Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Ketika Jurusan Kuliah Tak Seperti yang Saya Bayangkan

Audian Laili oleh Audian Laili
21 Agustus 2019
A A
mahasiswa baru sastra MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang mahasiswa baru jurusan sastra bercerita tentang soal rasa bosannya dengan perkuliahan yang tidak sesuai ekspektasi.

TANYA

Iklan

Halo Mbak Au, kenalkan saya Sal, tapi bukan Sal Priadi pelantun lagu Amin Paling Serius lho yaaa. Hehehehe.

Jadi gini, Mbak. Saya ini seorang maba jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di sebuah kampus negeri. Sebuah nilai prestise dan membanggakan bagi saya bisa masuk di kampus ini. Tapi kok, saya merasa ada yang mengganjal gitu ya, Mbak Au. Setelah menjalani masa awal-awal kuliah, rasanya saya merasa berat menjalani perkuliahan disini. Walaupun saya ini penggemar karya sastranya Mas Puthut EA, Eka Kurniawan, Dee Lestari, Joko Pinurbo, dan jajaran sastrawan lainnya. Ternyata menjadi penggemar karya sastra saja tidak cukup untuk menjadi mahasiswa sastra.

Saat melihat kawan-kawan sekelas saya yang rajin membaca buku diktat perkuliahan, ditambah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kawan saya ke dosen membuat otak saya muncul pertanyaan negatif seperti, sanggupkah saya terus melanjutkan perkuliahan di universitas ini?

Ketika dosen mengajar di kelas pun, saya mendengarkan sambil menguap bosan dan celingak-celinguk kanan-kiri ngelihat yang pada nyatet omongan dosen. Sementara saya, bingung mau nulis apa. Ditambah ketika kawan-kawan saya bersemangat mencari buku pegangan wajib entah mencari di perpustakaan universitas, fakultas, kota, dan mana pun. Saya justru meminjam novel sastra di perpustakaan dan membacanya di sela-sela jamkos.

Awalnya saya ingin mengambil jurusan Ilmu Komunikasi tapi karena passing grade yang tinggi membuat saya minder dan akhirnya Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini jadi tujuan akhir saya. Dulunya saya pengin juga masuk Jurusan Filsafat tapi orang tua nggak setuju, takut anaknya tersesat katanya. Tapi saya sekarang malah merasa tersesat, Mbak Au. Sekarang saya bingung harus gimana buat menikmati menjadi seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia. Padahal saya pengin jadi mahasiswa santuy tanpa banyak beban pikiran semacam ini. Heuheu….

Salam manis dari mahasiswa penikmat senja-senji dan kopa-kopi perut kembung ketiban sapi.

JAWAB

Ciye, ciye, ciye, yang udah jadi mahasiswa~

Waduh, jangan-jangan sampeyan dulu membayangkan jadi mahasiswa sastra itu punya kesempatan (((hanya))) membaca karya sastra setiap hari, ya? Eh, kok pas udah menyandang status sebagai mahasiswa, ternyata nggak kayak gitu juga.

Sampeyan malah ditodong dengan kewajiban-kewajiban yang lebih dari itu. Mendengarkan kuliah dosen yang awalnya mungkin sampeyan kira akan menjadi diskusi menyenangkan dan menggugah minat, ternyata seringnya tidak berjalan seperti itu. Banyak perasaan bosan di sana-sini. Pengetahuan dan ilmu yang mereka obrolkan, seolah menjadi obat tidur paling ampuh yang bisa mengistirahatkan pikiran sampeyan selama berada di kelas.

Mungkin ada perasaan kecewa juga dari sampeyan, saat mengetahui kalau mempelajari sastra di dunia perkuliahan, ternyata tidak sekadar membaca karya-karya para sastrawan. Akan tetapi juga teori-teorinya dari buku-buku pegangan wajib yang mungkin membuat sampeyan tidak terlalu nyaman.

Tapi, bukankah dunia perkuliahan memang semacam itu? Saya kira, dulu waktu bisa kuliah di psikologi, saya bisa langsung diajarkan pengetahuan praktis soal jadi psikolog. Eh, ternyata nggak juga. Sebagai mahasiswa, saya harus mempelajari banyak mata kuliah yang rasa-rasanya jauuuhhh banget dari praktik jadi psikolog. Saya harus belajar Biopsikologi biar tahu soal sistem biologis manusia dan hubungannya dengan psikologis manusia. Maksud saya, yang harus saya pelajarin itu betul-betul hal dasar banget.

Iklan

Padahal, mempelajari hal-hal dasar itu sangat menjenuhkan. Kita bakal diminta untuk memikirkan sesuatu dengan berputar-putar terlebih dulu, untuk menuju titik perkara yang bikin kita penasaran.

Jadi ya, saya nggak bisa menyarankan hal lain selain dinikmati saja, Sal. Sebuah pemahaman yang besar, bukankah berasal dari pemahaman-pemahaman hal yang kecil? Justru dengan ketidakpuasan sampeyan itu, sampeyan bisa mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang bikin nggak ngantuk di tengah-tengah kuliah. Semacam topik lain yang lebih segar dan nggak melulu yang ada di buku pegangan doang.

Mangat, ya, cah mahasiswa~

Baca Juga: Serba Serbi Mahasiswa Baru Beserta Sambatannya

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: bosan kuliahkarya sastramahasiswa baruSastra
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO
Urban

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Urban

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO
Catatan

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Sekolahan

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.