Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Istriku Kelihatan Nggak Nyaman Tinggal Bareng Orangtuaku

Redaksi oleh Redaksi
2 Mei 2020
A A
Tak Ada yang Salah dari Lirik Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’

Tak Ada yang Salah dari Lirik Lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear Gus Mul.

Saya punya masalah yang, mungkin bagi banyak orang adalah persoalan yang sepele, tapi bagi saya sungguh merupakan masalah yang bikin saya pusing tujuh keliling.

Iklan

Begini, Gus. Saya baru saja menikah. Dua bulan lalu. Pernikahan yang sangat membahagiakan. Maklum, saya tak menyangka, saya akhirnya bisa memperistri seorang perempuan yang cantik dan cerdas pula.

Setelah menikah, saya dan istri di rumah jadi satu dengan orangtua saya. Kebetulan saya anak terakhir, dan dua kakak perempuan saya semuanya tinggal di luar kota dengan suami masing-masing. Jadi mau nggak mau, saya nggak boleh misah dari orangtua saya.

Sebelum istri saya tinggal di rumah saya, saya tak pernah punya pikiran macam-macam. Tapi setelah dia tinggal di rumah, baru saya mulai menyadari satu hal: istri saya kelihatan sekali tak nyaman dengan orangtua saya.

Kalau saya kerja, dia selalu ijin ke saya buat keluar entah ke mana. Ke rumah temen lah, ngafe lah, atau ke mana lah. Padahal saya berharap, ketika saya kerja, istri saya bisa menemani bapak-ibu saya di rumah.

Ini kelihatan banget, sebab kalau saya di rumah pun, istri saya juga tampak nggak bisa srawung sama bapak-ibu saya. Dia lebih banyak mengurung diri di kamar alih-alih ikut menemani saya duduk-duduk di teras atau di ruang tengah buat ngobrol bareng sambil nonton televisi.

Bapak-ibu saya pernah saya tanyai soal hal ini, dan mereka bilangnya sih nggak masalah. Namun justru saya yang sebenarnya merasa sangat nggak enak sama bapak-ibu saya. Saya takut bapak-ibu saya sebenarnya menganggap istri saya tidak bisa bergaul.

Kira-kira, gimana ya, Gus? Kamu kan akhir tahun lalu menikah juga, siapa tahu kamu punya pendapat atau masukan buat saya.

~Yudi

Jawab

Dear Yudi.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan Anda. Saya sangat yakin Anda pasti bahagia, bisa menipu mentah-mentah perempuan cantik dan cerdas untuk jadi istri Anda. Padahal dari cara Anda menulis curhat ini, tampak sekali kalau Anda bukan orang yang cerdas-cerdas amat.

Begini, Yudi. Hal pertama yang ingin saya katakan pada Anda adalah apa yang terjadi pada istri Anda adalah hal yang sangat biasa dan sering terjadi pada banyak menantu di seluruh dunia. Ingat, seluruh dunia. Bukan cuma istri Anda seorang.

Menikah itu bukan melulu membangun hubungan antara sumi dan istri, tapi juga menantu-mertua. Dan khusus untuk hubungan yang terakhir itu, ia perlu dibangun dengan waktu yang tidak sebentar.

Masing-masing orang punya pembawaan yang berbeda-beda. Ada yang supel dan cepat akrab dengan orang lain, ada yang baru bisa akrab kalau sudah sering ngobrol, ada juga yang butuh waktu lama agar bisa akrab dengan orang lain. Mungkin istri Anda termasuk kelompok yang ketiga.

Tidak mudah mengambil sikap kepada orangtua baru. Istri Anda yang biasanya bisa ngobrol blak-blakan dengan bahasa yang mungkin slengekan dengan orangtua kandungnya sekarang belum tentu bisa bersikap seperti itu kepada orangtua Anda. Ada banyak alasan, dari mulai takut dianggap nggak sopan, takut menyinggung perasaan, takut dianggap menantu kurangajar, dan aneka perasaan takut lainnya.

Istri Anda butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Beberapa kawan saya butuh waktu berbulan-bulan sampai bisa benar-benar ngobrol lepas dengan mertuanya selayaknya orangtua kandungnya sendiri. Dan untuk menuju titik itu mereka lalui dengan perjuangan yang tentu saja tidak mudah. Menaklukkan rasa kikuk, megempaskan rasa rikuh, mencoba sok akrab tapi tetap dengan pembawaan dan bahasa yang sopan, serta aneka perjuangan-perjuangan lainnya.

Iklan

Dan jujur, saya sendiri juga begitu.

Saya dan istri memang tinggal di rumah kontrakan, namun kalau suatu saat saya mudik dan harus tinggal di rumah mertua selama beberapa hari, saya juga masih merasakan kikuk dan ketidaknyamanan yang mungkin persis seperti apa yang dirasakan oleh istri Anda.

Di rumah mertua, saya juga banyak menghabiskan waktu di kamar. Mau ke kamar mandi pun rasanya kikuk. Mau ambil makanan di dapur pun saya reflek bilang “Monggo, bu,” untuk sekadar ijin mengambil nasi. Sampai-sampai ibu mertua mengingatkan saya untuk jangan bersikap demikian.

“Kalau mau ke kamar mandi, ambil nasi, atau nonton tivi di belakang, nggak usah pakai ijin, Mas. Kamu ini sekarang sudah jadi anakku. Nggak usah pakai ijin-ijinan segala,” ujarnya.

Nah, dalam kasus istri Anda, saya yakin, yang dibutuhkan hanyalah waktu. Cepat atau lambat, nanti istri Anda pasti akrab dengan orangtua Anda.

Wong dia sudah mau tinggal di rumah mertuanya, maka ia juga pasti sudah mempersiapkan diri untuk belajar akrab dengan bapak-ibu Anda.

Yang harus Anda lakukan sekarang adalah terus mendampinginya, jangan membebaninya.

Ingat, bersabarlah. Biarkan istri Anda untuk belajar menjadi pribadi yang lebih supel kepada orangtua Anda.

Jangan berharap terlalu banyak. Istri Anda bersedia menikah dengan Anda saja itu sudah bagus banget. Jangan sampai memberi istri Anda target pergaulan yang sesuai dengan standar keinginan Anda. Itu zalim namanya.

Lagipula, kalau kebetulan Anda yang harus tinggal di rumah mertua, bisa jadi hal yang sama juga terjadi pada Anda.

Jangan merasa sok paling srawung sendiri.

~Agus Mulyadi

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2020 oleh

Tags: istrimenikahmertua
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Saat banyak teman langsungkan pernikahan, saya pilih tidak menikah demi fokus rawat orang tua MOJOK.CO

Pilih Tidak Menikah demi Fokus Bahagiakan Orang Tua, Justru Merasa Hidup Lebih Lega dan Tak Punya Beban

15 Desember 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.