ADVERTISEMENT

Panduan Lengkap Main Padel untuk Pemula: Sejarah, Aturan, Cara Bermain, dan Perlengkapannya

Panduan Lengkap Main Padel untuk Pemula

Padel adalah olahraga yang belakangan ini naik daun dan bikin penasaran banyak orang. Sekilas, olahraga ini terlihat agak membingungkan, sebab bukan tenis, tapi juga bukan squash. Padahal, padel justru memadukan unsur dari keduanya, mulai dari gaya pukulan, ukuran lapangan, sampai dinding yang mengelilingi area bermain yang jadi bagian dari strategi permainan.

Buat yang masih belum tahu, Padel merupakan olahraga raket yang biasanya dimainkan oleh empat orang atau dua pasangan. Pemain menggunakan raket khusus tanpa senar yang berbahan dasar serat karbon/fiberglass untuk rangkanya. Sedangkan untuk inti/core-nya terbuat dari busa ethylene vinyl acetate atau polyethylene. Untuk bolanya, bentuknya mirip bola tenis dengan bentuk yang lebih kecil dan tekanan udara yang lebih rendah.

Salah satu ciri khas padel terletak pada lapangannya. Terdapat dinding kaca tempered dan pagar yang mengelilingi area lapangan sehingga pemain bisa memanfaatkannya dalam permainan. Ukuran lapangan padel juga lebih kecil daripada lapangan tenis. Kondisi ini membuat pemain lebih sering dan lebih mudah berinteraksi dengan pasangan atau lawan selama pertandingan.

Sejarah lahirnya padel: mulai dari Meksiko, lalu ke Spanyol dan Argentina

Bagi sebagian orang, Padel memang tergolong olahraga baru. Di ranah global saja, Padel baru benar-benar populer dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, Padel ini sudah eksis sejak akhir tahun 1960-an. Tepatnya pada tahun 1969, Padel lahir di kota Acapulco, negara bagian Guerrero Meksiko.

Lahirnya olahraga Padel nggak bisa lepas dari sosok Enrique Corcuera, seorang pengusaha yang saat itu tinggal di Acapulco. Melansir laman resmi Federasi Padel Internasional, Enrique suka bermain tenis dan ingin punya lapangan tenis sendiri di belakang rumahnya. Tapi, lahan di belakang rumahnya nggak cukup luas untuk membangun lapangan tenis.

Akhirnya, dengan luas lapangan seadanya, Enrique tetap membangun lapangan berukuran 20×10 meter. Ia juga menambahkan dinding setinggi 3 meter yang mengelilingi lapangan agar bolanya nggak keluar lapangan. In adalah lapangan padel pertama di dunia. Istrinya, Viviana, membantunya untuk menyusun aturan main. Dari sinilah embrio Padel mulai terbentuk.

Olahraga ini perlahan berkembang dan mulai muncul di luar Meksiko. Dua negara pertama yang menerima Padel adalah Spanyol dan Argentina. Pangeran Alfonso of Hohenlohe, teman baik Enrique, memperkenalkan padel ke Spanyol dan membangun lapangan padel di Marbella Club. Sementara Julio Menditeguy, salah satu anggota club tenis Alfonso di Marbella, membawa Padel dan memperkenalkannya di Argentina.

Sejak saat itu, Padel mulai menjamur perlahan di dunia internasional. Negara-negara lain selain Meksiko, Spanyol, dan Argentina mulai menerima padel. Pada tahun 1991, Federasi Padel Internasional lahir dan menjadikan Padel semakin punya legitimasi. Di akhir dekade itu pula, aturan Padel yang awalnya berbeda tiap negara, akhirnya disatukan menjadi satu aturan tunggal yang disepakati hingga sekarang. 

Aturan dan cara bermain Padel untuk pemula

Padel memang sekilas rumit, tapi konsepnya sebenarnya sederhana. Mirip permainan ganda tenis atau bulutangkis. Intinya hanya bagaimana mengembalikan bola melewati net dan jangan sampai mati.

Untuk servis, pemain melakukan servis secara diagonal dari belakang dan harus mengarahkan bola ke kotak servis lawan. Berbeda dari tenis, pemain melakukan servis setelah memantulkan bola ke lantai dan memukulnya pada posisi setinggi atau di bawah pinggang. Pemain juga harus menjaga setidaknya satu kaki tetap menyentuh tanah ketika memukul servis. Jika servis pertama gagal, pemain mendapat kesempatan melakukan servis kedua.

