Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Alasan Kenapa Pemerintah Perlu Bikin Tim Gugus Tugas Konspirasi Corona

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
23 Juli 2020
A A
Alasan Kenapa Pemerintah Perlu Bikin Tim Gugus Tugas Konspirasi Corona

Alasan Kenapa Pemerintah Perlu Bikin Tim Gugus Tugas Konspirasi Corona

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yang satu percaya corona ada, yang satunya percaya kalau corona itu konspirasi. Pemerintah perlu bikin Gugus Tugas Konspirasi Corona kalau gini caranya.

Masuknya Anji ke gelanggang pertarungan melawan sekumpulan orang yang percaya bahwa virus corona itu sangat berbahaya menjadi peringatan penting buat Pemerintah Indonesia. Bahwa selain adanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Indonesia memerlukan Gugus Tugas Konspirasi COVID-19 atau Corona.

Iklan

Melihat animo masyarakat akan konspirasi di tengah pandemi saat ini. Pemerintah seharusnya bisa lebih peka menangkap dinamika yang terjadi.

Walau beberapa waktu lalu Pak Jokowi sudah membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan menggantinya menjadi Komite Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, saya melihat pergantian tongkat estafet tersebut tidak akan banyak perbedaan.

Alih-alih kali ini cuma ditambah embel-embel yang lebih vulgar. Ada kata ekonominya dan para menteri berjubel masuk menjadi pengambil kebijakan.

Perubahan itu tidak diiringi dengan melihat melalui kacamata akar rumput yang faktanya telah terjadi perpecahan yang konyol. Soalnya, saat ini masyarakat Indonesia terpecah menjadi dua kubu.

Kubu pertama percaya bahwa corona itu ada dan sangat berbahaya. Sedangkan kubu kedua yakin bahwa corona itu tidak semengerikan itu dan menganggap ada konspirasi besar di dalamnya.

Kubu pertama jumlahnya banyak. Sedangkan kubu kedua pada akhirnya jumlahnya meningkat seiring waktu. Perdebatan akhirnya berjalan dengan topik begitu-begitu saja. Yang terbaru, opini Anji mecungul ke permukaan. Lagi dan lagi. Hanya seputar corona itu berbahaya atau tidak? Fakta atau konspirasi? Aelah, basi!

Padahal jawaban dari perdebatan membosankan itu jelas. Corona itu tidak cuma ada di Indonesia. Ia ada di semua negara. Kaya atau miskin. Maju atau kuno. Corona itu ada.

Soal berbahaya atau tidak. Tentu berbahaya ketika yang mati gara-gara corona tidak hanya berpusat di sekitar Indonesia. Semua negara merasakan kematian warganya gara-gara corona. Hampir semua negara juga mengakui bahwa corona itu ada dan berlipatganda.

Lantas apakah Indonesia harus tampil beda dengan menganggap corona itu hanya debu yang kalau ditiup akan hilang?

Apakah Indonesia harus jadi agak edgy dengan lebih percaya apa yang dituturkan Lord Jerinx atau dengan seorang musikus yang nulis o dan i saja malas padahal nulis kepsyen panjang bisa? Apakah Indonesia harus mengambil sikap berdasarkan isi podcast Om Deddy bersama Young Lex?

Kita dengan sikap cemas begini saja jumlah yang positif masih terus naik kok, apalagi jika hanya berpatokan pada pendapat yang didasarkan katanya, perasaan saya, blog abal-abal yang itu, dan dari akun YouTube yang ini.

Indonesia saat ini tidak hanya berperang melawan pandemi yang bernama corona. Tapi juga melawan pandemi yang bernama kebodohan.

Iklan

Dan guna mengatasi pandemi tipe lain tersebut, alih-alih cepat meredupkannya, Pemerintah justru ikut-ikutan terjangkit melalui influence-nya. Sang musisi yang nulis kata “covid” aja malas. Padahal jelas, foto yang dipermasalahkan sang musisi itu adalah karya jurnalistik yang keabsahannya bisa dipertanggungjawabkan.

Oke, oke, di satu sisi apa yang dilakukan Anji baru-baru ini memang sepatutnya kita tiru. Khususnya dalam hal keteguhannya sebagai seorang anti-buzzer dan critical thinking-nya yang luar biasa.

