Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Haruskah Aku Menjadi Muslimah Bercadar?

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
18 Februari 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Dear mojok,

Iklan

Langsung saja, Cik Prim dan Gus Mul, saat ini saya memiliki teman dekat, bukan pacar. Sebut saja namanya Jordi. Saya berkenalan dengannya melalui teman saya, Rani. Kenalnya sih udah lama, sejak awal tahun 2015 tapi baru ketemunya itu pas nikahan kakak ku pada bulan September. Saya ngundang dia dan alhamdulillahnya dia mau datang.

Saat itu, dia bekerja di salah satu bank swasta di Jambi dan saya sedang menempuh program magister di salah satu perguruan tinggi ternama di Jogja. Sebelum kami bertemu, komunikasi kami cukup intens meskipun rada-rada dingin dan terkadang sampai basi (eh udah kayak makanan aja nih). Bagaimana tidak, ketika di BBM pagi dia balasnya malam, terkadang sudah keesokan harinya lagi di balas. Bikin nyesek gak tuh? Rasanya tak ada obrolan yang berarti ketika itu.

Tahun 2016 pun datang, bulan demi bulan terlewati begitu saja, hingga pada bulan Juni saya pulang ke Jambi. Dia tak juga ada kabar. Lebaran pun telah datang, tiba-tiba ada pesan yang masuk dan ternyata dari dia. Dia bilang bahwa dia mau main ke rumah. Hari demi hari pun berlalu dia tak juga kunjung tiba sampai akhirnya saya balik ke Jogja. Beberapa waktu komunikasi kami kembali terputus.

Tahun ini, 2017. Aku dikejutkan olehnya. Ya, tepat tanggal 27 Januari ketika aku sedang berlibur ke Bali, Rani teman yang mengenalkan aku dengannya tiba-tiba mengirimiku pesan.

“Hay Marta, apa kabar? Masih ingat tidak sama Jordi? Katanya dia mau serius sama kamu, no pacaran tapi langsung ke pelaminan.”

Seketika aku terdiam membaca pesannya, makjleb “kemana saja dia selama ini, kenapa tiba-tiba dia mengirimi pesan seperti itu pada Rani?” tanyaku membatin.

Selang tak beberapa lama, Rani menelponku, menyanyakan tentang jawabanku. Secara spontan, aku bilang “Kalau dia pengen serius tunggu aku sampai wisuda, insya Allah Agustus tahun ini aku sudah wisuda”.

Rani meminta kontak BBM ku karena aku sudah tidak memakai BBM lagi sejak September tahun lalu, aku kasih saja nomor WA ku.

Tak beberapa lama, Jordi mengirimiku pesan di WA, menanyakan kabar dan lain sebagainya. Satu-dua hari komunikasi kami lancar, dia menanyakan soal keseriusannya denganku. Jawabanku tetap sama, jika ingin serius tunggu aku sampai wisuda dan dia pun mengiyakan.

Hari-hari berikutnya komunikasi mulai merenggang, sifatnya yang dulu kumat lagi. Pesan yang ku kirimkan padanya selalu lama untuk di balas. Satu atau dua jam tak apa lah ya, ini tidak berjam-jam bahkan berhari-hari. 

Dia bilang kalau dia ingin serius untuk menikahiku. Dia ingin nanti setelah aku menikah dengannya, aku pakai cadar. Nah ini nih yang bikin aku galau, bagaimana menurut mimin? Aku belum siap sama sekali untuk memakai cadar karena beberapa pertimbangan. Apakah setelah menimkah nanti aku harus mengikuti sarannya untuk pakai cadar atau gimana? Mohon solusinya.

Ttd, Novita

 

Jawab

Dear mbak Novita yang cantik (Maaf mbak, sebelum saya menulis ini, saya menyempatkan diri untuk kepo facebook sampeyan, dan masya Alloh, ternyata memang benar-benar cantik seperti yang saya duga, aduuuh, insting saya soal wanita memang jarang meleset)

Jujur, Saya masih agak ragu tentang bagaimana perasaan mbak sama si Jordi itu. Karena memang mbak sama sekali tidak mengatakan kalau mbak suka sama dia. Tapi dari gelagat yang mbak perlihatkan di curhatan ini: berani mengundangnya ke resepsi nikahan kakak, kekecewaan saat pesan mbak tidak dibalas dengan cepat, sampai sikap terkesan tidak menolak saat mbak diajak serius, maka saya jadi yakin kalau mbak sejatinya punya perasaan sama Jordi.

Iklan

Bah, saya kok jadi ngiri saya sama si Jordi ini ya… Oalah, pancene bejomu Jooooor!

Begini, mbak. Saya memang belum menikah, tapi sejauh yang saya tahu, pernikahan yang baik adalah pernikahan yang ditopang oleh tiang-tiang ketidakraguan. Mungkin itu salah satu sebab kenapa ada salat Istikhoroh: untuk memantapkan pilihan dan menghilangkan keraguan.

