Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Tidak Bahagia dengan Pekerjaan Baru Walau Penghasilannya Besar

Redaksi oleh Redaksi
4 Juli 2020
A A
pelit
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear, Mas Agus.

Keluh kesah saya dalam curhat saya ini biasa saja. Bukan tentang asmara, tapi tentang bisnis. Mohon dibantu ya.

Begini, Mas. Saya kan follow Mas Agus di Twitter. Nah, tiap kali melihat Mas Agus posting soal Akal Buku, toko buku online yang Mas Agus kelola, saya kok merasa bahwa Mas Agus benar-benar bahagia menjalankan bisnisnya. Kayak nggak ada beban gitu. Entah ini memang hanya perasaan saya saja atau memang kenyataannya demikian.

Nah, ini nyambung sama kegelisahan saya yang sedang ingin saya ungkapkan, Mas.

Saat ini saya juga sama seperti Mas Agus. Saya mengelola sebuah toko online. Bedanya, kalau Mas Agus jualan buku, saya jualan kaos.

Saya memulai usaha ini awal tahun 2019 lalu setelah saya kena PHK kantor saya. Pesangon dari kantor itulah yang kemudian saya gunakan sebagai modal jualan kaos ini.

Satu setengah tahun usaha jualan kaos saya berjalan, dan hasilnya ternyata bagus. Bagus banget, malah. keuntungan bersih dari jualan kaos saya bahkan berkali-kali lipat ketimbang gaji saya dulu. Saya jadi merasa sangat bersyukur karena dulu kena PHK.

Keuntungan penjualan kaos tersebut saya tabung pelan-pelan agar kelak saya bisa membeli mesin dan alat-alat sendiri (saat ini alatnya sablonnya masih sedikit dan sederhana), sehingga kelak usaha jualan kaos saya akan semakin besar.

Nah, yang saya heran adalah, entah kenapa, dengan pekerjaan baru saya sebagai penjual kaos ini, saya merasa nggak sebahagia dulu. Ehm, gimana ya, pokoknya tidak ada yang kesenangan kayak dulu pas saya bekerja di kantor. Pekerjaan yang sekarang terasa sangat monoton, nggak kayak dulu pas kerja di kantor, ada tantangannya. Ada sesuatu yang membikin saya bergairah.

Ah, pokoknya semacam itu lah.

Nah, saya minta saran dari Mas Agus, nih, siapa tahu Mas Agus punya saran yang baik agar saya bisa bahagia menjalani profesi baru saya sebagai penjual.

Siapa tahu Mas Agus juga pernah mengalami apa yang saya alami.

~Andre

Jawab

Dear Andre.

Adalah salah besar kalau Kamu mengira saya tampak selalu senang. Apa yang saya posting di Twitter soal bisnis toko buku online saya itu yang memang hanya saya posting bagian senang-senangnya saja. Bagian sedihnya nggak.

Banyak orang mengira, sebagai penulis, saya sedang menjalani pekerjaan idaman sebagai penjual buku. Mungkin karena menulis dan buku adalah dua hal yang beriringan dan tak bisa dipisahkan.

Sepintas memang tampak demikian, namun tak banyak yang tahu bahwa saya memikirkan banyak hal yang sering kali bikin kepala saya mau meletus seperti petasan yang ujung sumbunya sudah kena bara rokok.

Saya selalu bingung memikirkan gimmick promosi apa lagi yang harus saya lakukan untuk menjual buku-buku yang saya jual. Saya mumet mikir paket diskon apa lagi yang harus saya bikin agar buku yang dead stock bisa segera keluar dari gudang. Saya pusing mikir kenapa beberapa judul buku yang saya jual nggak laku padahal bukunya bagus banget. Saya kesal kenapa konten yang saya bikin di sosmes ramai banget tapi tidak berpengaruh signifikan pada konversi penjualan. Dsb, dsb, dsb.

Iklan

Pokoknya ada banyak hal yang bikin saya pusing.

Dan tentu saja semua bisnis pasti demikian, bukan?

Nah, soal pekerjaan baru Kamu yang dirasa tidak menyenangkan untuk dijalankan walau menjanjikan penghasilan yang banyak, saya tak tahu persis apa sebabnya. Sebab kamu sendiri saja tidak tahu, apalagi saya.

Namun dugaan saya, Kamu kurang apresiatif pada dirimu sendiri.

Gini, dengan penghasilan yang banyak, kamu seharusnya punya modal yang bagus untuk menyenangkan diri sendiri.

