Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Yang Diving Napoli, yang Diledek Juventus: Penderitaan Menjadi Antagonis

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 Agustus 2019
A A
Yang Diving Napoli, yang Diledek Juventus: Penderitaan Menjadi Antagonis
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemain Napoli yang diving, tetapi Juventus yang tetap saja diledek. Menjadi antagonis karena sangat dominan di Serie A memang menderita.

Serie A akhirnya sepak mula. Liga paling romantis ini tak butuh waktu lama untuk menghadirkan drama. Dua laga pembuka, Parma vs Juventus dan Fiorentina vs Napoli, bisa memberi gambaran panasnya Serie A musim 2019/2020. Sebuah musim di mana Juventus untuk kesekian kali akan menjadi antagonis.

Iklan

Cristiano Ronaldo punya banyak peluang untuk membuat gol. Malam itu, di kandang Parma, ketajaman gerak Ronaldo seperti lebih baik ketimbang selama pra-musim. Sayangnya, titik sepakan pemain asal Portugal itu belum sempurna. Banyak peluang dia ciptakan dan salah satunya menjadi gol, meski dianulir oleh VAR.

Lewat tayangan ulang terlihat Ronaldo memang offside. Teman saya di Twitter bilang jarak offside Ronaldo itu cuma seperti sehelai rambut dibagi tujuh bagian. Sangat tipis. Lihat foto di bawah ini:

VAR denies Cristiano Ronaldo!

His goal is disallowed after he was ruled offside ❌ pic.twitter.com/v3LNTn1Vj4

— ESPN FC (@ESPNFC) August 24, 2019

Yah begitulah, yang namanya aturan tetap aturan. Pun seharusnya foto Juventus di atas tidak disirkulasikan menjadi sebuah meme. Lha wong namanya juga mengikuti aturan. Namun, nyatanya, foto di atas menjadi sebuah meme untuk meledek fans Napoli. Terutama setelah mereka mendapat penalti dengan “tidak wajar”.

Malam itu di Artemio Franchi, Fiorentina unggul lebih dulu lewat titik penalti. Ketika kemelut terjadi di kotak penalti, bola mengampiri tangan Piotr Zielinksi. Merujuk aturan baru, mau sengaja atau tidak, bola kena tangan berbuah pelanggaran. Erick Pulgar, debutan Fiorentina, menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Setelah menyamakan kedudukan lewat gol cantik Lorenzo Insigne, Napoli mendapat hadiah penalti dari wasit. Gaetano Castrovilli, gelandang Fiorentina yang terjatuh di dalam kotak penalti dianggap dengan sengaja menyelengkat kaki Dries Martens. Tanpa pikir dua kali, tanpa mengintip layar VAR, wasit kasih penalti untuk Napoli.

Pemain Fiorentina langsung protes. “Sit, VAR, Sit! Wooo jianccc….!” Mungkin begitu mereka protes. Sayangnya, kali ini wasit memang blunder dan pemain Fiorentina benar. Lewat tayangan ulang, Dries Martens terlihat mengeluarkan “jurus jaran mengkal”. Pemain asal Belgia itu berusaha menyangkutkan kakinya sendiri ke arah belakang, ke kaki Castrovilli.

Napoli has been cheating for years now, but they’re usually stereotyped as victims of Juventus’ dark reign. pic.twitter.com/34ipQeshPI

— Juventus’ War (@JuventusWAR) August 24, 2019

Kayaknya Martens tahu kalau kakinya belum sampai menyentuh Castrovilli. Namun, karena sudah telanjur, jurus kedua ia keluarkan. Namanya jurus “Swanton Bomb lumba-lumba”. Jurus yang orisinalnya milik The Great Sasuka, pegulat Jepang, dan didaur ulang oleh Jeff Hardy, pegulat WWE, dikeluarkan oleh Martens. Tinggal pake topeng, saya rasa Martens punya masa depan di ring gulat ala ala WWE dan menjadi the next Rey Mysterio. Secara fisik, keduanya mirip.

