Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Aku Sayang Sama Dia, Dia Harus Sayang Aku

Arman Dhani oleh Arman Dhani
14 Oktober 2017
A A
bersandar di tembok

bersandar di tembok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Kak Agus yang jenaka nan budiman, curhat dong.

Iklan

Panggil saja saya Bunga, seorang fans Mojok dari Jawa Timur. Saya ingin curhat tentang dilema perasaan yang sedang saya hadapi.

Sudah tujuh tahun ini saya memendam perasaan kepada teman SMA dulu. Kami pernah seorganisasi, tapi sangat jarang berinteraksi. Walau begitu, di mata saya dia adalah sosok suami idaman.

Masalahnya, Kak, saya minder untuk menyatakan perasaan. Pertama, wanita mana sih yang nggak mau dicintai dengan sangat oleh lelakinya? Nah ini, masak saya, perempuan, Jawa tulen, mau maju duluan. Kan tengsin. Lagian, pasti kadar cinta saya ke dia lebih tinggi dari kadar cinta dia ke saya.

Pernah zaman medsos belum ada dulu, saya nekat nembak dia lewat SMS. Itu pun saya nggak ngaku siapa saya. Ya jelas ditolaklah. Dengan status sebagai pengagum rahasia dan tanpa nama itu, kami sesekali masih berkomunikasi di masa awal berkuliah dulu. Kini komunikasi itu sudah putus.

Kedua, dia itu orangnya sissy alias cowok kemayu. Dari sejak SMA sampai jaman now, gaulnya sama cewek, cantik-cantik pula. Ini yang bikin aku selalu penasaran sama cowok kemayu, mereka itu suka cowok atau suka cewek ya? Saya jadi sangsi, jangan -jangan doi suka sama cowok.

Masalahnya, Kak (masalahnya kok banyak banget ya), saya ini cinta banget sama dia dan berharap banget dia jadi suami saya. Tapi, masak iya saya cuma menunggu macam di FTV atau drakor yang secara ajaib dia nanti akan ganti nyari saya, si pengagum rahasianya.

Kasih saran dong, Kak, saya harus gimana. Pokoknya aku maunya dia. Pokoknya dia yang besok harus jadi suamiku. Titik.

Jawab

Hai, Bunga, maaf ya Agusnya lagi nggak ada. Ini Arman Dhani yang sejak minggu kemarin  dan seterusnya bakal ngasuh rubrik Curhat ini.

Sebenarnya kamu sudah tahu jawabannya kok. Kamu (((hanya))) perlu berani untuk bicara, berani mengambil sikap, dan jujur pada diri sendiri. Masalahnya, kamu sebagai perempuan kerap dibebani oleh hal-hal yang tak relevan, seperti norma dan tradisi, kayak “Masak cewek menunjukkan rasa sayang duluan?”, “Masak iya perempuan nembak duluan?”, “Masak iya perempuan menyatakan perasaan duluan?”, dst.

Memang kenapa jika perempuan menyatakan perasaan sayang duluan? Apakah kamu jadi lebih rendah dari laki-laki? Apakah kamu jadi lebih buruk dari perempuan yang lain? Kan tidak. Perempuan kerap dikonstruksi untuk jadi pihak yang pasif, menunggu dilamar, menunggu ditembak, menunggu dicintai, padahal kebahagiaan itu universal, kebahagiaan itu diperjuangkan; kamu tak bisa berharap hanya menunggu lantas menemukan pasangan dengan bersikap diam.

Kebahagiaan itu kamu rasakan, perjuangkan, dan rayakan sendiri. Rekanmu hadir untuk menambah kebahagiaan yang kamu miliki. Jika kamu merasa perlu bahagia karena orang lain, waspadalah, orang bisa berubah. Seseorang yang kamu sayang dan jadi sumber kebahagiaanmu bisa jadi sumber penderitaan dan kebencianmu. Kamu tak mau ini terjadi kan? Maka, yuk jatuh cinta dengan sehat.

Bunga yang baik, sebagai perempuan kamu punya hak yang sama dengan laki-laki perihal mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang. Jangan sampai terlambat karena, kamu tahu, penyesalan tak pernah terjadi di awal. Ia akan membuatmu mengutuk nasib sendiri dan berharap tak pernah dilahirkan. Kamu tahu, seperti kisah dalam drakor More than Blue, sering kita tak bisa mengendalikan perasaan sendiri, jatuh cinta misalnya. Tapi, kabar baiknya, kita masih bisa mengambil risiko untuk apa yang kita percaya.

Oh iya, tentang sikap kemayu, memang kenapa dengan kemayu? Apakah setiap laki-laki harus macho dan maskulin? Bisakah kita menerima bahwa laki-laki tetap laki-laki meski dia tampil feminin? Yuk, jangan membuat prasangka yang tak perlu. Pun jika kemudian lelakimu menyukai lelaki lain, ya sudah, jangan memaksakan rasa sayang kepada orang lain. Kamu ingin orang yang kamu suka bahagia atau kamu ingin dia bersamamu lantas kamu saja yang bahagia? Itu dua hal yang berbeda lho.

Saranku, kamu perjuangan sebaik-baiknya perasaanmu itu dengan bicara jujur dan tulus. Jika kalian sudah hilang komunikasi sejak lama, mungkin ada baiknya kamu memulai relasi itu kembali. Hubungi dia, ajak jumpa, lalu bicara. Rasa sayang itu akan tumbuh. Tentu tak harus menembak saat itu juga, yang perlu kamu lakukan adalah berusaha membuatmu ada di kehidupannya, bicara dengan baik, tanpa perlu gegabah jadi tiba-tiba sangat peduli dengan bertanya, “Lagi apa? Sudah makan?”

Selanjutnya kamu perlu mengatakan semuanya dan, yang paling penting, bersiap atas segala risikonya. Sayang terhadap orang lain berpotensi membikin kita menderita. Kamu mungkin akan ditolak, kamu mungkin akan dikecewakan, dan mungkin saja kamu dianggap kurang kerjaan. Tapi, memang begitu kan takdir mencintai? Jadi bodoh dan keras kepala?

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2017 oleh

Tags: curhatkawinnembakpacarsuami
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO

Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

11 Mei 2026
Uneg-uneg dari Istri: Suamiku Tergila-gila dengan Game Online MOJOK.CO

Uneg-uneg dari Istri: Suamiku Tergila-gila dengan Game Online

3 Januari 2024
Seorang Gadis Terjerat Pinjol Demi Memenuhi Kebutuhan Pacarnya yang konyol MOJOK.CO

Seorang Gadis Terjerat Pinjol Demi Memenuhi Kebutuhan Pacarnya yang konyol

1 Januari 2024
Punya Pacar yang Lagi Skripsian itu Nggak Enak, Beneran Nyusahin! MOJOK.CO

Punya Pacar yang Lagi Skripsian Itu Nggak Enak, Beneran Nyusahin!

19 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Desta pamit dari Vindes rasanya kayak kehilangan dua teman MOJOK.CO

Ketika Desta pamit dari Vindes, saya merasa kehilangan dua teman yang tidak pernah saya kenal

27 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Universitas Terbuka (UT).MOJOK.CO

Kuliah di UT Dikira Bikin Kehilangan Relasi, Mahasiswanya Malah Bisa Membangun Jejaring sampai Luar Negeri 

27 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.