MOJOK.COSebelum 2020 lewat, berikut ini ada lima drakor terbaik sepanjang 2020 hasil pilihan bunda-bunda salehah. Plus hikmahnya dong.

Tahun pagebluk 2020 ini menjadi tahun yang cukup moncer bagi industri drama Korea. Netflix, sebagai salah satu platform penyedia konten hiburan, mencatatkan penambahan 28 juta pengguna baru selama tahun 2020.

Sejak serial asli Netflix pertama dari Korea Selatan, Kingdom, tayang pada Januari 2019 dan berhasil menjadi hits internasional, Netflix mulai ekspansi besar-besaran ke industri drama Korea. Bersaing dengan Viu dan beberapa aplikasi streaming lain, Netflix membuat drama Korea lebih mudah diakses secara legal dengan subtitel yang bagus dan cepat.

Karena itulah, hari-hari kita yang hampir setahun terakhir ini diwarnai dengan tagar #dirumahaja terasa sedikit lebih mendingan dengan beragam hiburan yang bisa diakses dari genggaman tangan. Kita tak lagi harus marah-marah saban hari karena kesal dengan kualitas sinetron dalam negeri yang tak kunjung mengalami perbaikan.

Ya gimana, dari dulu nasib perempuan baik-baik dalam sinetron Indonesia selalu sengsara dan tidak berdaya. Belum lagi akting dramatis dan efek bombastis yang terlihat sangat wagu dan membuat kita merasa malu sendiri saat menontonnya.

Tuntutan kita akan hiburan yang memenuhi hasrat visual estetik serta alur cerita menarik dan akting terbaik, bisa ditemukan dalam industri drama Korea. Suplai dramanya pun tak pernah berhenti.

Meski umumnya drama Korea hanya terdiri dari 16 episode dan tayang seminggu dua kali, tapi kita bisa mengikuti episode drama baru setiap hari dengan judul berbeda. Seolah hati kita tak diberi jeda untuk menemukan drama favorit dari waktu ke waktu, drakor mengajarkan kita agar cepat move on dan meninggalkan masa lalu.

Maka sebelum 2020 berlalu, berikut ini adalah lima drakor terbaik sepanjang 2020 hasil pilihan bunda-bunda salehah, dan hikmah apa yang bisa kita petik serta dijadikan teladan.

Crash Landing On You

Tayang perdana pada 14 Desember 2019, bolehlah ya kita masukkan ini pada drama terbaik 2020 karena efeknya yang omo daebak hyeol gwencanaaa.

Selain karena dibintangi oleh aktor ternama kesayangan mama-mama, Hyun Bin tercinta, drama ini menyenangkan ditonton karena bergenre komedi romantis yang ringan dan menyegarkan.

Temanya sendiri cukup sensitif karena mengangkat perseteruan Korsel dan Korut sehingga sempat menimbulkan kontroversi di kalangan netikor (netizen Korea) karena dianggap terlalu mengglorifikasi Korea Utara.

Baca juga:  Usulan Judul untuk Sinetron Indosiar Agar Lebih Kekinian dan Greget

Meski begitu, drama ini populer sekali di kalangan bunda-bunda Indonesia Raya yang memang selalu tertarik dengan pria berseragam yang kaya, tampan, dan cemburuan. Hikmah yang bisa kita petik dari drama ini adalah: jadilah kaya sampai cintamu yang tidak direstui negara pun menemukan jalannya.

Itaewon Class

Park Seo Jun, yang memerankan Park Sae Royi, memperlihatkan kemampuan aktingnya dengan apik di drama ini.

Mengisahkan tentang perjalanan seorang pengusaha muda yang memulai bisnisnya dengan modal tabungan hasil bekerja sebagai buruh kapal ikan, Itaewon Class terasa segar di tengah tema mainstream drakor seputar CEO tampan kaya raya pewaris perusahaan keluarga. Ceritanya sendiri lebih berfokus pada jatuh bangun usahanya yang dimulai dari sebuah kafe hingga kemudian menjadi perusahaan besar mengalahkan musuh bebuyutannya.

Pesan berharga yang bisa kita ambil dari drama ini adalah tentang konsistensi gaya rambut model kastanye Park Sae Royi dari zaman SMA hingga jadi CEO. Simple, low maintenance, dan tidak kutu friendly sehingga waktunya bisa dimaksimalkan untuk mengembangkan bisnis.

It’s Okay Not To Be Okay

Drama yang paling sulit ditulis hashtag resminya saking sering terbolak-balik susunan katanya. IONTBO menjadi booming selain karena dibintangi aktor dengan bayaran termahal di Korea, Kim Soo Hyun, juga karena tema yang diangkat adalah kesehatan mental.

