Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Kenapa Sabar dan Ikhlas Itu Kekuatan dan Bukan Kelemahan

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
13 September 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sabar dan ikhlas itu kekuatan. Kekuatan menahan gejolak hawa nafsu. Masalahnya kita sering luput kalau kekuatan ini sering diartikan juga sebagai kelemahan.

“Bu Lia memang luar biasa sabar dan ikhlas jadi PNS. Kemarin di hadapan Pak Bupati dimarahin habis-habisan bisa diem aja. Nggak bantah apa-apa. Padahal lumayan parah juga itu Bu Lia dimarahin,” kata Fanshuri mengawali cerita sembari main catur bersama Gus Mut.

Gus Mut masih berpikir menjalankan kuda karena diancam oleh beteng, jadi tidak begitu memperhatikan cerita Fanshuri.

“Gus?”

“Hah?” tanya Gus Mut bingung.

“Denger nggak tadi saya ngomong apa?” kata Fanshuri.

“Denger kok, denger aku,” kata Gus Mut.

“Lha kok nggak komentar?” tanya Fanshuri lagi.

“Ya apa yang harus dikomentari?” tanya Gus Mut balik.

“Nggak, itu lho Bu Lia kemarin dimarahin Pak Bupati sampai tetap sabar kayak gitu kan keren,” kata Fanshuri.

“Ah, itu mah wajar aja,” kata Gus Mut masih berpikir kudanya mau ditaruh ke mana.

Fanshuri agak terkejut dengan jawaban Gus Mut.

“Ma, maksudnya ‘wajar aja’ itu gimana, Gus?” tanya Fanshuri.

“Yang dilakukan Bu Lia itu sebenarnya bukan pada kategori sabar,” kata Gus Mut.

Iklan

“Lalu apa? Ya sabar dong, Gus, itu namanya. Kalau nggak sabar dan ikhlas begitu Bu Lia bisa aja balik ngamuk,” kata Fanshuri.

“Lalu kira-kira, selain perkiraanmu Bu Lia memang sabar dan ikhlas, apa yang bikin Bu Lia nggak balik marah-marah?” tanya Gus Mut.

Fanshuri berpikir sejenak.

“Hm, takut karena dia PNS sedang orang di hadapannya adalah Bupati atau atasannya paling ya?” tanya Fanshuri.

“Ya itu, bisa jadi juga bisa begitu. Soalnya sabar itu kekuatan, bukan kelemahan bukan ketakutan,” kata Gus Mut.

Fanshuri agak bingung. “Ma, maksudnya sabar dan ikhlas itu bukan kelemahan bukan ketakutan, Gus?”

“Kalau kamu lagi di angkot misalnya, terus tempat dudukmu direbut sama seorang yang badannya kekar. Orang yang kalau dalam perhitunganmu, jika berduel atau berdebat kamu memastikan dirimu bakal kalah. Akhirnya kamu menahan keinginan untuk melawan. Itu sabar atau bukan?” tanya Gus Mut.

“Ya itu sabar. Sabar dan ikhlas kursinya direbut,” jawab Fanshuri.

Gus Mut terkekeh.

“Bukan, Fan. Itu bukan sabar. Itu takut,” kata Gus Mut.

Fanshuri terheran-heran sampai melongo.

“Jadi yang dimaksud sabar itu apa?” tanya Fanshuri lagi.

“Sabar itu dari kata shabara yang punya beragam makna maupun tafsir. Bisa dimaknai sebagai orang yang melindungi orang lain, atau bisa juga dimaknai sebagai gunung. Sesuatu yang kokoh, tegar, tak tergoyahkan. Atau bisa juga dimaknai sebagai awan yang melindungi,” kata Gus Mut.

“Jadi maksudnya?” tanya Fanshuri.

“Maksudnya, sabar itu adalah kekuatan, bukan kelemahan. Orang yang kuat bagaikan gunung, tegar bagaikan karang, dan melindungi bagaikan awan dalam menghadapi situasi-situasi yang sulit. Sabar itu adalah upaya menahan gejolak nafsu, bukan memberi makan gejolak ketakutan,” kata Gus Mut.

Fanshuri masih menyimak.

“Gini, Fan. Sabar itu ketika seseorang punya kekuatan lebih tapi memilih menahan diri. Sabar adalah ketika seorang pemimpin, yang sebenarnya bisa menghukum orang lain, tapi memilih menggunakan cara selain menghukum. Jadi posisi sabar terhadap sesama makhluk itu posisi selalu lebih atas, bukan dari bawah,” kata Gus Mut.

“Jadi dalam posisi Bupati sama Bu Lia tadi, posisi Bupati itu yang tidak sabar ya, Gus?” tanya Fanshuri.

“Tepat. Bupati itu punya kekuatan dan wewenang untuk memarahi Bu Lia. Kalau dia bisa menahan diri untuk tidak marah-marah, tetap berkata santun dan sopan, nah itulah arti sabar yang sebenarnya. Karena sabar itu menandakan orang yang kuat dan tegar karena menahan gejolak nafsu sendiri. Sedangkan posisi Bu Lia itu bukan sabar, tapi takut karena posisinya memang lebih lemah,” kata Gus Mut.

Fanshuri manggut-manggut mendengarnya.

“Kalau begini, saya terhitung sabar juga nggak, Gus?” tanya Fanshuri menunjuk papan catur.

“Sabar? Sabar yang mana?” tanya Gus Mut balik.

“Ya ini, nungguin jalannya Gus Mut. Dari tadi saya udah jalan, Gus Mut malah cerita aja sampai lupa mau jalan,” kata Fanshuri.

“Oh, maaf, maaf, Fan,” kata Gus Mut sambil tertawa.


*) Diolah dari penjelasan Prof. Quraish Shihab

 

BACA JUGA Sabar itu Nggak Ada Batasnya, Kalau Ada Batasnya Itu Kebelet Namanya atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

 

Terakhir diperbarui pada 13 September 2019 oleh

Tags: IkhlasQuraish Shihabsabarsabar dan ikhlas
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Dalil Al-Qur'an dan Hadis agar manusia tak merusak alam, jawaban untuk tudingan wahabi lingkungan dari Gus Ulil ke orang-orang yang menjaga alam MOJOK.CO
Catatan

Dalil Al-Qur’an-Hadis agar Tak Merusak Alam buat Gus Ulil, Menjaga Alam bukan Wahabi Lingkungan tapi Perintah Allah dan Rasulullah

12 Desember 2025
Idul Fitri Bukan Hari Kemenangan MOJOK.CO
Ragam

Jangan Pernah Menduga Idul Fitri sebagai Hari Kemenangan

10 April 2024
Khotbah

Tak Rela Terima Sedekah karena Tak Mau Lihat Orang Lain Lebih Mulia

17 Desember 2021
Maulid Nabi Muhammad: Meneladani Nabi yang Nggak Hobi Menyalahkan dan Menghargai Perbedaan MOJOK.CO
Esai

Maulid Nabi Muhammad: Meneladani Nabi yang Nggak Hobi Menyalahkan

14 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.