Namun, sekali lagi, yang jadi antagonis akan selalu Juventus. Diving Martens hanya ramai di kalangan Juventini. Fans AC Milan dan Inter Milan tetap sibuk meledek Juventus. Menyebut Si Nyonya Tua memang layak untuk dikerjai oleh VAR.

Peran antagonis dan masa lalu Juventus

Well, situasi ini memang bisa dimaklumi. Masa lalu Juventus memang tidak putih bersih. Masa lalu mereka penuh bercak. Degradasi ke Serie B menjadi hukuman, masih ditambah pencopotan dua gelar Scudetto. Makin pedih setelah dua gelar juara itu dilimpahkan ke Inter Milan.

Namun, untuk serangan dan ledekan yang menimpa Juventus kali ini, saya sendiri tidak setuju. Ronaldo memang offside dan golnya dibatalkan. Itu kejadian yang wajar dan bukan bahan ledekan yang berkelas. Sebagai klub, Juventus tidak protes, pun Juventini tidak mempermasalahkannya.

Iklan

Menjadi masalah ketika Martens diving dan wasit tidak menengok layar VAR. Bukankah ini bentuk ketidakadilan? Alat VAR ada untuk mengurangi kesalahan-kesalahan seperti ini. Kalau sukses menganulir gol Ronaldo karena offside, yang mana itu sepele, seharusnya wasit juga bisa menggunakan VAR untuk mencegah Napoli bikin gol lewat cara yang tidak terpuji.

Fans Napoli yang bersorak bangga, fans Milan dan Inter yang menertawakan nasib ini, justru menjadi “Juventus masa lalu”, yaitu antagonis itu sendiri. Rivalitas adalah hal yang wajar. Tetapi, akal sehat tidak boleh disimpan rapat-rapat di dalam bilik bernama dengkul! Hasilnya sangat masif, yaitu Napoli dapat 3 poin. Kalau imbang, mereka cuma bisa mengumpulkan 1 poin saja.

Dulu, Bung Rayana Djakasurya menggunakan istilah protagonis untuk menggambar para pemain yang menjadi pahlawan dalam sebuah laga. Sebuah istilah yang dulu terasa asing di telinga saya yang masih bocah ketika Serie A menjadi liga terbaik di dunia.

Kali ini, justru Juventus yang menjadi protagonis sebenarnya. Mereka tidak berbuat salah pun menjadi sasaran ledekan. Mereka yang berbuat salah malah tidak mendapatkan “hukuman sosial” yang dulu pernah dirasakan Si Nyonya Tua.

Juventus memang antagonis. Delapan kali juara berturut-turut membuat lawan akan bersorak untuk sebuah pelanggaran berat yang menimpa pemain Juventus. Lawan akan tertawa puas ketika VAR mencegah kemenangan Juventus. Lawan akan berjoget bahagia ketika wasit berbuat salah dan Juve kalah.

Pada titik tertentu, Juventus adalah antagonis di tengah liga yang mereka dominasi. Well, dominasi memang berjalan sejajar dengan kedengkian dan iri hati. Jadi, sabar ya, Nyonya Tua.

BACA JUGA AC Milan, Inter, Napoli, dan Roma Harus Mau Cium Tangan Juventus dan Ronaldo

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2019 oleh

Tags: JuventusNapoliRonaldoSerie AVAR
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Mungkinkah Cristiano Ronaldo Pindah ke Liga Indonesia?
Video

Mungkinkah Cristiano Ronaldo Pindah ke Liga Indonesia?

16 Agustus 2023
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Kekecewaan Netizen Pada Kasus Fortuner Vs Brio Dan Centang Biru Berbayar
Video

Kekecewaan Netizen pada Kasus Fortuner Vs Brio dan Centang Biru Berbayar

23 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.