Kalau ada daftar motor matic Honda yang paling oke, Vario 110 mungkin akan jadi salah satunya, bahkan berada di daftar teratas. Vario 110 tidak hanya oke secara desain dan tampilan. Secara performa dan ketahanan juga jauh dari kata jelek. Tidak heran jika motor ini selalu jadi favorit sejak pertama kali muncul hingga sekarang.
Vario 110 punya perjalanan yang cukup panjang. Pijakan awalnya mulai dari generasi pertama yang muncul pada 2006, lalu berubah menjadi Vario Techno 110. Lalu pada 2014, Vario 110 FI rilis dan disusul oleh Vario 110 eSP yang juga rilis pada 2015. Sepanjang itu, Vario sudah mengalami banyak perubahan, mulai dari bodi, gaya, hingga performa mesinnya.
Sayangnya, Honda sudah menyuntik mati Vario 110 pada Desember 2019. Sudah tidak ada lagi produk baru dari generasi ini. Namun, keempat generasinya masih berkeliaran di jalanan dan di pasaran. Selain itu, generasi ini juga masih menarik untuk dibandingkan, terutama bagi pencari motor matic bekas untuk harian dengan harga relatif terjangkau.
Mengenal evolusi generasi Vario 110 dari masa ke masa
Secara umum, perjalanan generasi Vario 110 terbagi dalam empat masa. Pertama, adalah Vario 110 karbu alias generasi pertama pada 2006. Kedua, ada Vario Techno 110 tahun 2009 dengan desain yang lebih tajam dan futuristik, serta ada fitur Combi Brake System (CBS). Ketiga, ada Vario 110 FI tahun 2014 dengan sistem injeksi PGM-FI. Generasi terakhir ada Vario 110 eSP yang rilis pada 2015.
1. Vario 110 karbu, Vario terbaik sepanjang masa (2006–2009)

Generasi pertama Vario 110 rilis pada tahun 2006, saat motor matic di Indonesia masih belum terlalu populer. Selain jadi cetak biru Vario generasi setelahnya, motor ini juga jadi semacam pembeda di tahun-tahun itu. Ketika matic lain menawarkan bodi yang imut, Vario 110 hadir dengan bodi yang lebih besar. Saat itu, Vario 110 jadi salah satu motor matic yang cukup laris setelah Honda BeAT dan Yamaha Mio.
Mungkin ini subjektif, tapi Vario 110 generasi pertama adalah Vario terbaik sepanjang masa. Desainnya tidak neko-neko, ukurannya pas, dan performanya juga masih bisa diadu. Vario ini memang masih memakai sistem karburator, tapi justru itu yang saat ini jadi daya tarik tersendiri. Saat ini, Vario 110 generasi pertama juga masih banyak ditemui di jalanan.
2. Vario Techno 110, desain yang futuristik dan tajam (2009–2013)

Tahun 2009, Honda mengeluarkan versi terbaru dari Vario 110 dengan nama Techno. Secara mesin, Vario Techno ini masih sama dengan generasi sebelumnya. Sama-sama masih pakai karburator. Perbedaannya ada di desain yang lebih futuristik dan lebih tajam, lah. Desain Vario Techno ini sampai jadi semacam ciri khas, sehingga sangat mudah dikenali.
Upgrade lainnya adalah adanya fitur Combi Brake System (CBS) pada varian tertentu. Fitur ini membantu mendistribusikan pengereman ketika rem belakang digunakan, sehingga pengereman terasa lebih terintegrasi. Vario Techno juga main di kelas 125cc, tapi itu tidak perlu dibahas, lah.
3. Vario 110 FI, sistem injeksi dengan desain yang kembali “halus” (2014–2015)
Vario 110 FI yang rilis pada tahun 2014 menandai peralihan penting dari sistem karburator ke sistem injeksi. Honda menggunakan teknologi PGM-FI untuk mengatur suplai bahan bakar secara elektronik. Sistem injeksi dapat membantu pengaturan campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih pas. Intinya, konsumsi bahan bakar bisa lebih irit, lah.
Selain sudah memakai sistem injeksi, Vario 110 FI juga sudah pakai lampu LED yang khas. Selain itu, motor ini juga punya desain yang lebih “halus”, apalagi jika perbandingannya adalah Vario Techno. Sudah tidak ada lagi kesan futuristik dan desain yang tajam di motor ini. Desain Vario 110 FI malah terasa sekali sentuhan generasi pertamanya.
Kalau mau baca lebih jauh pengalaman pengguna motor ini, bisa baca artikel Terminal Mojok berjudul “Setelah Mencoba 9 Generasi Vario, Saya Menyesal Sudah Menjadikan Vario 110 Sebagai Generasi Terbaik Motor Honda” ini.