Setelah servis masuk, kedua pasangan mulai melakukan reli. Pemain dapat memukul bola langsung atau membiarkan bola memantul terlebih dahulu. Setelah bola memantul di lantai, pemain dapat membiarkannya mengenai dinding dulu sebelum mengembalikannya. Pemain juga bisa memantulkan bola ke dinding untuk mengembalikan bolanya. Namun, jika bola langsung mengenai dinding sebelum memantul, maka servis dianggap fault.

Untuk penghitungan skornya, ini yang kerap bikin orang bingung. Penghitungan skor padel ini mirip sama tenis, yaitu pakai sistem 0, 15, 30, 40, dan game. Anak tenis pasti paham, lah. Setiap memenangkan reli, kamu akan dapat poin mulai dari 15. Menang reli kedua, kamu dapat 30. Begitu seterusnya.  Tapi jika kedua pemain mencapai skor 40-40, kamu mau nggak mau harus unggul dua poin atau menang dua reli berturut-turut untuk memenangkan game.

Lalu kalau sudah game apakah sudah menang? Tentu saja belum. Beberapa game kemudian membentuk set. Umumnya, pemain atau pasangan perlu memenangkan enam game dengan selisih dua game untuk mengambil satu set. Dalam format pertandingan yang umum, pasangan yang lebih dulu memenangkan dua set akan keluar sebagai pemenang.

Gimana? Sudah paham atau masih bingung? Kalau masih bingung, paling enak latihan langsung di lapangan. Sekarang kita bahas dulu soal perlengkapan apa saja yang harus ada untuk main padel.

Perlengkapan padel untuk pemula

Kalau mau bermain padel, selain memerlukan raket dan bola, kalian juga perlu lapangannya. Harga sewa lapangan padel ini beragam. Mulai dari 100 ribu per jam, hingga 500 ribu per jam. Beda kota, beda kelas lapangan, dan beda jam akan memengaruhi besaran biaya sewa lapangan. Makanya, untuk menyiasati biaya yang nggak murah, mainnya ramai-ramai. Usahakan lebih dari 4 orang, biar jatuhnya murah kalau sewa berjam-jam.

Lalu untuk raket, kalian bisa sewa di lapangan langsung dengan biaya 20-100 ribu per sesi atau per jam. Harganya bisa berbeda tergantung tempat dan raketnya. Kalau mau beli raket sendiri, harga raket padel umumnya beragam mulai dari 300 ribu sampai 6 jutaan. Tapi kalau masih pemula, mending beli yang kisaran 300-500 ribuan saja. Untuk bolanya, kalian juga bisa beli sendiri dengan harga 100-150 per tabung isi tiga. 

Selain raket dan bola, sepatu juga jadi elemen penting. Soal sepatu sebenarnya juga menyesuaikan. Kalau masih pemula, kalian pakai sepatu olahraga apa saja. Tapi sekarang sudah banyak sepatu khusus padel yang murah yang harganya di 300 ribuan. Beli dan pakai itu saja, nggak ada salahnya juga, kok.

Lalu untuk jersey, celana, dan beberapa perlengkapan padel lainnya ya kembali ke pribadi masing-masing. Sesuaikan saja dengan kebutuhan, kenyamanan, dan kemampuan. Toh, masih pemula juga, kan? Fokus di fundamental permainan saja dulu. Nggak perlu mikir urusan perlengkapan, apalagi yang non esensial.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MOJOK (@mojokdotco)

Apakah padel sulit untuk pemula?

Padel sebenarnya relatif mudah untuk pemula. Ukuran lapangan yang lebih kecil membuat pemain nggak perlu berlari jauh kayak tenis. Apalagi mainnya berpasangan, jadi lebih ringan. Meski begitu, latihan tetap penting untuk menguasai teknik, posisi, dan pemanfaatan dinding. Semakin sering bermain, semakin jago pula nantinya.

Intinya, bermain padel itu yang penting jangan terlalu memikirkan teknik sejak permainan pertama. Jangan juga terlalu memikirkan perlengkapan. Enjoy saja dulu ritme permainannya, kenali karakter lapangan, dan belajar bekerja sama dengan pasangan. Nanti pasti bakal nemu enaknya, kok.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.