Kebahagiaan memang tak bisa dibeli dengan uang, tapi dengan uang, orang cenderung lebih berpotensi untuk berbahagia.

Saya kok mengira, Kamu terlalu pelit sama diri Kamu sendiri.

Kalau dugaan ini benar, saya sarankan, uang yang kamu dapatkan dari jualan kaos itu jangan kamu tabung melulu. Sesekali, gunakan uang keuntungan penjualan kaosmu untuk foya-foya (Hahaha) sedikit. Beli barang-barang yang, walau mahal, tapi kamu merasa bahagia karena sudah membelinya.

Kalau kamu suka motor, jangan segan untuk beli motor yang kamu naksir. Kalau kamu suka mabok, ya jangan segan juga buat beli miras-miras mahal. Kalau kamu gadget, jangan pikir lama buat beli gadget yang kamu idam-idamkan. Kalau kamu suka makan enak, belilah makanan-makanan yang kamu suka Seafood kek, sate kuda kek, oseng keong kek, pokoknya apa pun yang bikin lidahmu berdansa. Atau kalau suka beramal jariyah, ya jangan segan buat beli semen dan keramik buat disumbangin ke masjid yang sedang dibangun. Pokoknya apa yang kamu suka, belanjakan uangmu di situ.

Intinya jangan pelit kalau untuk menyenangkan diri sendiri.

Ini bukan soal boros, ini soal apresiasi diri. Yang penting, kamu tahu batas. Kamu tahu, berapa yang harus kamu keluarkan, dan berapa yang harus kamu simpan untuk pengembangan bisnismu.

Saya pikir, itu cara yang bagus untuk memulai membangun kebahagiaan dalam berbisnis.

Nah, kemungkinan kedua, kamu merasa agak nggak bahagia mungkin karena di pekerjaan kamu yang sekarang, kamu jarang berinteraksi dengan orang-orang seperti saat kamu bekerja di kantor. Ini mungkin saja.

Kalau ternyata demikian, mulailah untuk sering-sering ajak kawan-kawanmu keluar nongkrong. Seminggu sekali atau seminggu dua kali.

Nongkrong sambil ngobrol nggak penting dengan kawan-kawanmu tentu adalah usaha yang bagus untuk membuatmu tidak bosan menjalankan usahamu.

Siapa tahu, dengan kamu sering nongkrong, iklim interaksi kamu sekarang bisa seperti iklim interaksi saat dulu kamu bekerja di kantor dengan bertemu dengan banyak orang.

Atau, bisa juga kamu bikin tempat jualanmu atau studio tempatmu menyablon kaos menjadi nyaman sehingga akan banyak kawan-kawanmu yang sering berkunjung dan nongkrong di sana. Jadi, sambil kerja, kamu bisa ngobrol juga dengan kawan-kawanmu.

Yah, mungkin dua saran itu yang bisa saya berikan. Tentu saja saran di atas tidak valid-valid amat. Karena sekali lagi, saya nggak tahu persis bagaimana ketidakbahagiaan yang kamu alami sekarang.

Namun yang jelas, semoga setelah ini, kebahagiaan senantiasa menyertaimu dalam pekerjaan.

~Agus Mulyadi

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2020 oleh

Tags: pekerjaan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10

3 April 2025
Kapan Saatnya Keluar dari Pekerjaan? | Semenjana Eps. 1

Kapan Saatnya Keluar dari Pekerjaan? | Semenjana Eps. 1

13 Februari 2025
Mentorship Club: Jalan Keluar Bagi Kalian yang Lagi Bingung Cari Solusi Masalah Karier.MOJOK.CO

Mentorship Club: Jalan Keluar Bagi Kalian yang Lagi Bingung Cari Solusi Masalah Karier

23 September 2024
ilustrasi 5 Kebohongan Surat Izin Tidak Masuk Kerja dari Karyawan Mental Mbolosan mojok.co

5 Kebohongan Surat Izin Tidak Masuk Kerja dari Karyawan Mental Mbolosan

7 Desember 2021
ilustrasi Profesi Pedagang yang Kamu Pikir Remeh Itu, Nyatanya Gudang Cuan mojok.co

Profesi Pedagang yang Kamu Pikir Remeh Itu, Nyatanya Gudang Cuan

22 September 2021
angkot

Merasakan Kesedihan yang Merayap Tatkala Melihat Angkot yang Kosong Tanpa Penumpang

28 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.