Nah, karena itu, ada baiknya jika mbak memantapkan diri dahulu, apakah mbak mantap ingin dan akan menikah dengan Jordi? Jika memang iya, pastikan bahwa si Jordi ini juga benar-benar mantap dan serius. Jangan sampai kemantapan ini hanya berat sebelah. Sekali lagi, pastikan bahwa si Jordi ini benar-benar serius. Sebab berdasarkan deskripsi yang mbak berikan tentang Jordi di curhatan ini (mulai dari malas membalas pesan, sampai tidak menepati janji untuk main ke rumah), saya tidak melihat keseriusan yang jelas dari Jordi. Semoga ini hanya prasangka saya saja.

Kalau soal kemantapan dan keseriusan ini menurut mbak sudah tidak jadi soal, maka mari kita bahas bab selanjutnya: Soal Jordi yang ingin mbak memakai cadar setelah menikah nanti.

Saya sadar, ini Mojok.co, bukan konsultasisyariah.com, sehingga saya kok merasa agak kesulitan untuk membahas hal yang sifatnya sangat syariah dan tidak saya kuasai ini. Namun sepanjang yang saya tahu (sekali lagi, sepanjang yang saya tahu), para ulama sejak dahulu telah membahas hukum memakai cadar bagi wanita. Sebagian mewajibkan, dan sebagian lagi berpendapat hukumnya sunnah. Mbak tentu bisa cari sendiri pembahasan perihal hukum memakai cadar ini menurut empat madzhab, dan silakan mbak ingin meyakini yang mana.

Saya sendiri meyakini bahwa hukum cadar adalah sunnah. Itu artinya, saya berada di barisan yang berpendapat tidak mewajibkan wanita untuk memakai cadar.

Nah, saya tidak tahu apakah mbak juga punya keyakinan yang sama seperti saya atau tidak. Namun jika ya, maka berarti, mbak punya hak untuk menentukan pilihan ingin memakai cadar atau tidak. Jika menurut mbak memakai cadar adalah sesuatu yang masih sangat berat (dengan berbagai pertimbangan, tentunya), maka tak ada salahnya bagi mbak untuk tidak mengiyakan permintaan Jordi agar mbak memakai cadar.

Setahu saya, seorang wanita yang dilamar boleh mengajukan syarat kepada laki-laki si calon suami yang ingin menikahinya. Selama persyaratan itu tidak bertentangan dengan konsekuensi nikah.

Nah, mbak bisa menjadikan hal ini sebagai salah satu sebagai persyaratan lamaran (jika memang kelak si Jordi melamar mbak).

Nah, sampai tahap ini, mungkin urusan belum lagi selesai. Tapi setidaknya, mbak sudah punya satu nilai tawar yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi Jordi untuk melamar mbak.

Jika memang Jordi serius dan benar-benar cinta, saya yakin ia bakal tetap maju tanpa harus memaksakan permintaannya pada mbak.

Kalau memang yang terjadi adalah sebaliknya, ya sudah. Mundur. Tak usah berharap pada Jordi. Kecuali jika memang mbak punya komitmen untuk membiasakan diri memakai cadar dan mengorbankan pertimbangan-pertimbangan yang mbak tanam.

Ingat, laki-laki bukan hanya Jordi seorang. Ada juga Waseso, Nody, Rusli, Bagio, sampai Agus Mulyadi.

Lagipula, saya kok yakin-seyakinnya, perempuan secantik dan seberpendidikan mbak bisa dengan mudah mencari laki-laki pengganti Jordi. Laki-laki yang tak perlu meminta mbak untuk memakai cadar agar menjadi istrinya.

Ah, andai saya belum pacar, mbak…

 

Disclaimer: #CurhatMojok menerima kiriman curhat asmara pembaca yang akan dijawab oleh dua redaktur Mojok, Cik Prim dan Agus Mulyadi. Tayang tiap malam Minggu pukul 19.00, setiap curhat yang dimuat akan mendapat bingkisan menarik. Kirimkan curhatmu ke [email protected] dengan subject “Curhat Mojok”.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2021 oleh

Tags: Cadarcurhat mojokNikah
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Cerita Mahasiswa Jatim Rela Melepas UGM Demi Masuk Jurusan Kependidikan di UNY, Menyesal Kemudian karena Dapat UKT Selangit dan Lingkungan Kuliah Toksik.mojok.co

Cerita Mahasiswa UM Malang Nyaris Gagal Nikah Gara-gara Wisuda Mundur Hampir Setahun, Ada yang Rugi Jutaan Rupiah

29 Februari 2024
Orang-orang yang Ngasih ‘Jatah’ Mantan Sebelum Nikah, Ingin Tuntaskan Rasa yang Tertinggal MOJOK.CO

Orang-orang yang Ngasih “Jatah Mantan” Sebelum Nikah, Demi Kepuasan dan Tuntaskan Rasa yang Tertinggal

19 Februari 2024
mahasiswa UMY S3 kuliah sambil resepsi nikah.MOJOK.CO

Perjuangan Mahasiswa S3 UMY Tetap Kuliah Online Saat Resepsi Nikah, Awalnya Datang ke Jogja Modal “Dengkul”

20 Januari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.