang terbaik. Apalagi kalau kamu seperti saya, pria dewasa yang sudah punya istri dan keluarga. Agaknya sebagai kepala keluarga, nyaris mustahil ada yang mau anak-istrinya hidup pas-pasan dan memaksa mereka bersyukur.

Jadi ya akhir kata, apapun itu, perspektif kalian soal gaji SCBD atau gaji Jogja, satu yang terpenting, jangan ragu buat mengadu nasib dengan sengit. Sebab seperti kata Syahrir, hidup yang tak dipertaruhkan, konon, tidak layak untuk dimenangkan.

Penulis: Isidorus Rio

Editor: Yamadipati Seno

Iklan

BACA JUGA SCBD Adalah Tempatnya Orang Selingkuh Malah Diromantisisasi, Bikin Culture Shock Orang Jogja yang Kerja di Jakarta dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 April 2024 oleh

Tags: gaji SCBDjakartaJogjaSCBDSCBD Jakartaumr jogja
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.