Saking antinya sama buzzer, Anji sudah bisa menebak bahwa viralnya foto jenazah yang berbalut plastik adalah tipu daya buzzer. Rasa curiga blio bagus, tapi ya diselidiki dulu kek asal-usul foto tersebut baru ngasih opini. Sikap Anji terhadap buzzer-nya emang bagus, cuma eksekusinya berantakan.

Sekalipun saya berbeda pendapat, bagi saya apa yang dilakukan seorang Anji sah-sah saja. Itu adalah haknya dalam menyampaikan pendapat. Begitu juga seperti apa yang dilakukan seorang Jerinx, dan juga Young Lex.

Bahkan berkat mereka, banyak artis dan masyarakat biasa lainnya yang akhirnya ikut-ikutan sepemikiran dengan mereka. Mmm, mirip-mirip kerja buzzer/influence ni Bang Anji. Seperti ada Key Opinion Leader. Orang macam Bang Anji pasti mengerti.

Andai saja pemerintah peka, seharusnya orang-orang macam Anji, Jerinx, dan Young Lex ini sebaiknya dikumpulkan dalam satu wadah bernama Gugus Tugas Konspirasi COVID-19. Berdayakan mereka sebaik-baiknya.

Kasih mereka tugas untuk mensosialisasikan teori konspirasi corona yang mereka percayai ke jamaahnya dan terjun langsung ke lapangan guna membuktikan teorinya itu.

Indonesia tentu sangat memegang teguh kalimat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan dengan adanya Gugus Tugas Konspirasi, mereka-mereka yang percaya bahwa corona adalah konspirasi bisa mendapat keadilan. Bahwa pikiran dan suara mereka juga didengar sama pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga bisa memanfaatkan mereka yang tidak percaya bahwa corona berbahaya dengan meletakkan mereka ke garda terdepan. Biarkan mereka membantu para nakes dan melihat para korban secara langsung—kalau perlu tanpa proteksi apa pun.

Jangan sampai, hanya karena ada pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka mereka harus kena(lan) dulu baru mau sadar betulan.

Apalagi, dengan adanya Gugus Tugas Konspirasi COVID-19, saya yakin dana kesehatan yang sering dikeluhkan Pak Jokowi lambat terserap itu akan seketika melonjak cepat serapannya. Pasien akan bertambah bekali-kali lipat. Win-win solution yang menarik. Pemerintah untung, jamaah konspirasi buntung.

Selain itu, Gugus Tugas Konspirasi ini bisa diberdayakan dengan mengirim mereka ke Brazil, Amerika Serikat, India, Rusia, dan Afrika Selatan. Tugaskan langsung mereka untuk membantu para tenaga kesehatan di rumah sakit-rumah sakit yang merawat pasien corona.

Selain bermanfaat guna meningkatkan hubungan bilateral, tentu Gugus Tugas Konspirasi bisa sambil melihat realitas, apakah teori yang mereka agungkan itu nyata atau hanya fiksi belaka.

BACA JUGA Kasus Anji Merupakan Potret Keberhasilan Program Ekonomi Kreatif Era Jokowi atau tulisan Muhammad Farid Hermawan.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2020 oleh

Tags: anjigugus tugasjerinxkonspirasi corona
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Manusia. Tinggal di Kalimantan Selatan.

Artikel Terkait

A-Z Masalah UU ITE: Panduan Memahami Masalah UU ITE yang Banyak Banget MOJOK.CO
Esai

A-Z Masalah UU ITE: Panduan Memahami Masalah UU ITE yang Banyak Banget

29 September 2021
Nora Tidak Menjinakkan Jerinx, tapi Dia Memberi Cinta dalam Bentuk Pilihan MOJOK.CO
Pojokan

Nora Tidak Menjinakkan Jerinx, tapi Dia Memberi Cinta dalam Bentuk Pilihan

15 Agustus 2021
Jerinx Bebas dari Penjara dan Ini 6 Musisi yang Bisa Diajak Kolaborasi karena Senasib
Pojokan

Jerinx Kali Ini Dipolisikan Adam Deni: Ini Orang Emang Nggak Ada Kapok-kapoknya

11 Juli 2021
jerinx
Pojokan

4 Hal Menarik yang Sebaiknya Dilakukan Jerinx Setelah Bebas dari Penjara

8 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026
Punya rumah dengan gazebo di halaman: tempat terbaik untuk me time hingga deep talk MOJOK.CO

Punya Gazebo di Halaman: Meski Rumah Tak Megah tapi Bikin Betah karena Jadi Spot Terbaik Relaksasi dan Macam-macam Fungsi

18 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.