Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Khotbah

Apa yang Sesungguhnya Kita Rayakan pada Hari Raya Idul Adha?

Muchtar Abbas oleh Muchtar Abbas
1 September 2017
A A
170901 KHOTBAH IDUL ADHA

170901 KHOTBAH IDUL ADHA

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dia seorang budak perempuan berkulit hitam milik Firaun yang dihadiahkan kepada Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim a.s.

Setelah Firaun berkali-kali gagal “menjamah” Siti Sarah, sebagai bentuk penghormatan dan takjubnya pada “karamah” Siti Sarah, Firaun kemudian membebaskan Siti Sarah dan menghadiahinya budak bernama Siti Hajar itu. Sejak itu dimulailah kisah Siti Hajar yang luar biasa.

Dalam status sebagai budak Siti Sarah, Siti Hajar mendapat kabar bahwa Nabi Ibrahim a.s. menerima wahyu dari Allah Swt. untuk menikahinya. Disertai syarat dari Siti Sarah: jika Siti Hajar hamil lebih dulu, ia harus rela dibuang ke tempat terpencil yang tidak ada manusia.

Maka, terjadilah kisah yang umumnya kita sudah tahu. Penderitaan Siti Hajar sendirian bersama bayinya Ismail di padang pasir terpencil yang tidak ada sumber air dan tidak ada manusia seorang pun. Semua itu dia jalani semata-mata karena menuruti kata-kata suaminya, Nabi Ibrahim yang mendapat perintah Allah. Perintah yang sesungguhnya Allah tujukan kepada Nabi Ibrahim, tetapi penderitaan terberatnya harus ditanggung Siti Hajar.

Dengan kesusahan yang luar biasa, Siti Hajar membesarkan sendiri bayinya.

Setelah Ismail tumbuh besar dengan jerih payahnya sendiri di tempat yang terpencil itu, Nabi Ibrahim datang menjenguk mereka, kali ini dengan membawa wahyu yang lebih “gila” dari Tuhan. Wahyu yang memerintahkan supaya Nabi Ibrahim menyembelih bayinya: Ismail, yang saat itu masih kanak-kanak tak berdosa.

Ada ulama yang berani berkata: “Bayangkanlah penderitaan Siti Hajar saat itu, sebagai seorang ibu, yang ‘dibuang’ saat mengandung Ismail dan berhasil membesarkannya sendiri. Kini ia harus rela bayinya yang tak berdosa disembelih. Ia tidak pernah diajak berdialog, dimintai pertimbangan, atau diberi wahyu oleh Tuhan Ibrahim, walau sesungguhnya ialah yang paling menderita karena ‘konspirasi suci’ antara suami dan Tuhannya.”

Ulama ini mengatakan, Siti Hajar adalah seorang perempuan, seorang manusia biasa, yang kemuliaannya melebihi nabi dan rasul. Tuhan pun malu kepadanya sehingga memerintahkan Nabi Ibrahim menghadapkan rumah-Nya, baitullah, ke pangkuan Siti Hajar (Hijir Ismail).

Pangkuan Siti Hajar adalah simbol dari luasnya hati seorang manusia biasa yang bersedia menampung dan menanggung segala skenario ilahiah. Sehingga tertulislah dalam sejarah umat manusia, salah satu kisah kemuliaan dan kebesaran hati ada pada seorang perempuan biasa, yang bukanlah seorang nabi ataupun rasul, melainkan seorang istri dan ibu yang bersedia dengan tabah menanggung semua skenario Allah.

Inilah kisah Siti Hajar, seorang istri, seorang ibu, seorang manusia biasa.

Bisa kita simpulkan, Idul Adha/Idul Kurban adalah hari yang memperingatkan kita mengenai kemuliaan, kebesaran dan keluasan hati, dan ketabahan perempuan sebagai ibu. Idul Adha bukan sekadar hari raya hewan gembala yang dikurbankan, seperti yang diterangkan oleh beberapa pemuka agama kita. (Maaf, mungkin karena mereka korban juga. Korban dari pemahaman dangkal, yang tidak mampu menangkap inti hakikat ajaran mulia dari agama suci sehingga tergelincir hanya mampu meniru budaya kulit luar saja.)

Selamat Hari Raya Idul Adha. Hormati perempuan, sebagai istri, sebagai manusia biasa, sebagai ibunda … ibunda kemanusiaan kita semua.

Terakhir diperbarui pada 1 September 2017 oleh

Tags: ibrahimIdul AdhaSiti Hajarsiti sarah
Muchtar Abbas

Muchtar Abbas

Artikel Terkait

Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
garebeg besar mojok.co
Sosial

Ironi Ngalap Berkah Garebeg Besar Idul Adha, Sejumlah Warga Justru Kecopetan

29 Juni 2023
Mendengar Mereka yang Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal . MOJOK.CO
Kilas

Mendengar Mereka yang Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal 

29 Juni 2023
Culture Shock Mahasiswa Indonesia Merayakan Idul Adha di Mesir. MOJOK.CO
Kilas

Culture Shock Mahasiswa Indonesia Merayakan Idul Adha di Mesir

29 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.