Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai Kepala Suku

Jika Prabowo Gandeng Salim Segaf, Tiga Nama Ini Makin Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi

Puthut EA oleh Puthut EA
31 Juli 2018
A A
KEPALA SUKU-MOJOK

KEPALA SUKU-MOJOK

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nama Salim Segaf menyeruak sebagai cawapres Prabowo. Mendengar kabar tersebut, kira-kira, siapa yang akan digandeng Jokowi menuju babagan pilpres 2019?

Tanggal 29 dan 30 Juli ini, langkah kubu Demokrat, Gerindra, PKS, dan PAN makin solid. Secara terang dan gamblang, SBY menyatakan bergabung dengan koalisi ini dan mengusung Prabowo sebagai capres.

Dalam pernyataan yang diucapkan di depan pers, SBY pun menekankan kalau dia tidak “ngotot” untuk mengajukan AHY sebagai cawapres. Itu artinya, besar kemungkinan, cawapres Prabowo adalah Salim Segaf Aljufri, politikus dari PKS.

Nama Salim Segaf Al-Jufri santer dibicarakan publik ketika namanya dilansir oleh forum Ijtima’ Ulama sebagai salah satu nama yang direkomendasikan sebagai cawapres pendamping Prabowo. Sedangkan nama lain adalah Abdul Somad, seorang ustad yang akhir-akhir ini mencuri perhatian publik.

Namun dalam waktu singkat, Abdul Somad segera merespons bahwa dunia politik praktis bukanlah dunianya. Tapi bukan berarti dia apolitis. Sehingga dia mendukung Salim Segaf untuk diusung sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Mundurnya AHY dalam bursa pendamping kuat Prabowo menimbulkan banyak spekulasi politik. Alasannya, dalam berbagai survei, namanya mencatat perolehan sangat tinggi. Tapi, mungkin Demokrat menyadari bahwa perebutan kursi kepemimpinan nasional saat ini bukan waktu yang tepat bagi AHY.

Bisa jadi, ada kesepakatan politik bahwa kelak jika Prabowo menang, selain Demokrat mendapatkan jatah kursi menteri yang lebih banyak dibanding partai pengusung lain, Gerindra akan mendukung pencapresan AHY pada Pilpres 2024. Tentu saja, yang namanya rumor politik, tidak ada yang tahu persis. Pihak yang tahu persis hanya SBY dan Prabowo.

Menyimak peristiwa politik selama dua hari kemarin, menunjukkan Salim Segaf hampir pasti menjadi pendamping Prabowo. Pertanyaannya, jika Salim Segaf mendampingi Prabowo, siapa yang akan dipilih oleh Jokowi untuk mendampinginya?

Sikap realistis SBY tampaknya juga akan membuat Jokowi melakukan hal yang realistis pula. Pasangannya bukanlah pasangan yang mungkin paling disukainya. Bagaimanapun juga, bergabungnya Partai Demokrat ke barisan Gerindra bukan perkara sepele. Kekuatan Partai Demokrat sangat signifikan, dan figur SBY masih sangat kuat.

Untuk mengetahui sosok yang bakal dipilih Jokowi, maka kita harus tahu kelebihan Salim Segaf. Pertama, pasangan Prabowo dan Salim Segaf akan dianggap sebagai pasangan “nasionalis-religius”. Kedua, Salim Segaf punya latar belakang ulama yang kuat. Dia adalah cucu ulama besar pendiri yayasan Al-Khairat: Sayyid Idrus bin Salim Aljufrie.

Selain itu, Salim Segaf juga punya latar belakang akademik yang kuat, dia meraih gelar S1, S2, dan S3 di Universitas Islam Madinah. Ketiga, selain menjadi ketua dewan syariah PKS, dia juga mengajar di UIN Syarif Hidayatullah dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA). Dengan demikian, hal yang akan melekat di diri Salim Segaf pada masa kampanye nanti adalah seorang akademisi dan ulama, yang juga wakil dari PKS.

Dengan mempertimbangkan hal itu, maka ada tiga nama yang kemungkinan bakal diusung Jokowi.

1. Cak Imin (Muhaimin Iskandar)

Nama Cak Imin ini sebetulnya bukanlah sosok prioritas di saku Jokowi. Tapi dengan majunya Salim Segaf sebagai pendamping Prabowo, Cak Imin bisa menjadi pilihan prioritas. Hal ini lebih pada pertimbangan Salim Segaf sebagai sosok perwakilan PKS. Sementara Cak Imin punya basis dukungan kaum Nahdliyin. Sebagaimana kita ketahui, basis dukungan PKS dengan Nahdliyin sangat berbeda.

Namun Cak Imin punya kelemahan karena dia dianggap bukan ulama atau akademisi. Padahal dalam kontestasi pilpres, ada sekian banyak perdebatan dan adu argumen. Figur Cak Imin lebih kuat sebagai organisator ulung dan politikus yang terampil.

Iklan

cak imin cawapres jokowi

2. Mahfud MD

Mahfud MD bisa jadi bakal dipilih Jokowi untuk menghadang Salim Segaf. Mahfud juga identik dengan kaum Nahdliyin. Dia juga sosok akademisi yang otoritatif.

Tapi bagaimanapun juga, Mahfud bukanlah darah biru Nahdliyin. Dia juga bukan politikus yang piawai. Tentu sisi lemah Mahfud juga bakal dilihat oleh Jokowi.

mahfud md cawapres jokowi

3. TGB Zainul Majdi

Selain dua nama di atas, bisa juga Jokowi memilih Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Gubernur dua kali NTB ini bisa menjadi lawan berat bagi Salim Segaf. TGB juga seorang doktor lulusan Al-Azhar Kairo. Dia juga punya darah biru ulama. Sebagaimana banyak diketahui oleh publik, TGB merupakan cucu dari TGH Zainuddin Abdul Madjid atau biasa dikenal sebagai Tuan Guru Pancor, yang mendirikan organisasi Islam terbesar di NTB yakni Nahdlatul Wathan (NW).

Selain itu, usia TGB juga relatif muda, masih 46 tahun. Ini bakal menjadi “bonus” karena Salim Segaf berusia 64 tahun. Bonus lain adalah TGB merupakan pemimpin muda yang dianggap sukses membawa NTB lebih maju di bawah kepemimpinannya.

Namun TGB juga punya sisi lemah. Karena dia bukan merupakan representasi dari partai pendukung Jokowi. Sampai saat ini, sekalipun terkesan adem-ayem, saling desak di antara partai pendukung Jokowi untuk berebut mencalonkan cawapres, tentu masih kuat.

Masih ada 10 hari lagi, 10 hari yang akan menjadi tontonan paling menarik dalam adu manuver para politikus di negeri ini.

tgb cawapres jokowi

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2018 oleh

Tags: abdul somadahycawapres jokowicawapres prabowogerindrajokowipanPartai DemokratPilpres 2019PKSprabowoSalim Segafsbytgb
Puthut EA

Puthut EA

Kepala Suku Mojok. Anak kesayangan Tuhan.

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

Warga vs Warga, Mengapa Kekerasan di Tingkat Tapal Terus Berulang?

28 Juli 2026
Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.