Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kenapa Soal Tes Baca Alquran Tim Prabowo Menolak Halus sedangkan Tim Jokowi Selo Aja?

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
30 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Undangan tes baca Alquran memunculkan respons yang berlainan dari kubu Jokowi dan Prabowo. Politisasi agama dibalas politisasi agama. Hm, menarik.

Munculnya undangan Dewan Ikatan Dai Aceh untuk kedua calon presiden dan calon wakil presiden untuk melakukan tes baca Alquran segera menuai pro dan kontra. Hal ini tentu menjadi gorengan yang renyah di sela-sela isu ucapan “selamat natal” dari KH. Ma’ruf Amin dan perayaan Prabowo Subianto dengan keluarganya yang non-muslim.

Sebenarnya ide tes baca Alquran merupakan hal yang sudah pernah muncul pada September 2018 silam. Ketika ramai usulan soal debat capres menggunakan bahasa Inggris, mendadak dari kubu Jokowi muncul usulan untuk tes baca Alquran sekalian.

“Terkait adanya usulan debat bahasa Inggris, kami sangat mendukung. Bahkan, sebaiknya juga debat berbahasa Arab dan tes baca Alquran perlu dilakukan,” kata Indra Hakim Hasibuan, Wasekjen PPP pada 14 September lalu.

Tuh kan? Bahkan usulan dari kubu Jokowi sendiri dulu nggak cuma sebatas tes baca Alquran segala, melainkan sampai tes bahasa Arab. Kok ya ndilalah Dewan Ikatan Dai Aceh mendadak memberi undangan betulan untuk tes baca Alquran pada Desember 2018 ini. Hm, mncrgkn skl.

Usulan dari Tim Jokowi itu pun bisa dinilai sebagai “serangan balasan” koalisi partai pemerintah terhadap serangan yang sering diterima dari kubu lawan. Ketika sebelumnya Jokowi selalu dicitrakan sebagai “musuh ulama”, ke-Islam-annya selalu dipertanyakan, bahkan dihajar habis-habisan ketika mengucap Alpatekah.

Meskipun ya harus diakui bersama dua usulan tersebut (baik debat bahasa Inggris maupun tes baca Alquran) sebenarnya sama-sama wagu dan blas nggak mashoook.

Sebagai penyelenggara negara, tidak ada korelasi langsung antara kepandaian membaca Alquran dengan kecakapan kepemimpinan.  Hal yang sama dengan korelasi kefasihan berbahasa Inggris. Masalahnya, jika dalam usulan debat bahasa Inggris pihak Jokowi yang bakal diragukan, maka giliran undangan tes baca Alquran, giliran pihak Prabowo yang kali ini diragukan.

Ini seperti seseorang yang diserang lewat politisasi agama, membalas dengan cara yang sama. Yang undang dari pihak lain, yang diuntungkan pihak Jokowi. Kalau kata paribahasa Panama: lempar kentut pinjam bokong orang lain.

Situasi ini mau bagaimana pun juga cukup mempersulit kubu Prabowo sebenarnya. Sebab, meski diagung-agungkan oleh banyak ulama dan—katanya—jutaan umat muslim yang sering berdemonstrasi di Monas, Prabowo sendiri sebenarnya tidak selalu menunjukkan watak keislamannya secara publik.

Ya kan kita nggak perlu tahu kalau beliau jebul sering salat tahajud malam-malam? Itu kan urusan beliau sama Tuhannya, ngapain kita ikut campur sih?

Hal yang sebenarnya sama juga dengan Jokowi—meski ketika masih menjadi Walikota Solo, hubungan Jokowi dengan para ulama dan kiai di Solo sangat dekat. Karena kebetulan saat periode tersebut saya sendiri merupakan santri di salah satu pesantren di Solo yang sering dikunjungi Jokowi ketika dirinya masih Walikota. Tetapi Jokowi juga nggak bisa disebut pinter-pinter banget soal agama juga—meski bisa diduga kemampuannya sedikit lebih baik ketimbang Prabowo.

Oleh karena itu, wajar jika Tim Pemenangan Jokowi merasa siap kalau memang betul undangan tes baca Alquran itu mau direalisasikan. Hajelas, mereka tentu nggak akan membiarkan kesempatan emas untuk memukul lawan politiknya kali ini. Apalagi kesempatan ini datang memakai senjata milik lawan. Yang dalam paribahasa Kepulauan Faroe namanya: senjata makan tuan.

Hal ini—paling tidak—ditunjukkan dengan keterangan Tim Pemenangan Prabowo, bahwa tes semacam ini tidak cukup etis diselenggarakan secara terbuka. Yang dalam bahasa filsafat Palung Mariana namanya: nolak halus.

Uniknya, kubu Prabowo menuding bahwa petahana sudah memainkan duel-duel narasi ibadah yang sifatnya sebenarnya berada di ruang privat. Mungkin bagi Tim Prabowo, Tim Jokowi sudah kelewatan memainkan isu agama.

“Ini (tes baca Alquran) membuktikan publik lelah dengan narasa ibadah yang dimainkan oleh kubu petahana ini. Bagi kami dari awal, tidak etis seorang politisi mempertanyakan persoalan privat seperti ini di ruang publik, yang dimulai oleh pihak petahana,” ujar Faldo Maldini, politisi muda dari PAN.

Hm, sedikit mengejutkan. Ternyata selama ini yang mengomando massa dengan kekuatan berbasis agama itu diawali dari kubu Jokowi sendiri. Benar-benar sebuah informasi berharga yang penting. Soalnya, selama ini banyak publik yang mengira justru Jokowi sering diserang karena persoalan agama sebelumnya. Ternyata selama ini publik salah. Benar-benar majas ironi.

Terlepas dari penolakan dari Tim Prabowo, secara ugal-ugalan, cukup bisa dipahami jika Tim Jokowi merasa siap dengan undangan ini. Ya iya dong, sebab selain Jokowi, mereka masih punya KH. Ma’ruf Amin yang tentu tak perlu dipertanyakan lagi kemampuan baca Alquran-nya.

Iklan

Di sisi lain, seharusnya hal itu juga nggak perlu ditakutkan oleh Tim Prabowo yang punya Sandiaga Uno. Seorang santri post-islamisme dengan berbagai latar belakang menakjubkan. Kalau kamu nggak percaya coba tanya sama para politisi PKS. Eh.

Terakhir diperbarui pada 30 Desember 2018 oleh

Tags: alqurandebat bahasa inggrisjokowiMa’ruf Aminpolitisasi agamaprabowoSandiaga Unotes baca alquran
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Agung.(MOJOK.CO)

Pesan Kemerdekaan Sri Sultan: Jogja Dibangun Tanpa Tergesa, tapi Juga Tidak Berhenti Melangkah

17 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.