Cara Cepat Menjadi Kaya

cara-cepat-kaya

Mojok Institute menggelar diskusi terbatas agar seseorang bisa cepat mendapatkan kekayaan. Diskusi dilakukan dua kali, yang pertama di kantor Mojok Institute dan yang kedua di Warung Mojok. Berikut beberapa kesimpulannya:

1. Perbaiki mental

Orang yang ingin cepat kaya harus segera tahu bahwa ‘rajin menabung’ tidak ada hubungannya dengan ‘sikap pelit’. Anda bisa rajin menabung sekaligus royal kepada keluarga dan teman, sekaligus suka bersedekah.

Pilihlah sikap: jangan pikirkan berapa yang Anda keluarkan, tapi pikirkan berapa banyak yang harus Anda dapatkan. Kalau punya uang 100.000 rupiah, jangan diirit dengan makan mie instan supaya uang tersebut bisa untuk hidup seminggu. Tapi justru Anda perlu mentraktir teman terbaik di kedai kopi yang nyaman untuk ngobrol rileks sehingga punya inspirasi mendapatkan uang begitu usai ngopi.

2. Pilihlah pasangan yang tepat

Pikirkanlah bahwa menikahi janda atau duda yang kaya bukanlah kejahatan. Terlebih ketika Anda mencintainya. Kejahatan adalah ketika Anda menikahi suami atau istri orang. Apalagi istrinya Temen Lo Mau Gw Pukul Koboy? Apa Mau Dada Lo Gw Pukul Sampe Bunyi Dug?

Memilih anak orang tajir untuk Anda nikahi juga bukan perbuatan kriminal. Lakukan atas dasar suka sama suka. Apalagi jika Anda disayang mertua yang kaya itu. Sekali lagi camkan: punya mertua tajir bukan tindakan kriminal.

Menikahi perempuan atau laki-laki mapan juga bukan hal yang buruk. Bahkan cenderung keren. Tentu Anda termasuk orang yang beruntung jika mencintai pasangan yang mapan dan dia juga mencintai Anda. Apalagi cintanya pada Anda dua kali lipat dibanding cinta Anda padanya.

3. Jangan salah memilih orangtua

Kalau tepat memilih orang tua, Anda tidak perlu menunggu dewasa dan bekerja untuk cepat menjadi kaya. Jika Anda punya orangtua seperti Dahlan Iskan, Chairul Tanjung, Jokowi, Jusuf Kalla dan sederet orang kaya lain, jelas itu menguntungkan hidup Anda dalam hubungannya dengan kekayaan.

Soal bahwa ternyata Anda bukan anak mereka atau Anda tidak bisa memilih siapa orangtua Anda, itu bukan urusan Mojok Institute. Hal tersebut semata urusan Tuhan yang Maha Esa. Coba konsultasikan dengan Dia kalau Anda masih penasaran.

Exit mobile version