Jarang-jarang juga ada drakor yang pemeran utama wanitanya agresif, sehingga ketika tokoh Ko Moon Young yang diperankan dengan sangat apik oleh Seo Ye Ji yang pinganggnya kecil banget bikin insecure nyosor terus, masyarakat langsung heeeboooh.

Drama ini juga diselipi animasi dan latar cerita anak yang terasa sangat ganjil tapi indah dan mengena. Akting para pemainnya memang tidak kaleng-keleng ya Bund, nggak sia-sia PD Nim mengeluarkan uang 2,4 miliar rupiah untuk bayaran KSH sehingga kita bisa lihat perut sixpack Kim Soo Hyun nangis sesenggukan tapi tetap terlihat tampan.

Hikmah yang bisa kita petik dari drama ini adalah: meski kamu anak yatim piatu yang mengurus kakak autis dan sering bermasalah sehingga harus pindah-pindah tempat kerja, kalau kamu ganteng banget, maka wajar saja kalau HP-mu adalah Samsung seri teratas dan terbaru.

Hospital Playlist

Favoritku!

Kalau ada drama yang memberikan perasaan hangat dan sangat cocok ditonton untuk melepas penat setelah seharian bekerja, Hospital Playlist adalah jawabannya. Meski pekerjaan yang diangkat adalah dokter, tapi drama ini terasa menyenangkan karena lebih berfokus pada persahabatan kelima tokoh utamanya.

Baca juga:  Drama Korea Terbaik 2018 Versi Mojok

Persahabatan yang terjalin sejak masa kuliah kedokteran mereka digambarkan begitu tulus dan dekat, dan terus berlanjut hingga memasuki usia kepala empat. Ini adalah satu dari sedikit drama yang tidak punya peran antagonis, serta tidak mbuuulet memperebutkan harta, tahta, dan wanita.

Maka pelajaran yang bisa kita ambil lagi-lagi adalah: jadilah anak konglomerat agar bisa merekrut sahabat-sahabatmu ke rumah sakit yang dibangun ayahmu.

Startup

Dan di penghujung tahun 2020 yang tetap terasa embuh, drama ini sukses memecah belah umat menjadi dua buah kubu: #TimJiPyeong dan #TimDoSan. Ceritanya sendiri cukup menarik dan kekinian karena mengangkat isu perusahaan rintisan yang beberapa tahun terakhir menjadi model bisnis yang digandrungi kawula muda.

Tapi, again, masyarakat kita fokusnya lebih ke aktor mana yang lebih tampan dan prospektif dalam khayalan hallyusinasi. Second lead syndrome mewabah, dan popularitas Han Ji Pyeong yang diperankan oleh Kim Seon Hoo langsung melejit.

Karena itu, dari sini kita bisa belajar sebuah hal penting: kalau mau nonton drama tuh lihat poster dan susunan pemainnya, agar tidak patah hati berjamaah dengan second lead yang dimunculkan duluan, sakit hati, lalu mendirikan sekte #TimJiPyeongTillJannah.

Tapi buat saya sendiri, drama Korea terbaik 2020 (selain Hospital Playlist) justru jatuh kepada Chocolate. Drama yang diperankan oleh Yoon Kyesang sebagai Lee Kang dan Ha Ji Won sebagai Moon Chae Young ini saya tonton ulang entah sudah berapa kali.

Drama ini adalah drama dewasa. Penonton diajak menyelami bagaimana karakter berusia 30 tahunan menyikapi cinta dan trauma pengasuhan keluarga. Roller coaster emotion-nya dapet banget, dan di setiap episode ada side story dari pasien sanatorium yang selalu bikin mewek.

Itulah 5 drakor terbaik hasil pantauan asosiasi pelakor (pencinta lelaki Korea) dalam rangka mensukseskan misi hallyusinasi agar kerja sama antara negara ibu pertiwi dan negara ibu mertua semakin harmonis.

Jangan lupa nonton di platform resmi ya, soalnya ada temen yang nekat nonton drakor ilegal (karena drakor lama dan nggak tersedia di platform resmi), lalu ketahuan suaminya dan oleh sang suami dia disuruh salat tobat.

Jadi, cepet-cepet bertobat, Bund….

BACA JUGA Jalan Cerita Serial ‘Start-Up’ Mengganggu Penonton Drakor? Lho, Justru Itu yang Bikin Gayeng dan tulisan Diana Nurwidiastuti lainnya.