ADVERTISEMENT

Hati-hati, Bosquh. Inilah Bahaya Kekurangan Vitamin D Pada Tubuhmu

Hati-hati, Bosquh. Inilah Bahaya Kekurangan Vitamin D Pada Tubuhmu

Vitamin D merupakan salah satu elemen penting dalam tubuh. Perannya cukup krusial, terutama dalam membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang serta otot. Selain itu, salah satu peran penting vitamin ini adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh. Nutrisi ini bisa diperoleh dari banyak sumber, mulai dari sinar matahari dan beberapa jenis makanan.

Secara umum, vitamin ini ada dua macam. Ada vitamin D2 (berasal dari sumber nabati), dan vitamin D3 (berasal dari sumber hewani, dan terbentuk alami di kulit saat terpapar sinar matahari. Manusia membutuhkan keduanya, dan jangan sampai kekurangan. Kalau tubuh kekurangan vitamin tersebut, maka akan muncul gejala atau tanda yang menyerang titik tersebut. Lalu seperti apa tanda atau gejala yang muncul ketika tubuh kekurangan vitamin D yang perlu kita perhatikan?

Gejala-gejala yang muncul ketika tubuh kekurangan vitamin D

1. Tubuh gampang terasa lemas

Salah satu gejala yang muncul ketika kekurangan vitamin D adalah tubuh gampang terasa lemas. Tubuhnya lesu, dan tenaganya kayak kurang, padahal aktivitasnya tidak terlalu berat. Ini adalah gejala yang paling umum dan paling sering muncul. Penyebabnya banyak, mulai dari kurang tidur, pola makan yang kurang baik, hingga aktivitas terlalu padat.

Sebenarnya, tubuh yang lemas bukan langsung berarti kekurangan vitamin tersebut. Ada banyak penyebab lainnya. Tapi, kalau dalam rentang waktu tertentu tubuh kita makin gampang lemas, gampang lesu, padahal aktivitasnya tidak berat, plus pola hidup kita berantakan, bisa jadi penyebabnya karena kekurangan vitamin D. Harus hati-hati kalau sudah begini.

2. Nyeri otot dan tulang

Salah satu fungsi utama vitamin D dalam tubuh adalah menjaga kesehatan otot dan tulang. Kalau misalnya tubuh kekurangan vitamin ini, maka kesehatan otot dan tulang jadi terancam. Makanya, salah satu gejala yang kerap muncul adalah rasa nyeri di otot dan tulang. Bentuk nyerinya bermacam-macam. Bisa jadi nyeri di tulang leher dan punggung. Bisa juga otot yang melemah dan sering mengalami kram.

Ini jadi gejala atau tanda yang paling menyebalkan, sebab rasa nyerinya bisa sakit banget. Bahkan efeknya bisa jangka panjang, yaitu osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah terasa seperti ini, mending segera periksakan dan segera konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D. Kalau mau lebih mudah, minum suplemen yang mengandung vitamin itu saja.

3. Daya tahan tubuh menurun dan mudah sakit

Selain menjaga kesehatan otot dan tulang, vitamin ini juga berfungsi menjaga daya tahan dan kekebalan tubuh. Istilahnya, vitamin ini menjadi salah satu pagar tubuh kita agar tidak gampang sakit. Kalau asupan vitamin D dalam tubuh kurang, maka pagarnya juga akan berkurang dan melemah. Imbasnya, daya tahan tubuh akan menurun dan akan mudah terserang penyakit.

Akhir-akhir ini sering demam, flu, atau diare? Coba segera periksa ke dokter, deh. Jangan-jangan asupan vitamin D dalam tubuh sedang kekurangan.

4. Rambut mudah rontok hingga risiko kebotakan

Ini jadi salah satu gejala yang sering terabaikan. Banyak orang yang belum paham bahwa salah satu fungsi vitamin D adalah menjaga kekuatan rambut. Selain itu, peran vitamin ini juga penting, khususnya untuk merangsang pertumbuhan rambut-rambut baru. Kalau asupannya kurang, maka kekuatan rambut akan menurun dan tidak ada yang merangsang pertumbuhannya.

Imbasnya, rambut akan mudah rontok. Tidak hanya rontok, regenerasi rambut juga akan terhambat, sebab tidak ada rambut-rambut baru yang tumbuh. Kalau dibiarkan, ini akan menimbulkan efek jangka panjang yaitu memicu kebotakan. Ngeri, kan?

Cara mencegah agar tidak kekurangan vitamin D

Gejala dan tanda-tanda di atas tentu bisa kita hindari kalau kita sadar akan pentingnya vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini ada di mana-mana, kok. Tidak susah mencarinya. Cara paling mudah ya dengan berjemur di bawah sinar matahari saat pagi sebelum jam 10. Tidak perlu lama-lama, cukup 10-20 menit saja, yang penting rutin setiap hari atau setidaknya 2-3 kali seminggu.

Selain berjemur, vitamin D juga bisa kita dapatkan dari makanan. Beberapa makanan seperti ikan-ikanan (tuna, sarden, dan salmon) dan kuning telur bisa juga jadi sumber asupan vitamin. Kalau masih kurang, tambah saja dengan suplemen vitamin D. Harganya juga murah, kok. Tapi kalau konsumsi suplemen tetap harus konsultasi dokter dulu, ya, jangan sembarangan.

Intinya, kita sebagai yang punya tubuh harus paham apa yang dibutuhkan. Kita juga harus paham reaksi-reaksi tubuh kalau sedang butuh atau kekurangan sesuatu. Kalau hanya vitamin D sih harusnya tidak susah. Tapi kalau sudah telanjur, segera periksakan. Jangan cuek, jangan abai, jangan dibiarkan. Takutnya malah jadi parah dan makin susah sembuhnya.

Anggi Thoat Ariyanto

Seorang pemuda asal Jambi yang menempuh perjalanan akademisnya di Universitas Amikom Yogyakarta. Menetap di Jogja memberinya perspektif baru dalam melihat perpaduan antara budaya lokal dan perkembangan teknologi digital. Memiliki ketertarikan besar pada dunia game yang dinikmati sebagai sarana mengasah pola pikir di waktu luang.

Exit mobile version