Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Alfian Tanjung Dilaporkan usai Sebut Rezim Komunis dan Tuduh Ketua BPIP Bolehkan Zina dengan Anak Sendiri

Redaksi oleh Redaksi
18 Februari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Alfian Tanjung dilaporkan lagi ke Kepolisian setelah video ceramahnya soal kebangkitan PKI dan dugaan ujaran kebencian menyebar di media sosial.

Nggak ada kapok-kapoknya. Alfian Tanjung lagi-lagi bikin masalah setelah video “ceramah”-nya tersebar di jagat media sosial. Dalam sebuah potongan video, Alfian menyebut soal kebangkitan komunis di Indonesia.

Iklan

Alfian mengklaim, gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah punya 13 angkatan di Indonesia, rezim hari ini disebutnya rezim komunis, bahkan sampai menuduh ketua BPIP bolehkan zina dengan anak sendiri.

Berikut video yang diduga merupakan hoaks dan ujaran kebencian yang dilakukan Alfian Tanjung dan sempat trending di Twitter.

?Ijin Mohon diViralkan, agar segera cepat diproses, oknum pelaku provokator ini, Ustad Provokator itu namanya DR Alfian Tandjung, sudah pernah dipenjara, msh blm kapok2x jg atau kurang lama mendekam di penjaranya.@WagimanDeep @permadiaktivis @mohmahfudmd @DivHumas_Polri pic.twitter.com/Il0cAQbn5z

— ?? nggak bisa ngelucu ??? (@YudiAbdulRohim) February 15, 2020

Melihat hal itu dan Ketua Umum Cyber Indonesia, Habib Muannas Alaidid, melaporkan Alfian ke Kepolisian. Laporan ini pun sudah masuk pada Senin (17/2) petang.

“Berharap pihak kepolisian segera menangkap Alfian Tanjung yang merupakan residivis atas kasus yang sama karena menyebarkan berita bohong dan kebencian yang membahayakan masyarakat,” kata Muannas.

Di sisi lain, Abdullah Alkatiri, pengacara Alfian Tanjung untuk kasus hoaks dan ujaran kebencian sebelumnya menyebut kalau Alfian itu pemerhati komunis, jadi seharusnya pernyataan seperti itu bukan masalah.

“Pak Alfian kan nggak nunjuk orang siapa-siapa. Dan masalahnya dari dulu dia ini pemerhati masalah komunis. 25 tahun lebih dia pemerhati masalah komunis. Artinya dia kan pemerhati. Jelas,” kata Abdullah Alkatiri.

Abdullah juga meyakini bahwa Alfian Tanjung bukanlah orang awam dan meyakini betul segala pernyataan soal isu kebangkitan komunis ini.

“Beliau ini bukan orang awam, tapi dia ini pemerhati. Dia orang yang paham. Saya nggak tahu dia katakan demikian seperti apa. Kalau menurut saya, dia punya background kalau memang betul ada statemennya,” kata Abdullah.

“Orang boleh ngomong apa saja. Penjarakan Anies dan sebagainya, tapi kan orang yang mendalilkan harus membuktikan di mana, apa betul Ustaz Alfian itu melakukan perbuatan melawan hukum? Kan perlu dibuktikan. Beliau ini pemerhati komunisi 20 tahun lebih. Kemudian yang dituduh Alfian siapa? Dia nggak ngomong Presiden, karena dihukum kan harus jelas siapa yang dipermasalahkan. Mau dibawa ke pasal berapa? Pencemaran nama baik? Siapa yang dicemarkan?” kata mantan kuasa hukum Alfian ini.

Sebenarnya jelas sih, siapa yang dicemarkan dari kasus provokasi kayak gini, yaaa Pak Alfian Tanjung sendiri. Tuman kok mencemarkan nama baik sendiri. (DAF)

 

BACA JUGA Bengkoknya Nalar Tanggung Alfian Tanjung atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2020 oleh

Tags: Alfian TanjungKomunisPKI
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
bti, petani, tani.MOJOK.CO

Rumus “3S-4J-4H” Wajib Dijalankan Pemerintah Kalau Mau Petani di Indonesia Maju

28 Januari 2025
Seputar Peristiwa 65 yang Tak Mungkin Ada di Buku Sejarah MOJOK.CO

Seputar Peristiwa 65 yang Tak Mungkin Ada di Buku Sejarah

30 September 2024
seni berpemilu ala pki jasmerah mojok

Begini Strategi PKI Memenangkan Suara di Jawa Tengah pada Pemilu 1955

21 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.