4. Vario 110 eSP, penyempurnaan dari generasi sebelumnya (2015–2019)

Generasi terakhir Vario 110 hadir pada 2015 melalui Vario 110 eSP. Soal desain, motor ini masih mirip dengan generasi sebelumnya, Vario 110 FI. Soal mesin, Vario 110 eSP juga masih mempertahankan mesin 110 cc dengan sistem injeksi, tapi membawa beberapa upgrade pada efisiensi dan fitur.
Adanya Teknologi Enhanced Smart Power (eSP) sangat membantu meningkatkan efisiensi mesin dan mengurangi gesekan. Pada varian tertentu, Honda juga menyematkan Idling Stop System (ISS), yang mematikan mesin sementara ketika motor berhenti dalam kondisi tertentu dan menyalakannya kembali saat pengendara memutar gas. Fitur ini dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar saat berhenti, meskipun hasilnya bergantung pada kondisi lalu lintas dan kebiasaan berkendara.
Perbedaan keempat generasi Vario 110
Dari keempat generasi Vario 110 di atas, kita bisa dengan mudah memetakan perbedaannya. Perbedaan paling mencolok ada di sistem pembakarannya. Dua generasi pertama, Vario 110 dan Vario Techno 110, masih menggunakan karburator. Dua generasi setelahnya, Vario 110 FI dan Vario 110 eSP sudah pakai sistem injeksi.
Soal desain, keempat generasi ini punya ciri khasnya masing-masing. Vario 110 generasi pertama tentu punya desain yang klasik, desain khas Vario. Lalu Vario Techno 110 punya desain yang lebih futuristik dengan gaya yang tajam. Lalu dua generasi terakhir, Vario 110 FI dan Vario 110 eSP hadir dengan gaya yang lebih halus tapi tetap terlihat modern.
Sudah tak lagi diproduksi, tapi masih beredar di pasaran dengan harga yang beragam
Vario 110 sebenarnya masih jadi motor favorit banyak orang. Sayangnya, Honda sudah menyuntik mati produksi motor ini sejak Desember 2019. Ini artinya, sudah tidak ada lagi Vario 110 baru yang beredar di pasaran. Kalau ingin memiliki Vario 110 generasi apapun, satu-satunya jalan adalah mencari yang bekas atau second. Perlu diingat, pastikan cari motor bekas yang kondisinya prima agar tidak ‘gampang jajan’ seperti pengalaman pengguna yang pernah ditulis di artikel ini.
Harga Vario 110 semua generasi punya harga yang bermacam-macam di pasaran. Dari berbagai sumber, Vario 110 bekas generasi pertama harganya ada di kisaran 4-8 juta. Vario Techno 110 bekas ada di kisaran 5-9 juta. Untuk dua generasi terakhir Vario 110, entah itu FI dan eSP, merentang di angka 7-14 juta. Semua harga itu juga bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kondisi motornya. Intinya, harus pintar dalam memilih dan nego harga.
Vario 110 generasi pertama, motor paling ikonik dan tangguh
Sekarang, kalau bicara Vario 110 paling ikonik, jawabannya tentu saja Vario 110 generasi pertama. Desainnya bisa dikatakan klasik (menjadi cetak biru Vario dari awal sampai sekarang), dan performanya juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Soal perawatan, Vario 110 generasi pertama ini juga tergolong tidak ribet. Plus, harga bekasnya juga masih sangat terjangkau.
Pada akhirnya, perjalanan Vario 110 dari generasi ke generasi menunjukkan bagaimana evolusi motor matic ini dari era karburator sampai injeksi. Setiap generasi memiliki karakter, kelebihan, dan daya tarik tersendiri. Produksinya memang telah berakhir pada akhir 2019, tapi Vario 110 masih layak dipertimbangkan sebagai motor pilihan walau bekas.