ADVERTISEMENT

Kenalan dengan Basarnas: Sejarah, Tugas, Bidang, dan Cara Menghubunginya

Kenalan dengan Basarnas: Sejarah, Tugas, Bidang, dan Cara Menghubunginya

Salah satu lembaga yang paling sibuk bekerja akhir-akhir ini adalah Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan). Rentetan bencana yang melanda di berbagai tempat mengharuskan Basarnas untuk bekerja ekstra. Basarnas tidak hanya memberikan pertolongan belaka. Basarnas juga menjadi tumpuan sekaligus garda terdepan untuk menyelamatkan apa-apa yang perlu diselamatkan saat bencana atau musibah terjadi.

Nama Basarnas tentu bukan nama yang asing bagi masyarakat umum. Nama mereka seliweran di media-media ketika musim bencana. Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu seluk beluk Basarnas. Banyak orang yang belum tahu bagaimana sejarahnya, apa saja tugas dan bidangnya, dan bagaimana cara menghubunginya.

Singkatnya, Basarnas adalah singkatan dari Badan SAR Nasional. Nama resminya sekarang adalah Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Lembaga ini adalah lembaga nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Selayaknya lembaga SAR (Search and Rescue) lainnya, Basarnas berfokus untuk menyelenggarakan pencarian dan pertolongan yang bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai instansi dan potensi SAR lainnya.

Jadi, Basarnas bukan sekadar lembaga yang datang ketika terjadi bencana. Mereka juga menjalankan kesiapsiagaan, latihan, koordinasi, pengelolaan komunikasi, hingga pembinaan tenaga dan potensi SAR.

Sejarah singkat lahirnya Basarnas

Semua bermula ketika Indonesia bergabung dengan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada 1950 dan International Maritime Organization (IMO) pada 1959. Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam dua organisasi tersebut, Indonesia punya tanggung jawab untuk menangani musibah penerbangan dan pelayaran. Indonesia harus punya organisasi penyelenggara SAR. Jika tidak, maka Indonesia akan mendapatkan cap “black area” yang mana akan berdampak negatif pada citra dan hubungan diplomatik negara.

Melansir situs resmi Basarnas, pemerintah saat itu sudah menyegerakan pembentukan lembaga SAR. Sejak tahun 1955, pemerintah sudah mulai merumuskan pembentukan lembaga SAR. Barulah pada tahun 1968, melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2-4, pemerintah menetapkan pembentukan Tim SAR Lokal Jakarta. Kementerian Perhubungan lalu menyerahkan tanggung jawab pembentukannya kepada Direktorat Perhubungan Udara.

Tim SAR Lokal Jakarta adalah cikal bakal Basarnas sekarang. Hingga akhirnya pada 28 Februari 1972, pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia atau BASARI yang membawahi beberapa susunan organisasi. Salah satunya adalah Pusat SAR Nasional (Pusarnas), lembaga yang menjalankan kegiatan operasional SAR.

Pada tahun 1975, Pusarnas bergabung menjadi anggota National Association of SAR (NASAR) yang markasnya ada di Amerika Serikat. Pusarnas juga secara resmi terlibat dalam kegiatan SAR internasional. Empat tahun berselang, tepatnya pada 1979, Pusarnas sudah tidak lagi berada di bawah basari. Pusarnas masuk ke dalam struktur Departemen Perhubungan dan namanya berubah menjadi Badan SAR Nasional atau BASARNAS. Ini bertujuan untuk efisiensi tugas SAR di Indonesia.

Sejak saat itulah nama Basarnas muncul. Dari tahun 1979 hingga sekarang, Basarnas berkembang baik secara lembaga maupun status. Selain berkembang makin taktis, lembaga ini juga berkembang secara status kelembagaannya. Pada tahun 2007, Basarnas menjadi lembaga pemerintah nondepartemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Lalu pada 2016, nama resminya berubah menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Namun nama Basarnas masih tetap digunakan, sebab sudah telanjur akrab di telinga.

Apa saja tugas dan bidang yang ditangani Basarnas

Sederhananya, Basarnas bertugas untuk melakukan pertolongan dan pencarian terhadap pihak yang berada dalam kondisi bahaya. Itu saja? Tentu saja tidak. Basarnas juga bertugas menyusun standar hingga prosedur pencarian dan pertolongan. Selain itu, lembaga ini juga melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan pencarian dan pertolongan.

Basarnas juga bertanggung jawab untuk memberikan pedoman, melakukan koordinasi dengan instansi terkait, serta mengembangkan sistem informasi dan komunikasi SAR. Jika terjadi bencana atau dalam keadaan darurat, Basarnas juga dapat menurunkan personel, sampai berkoordinasi dengan aparat atau berbagai potensi SAR lainnya sesuai aturan.

Dari tugas-tugas tersebut, sudah terlihat apa saja bidang-bidang yang ditangani oleh Basarnas. Pertama, tentunya adalah bidang pencarian dan pertolongan. Ini jadi bidang utama, karena berhubungan langsung dengan penanganan kecelakaan, bencana, orang hilang, dan kondisi lain yang membahayakan keselamatan manusia.

Kedua, adalah pembinaan tenaga dan potensi SAR. Seperti kita tahu, Basarnas itu butuh orang-orang yang terlatih dan siap terjun di berbagai medan. Maka dari itu, Basarnas menjalankan pelatihan, pembinaan, serta pengembangan kemampuan bagi personel dan unsur SAR yang dapat membantu operasi.

Ketiga, bidang sarana dan prasarana. Operasi pencarian tentu akan sangat tidak maksimal jika sarana dan prasarananya tidak memadai. Oleh karena itu, Basarnas menangani sarana dan prasarana serta sistem komunikasi untuk mendukung kegiatan SAR. Peralatan dan jaringan komunikasi menjadi bagian penting agar mereka bisa menerima informasi dengan tepat, dan melakukan tindakan dengan cepat.

Bagaimana cara menghubungi Basarnas?

Jika berada dalam kondisi darurat, kalian tinggal menghubungi 115. Itu adalah nomor darurat Basarnas. Kalian hubungi nomor itu, beri mereka informasi yang jelas, maka bantuan akan segera tiba. Tapi ingat, nomor itu peruntukannya hanya dalam kondisi darurat saja. Jangan main-main atau malah iseng.

Jika urusannya adalah kerja sama atau bantuan sosialisasi, kalian tinggal mendatangi kantor Basarnas atau kantor unit SAR terdekat. Setiap kota atau wilayah sudah punya unit SAR sendiri, kok. Sesuaikan saja dengan tempat tinggal atau lokasi kalian.

Basarnas bukan sekadar tim penyelamat belaka

Di momen banyak bencana dan musibah akhir-akhir in, Basarnas punya peran besar. Di balik operasi penyelamatan yang sering terlihat di berita, ada proses panjang dan pengorbanan besar yang mereka lakukan. Untuk menyelamatkan nyawa, mereka juga harus mempertaruhkan nyawa. Makanya, jangan menghujat mereka kalau operasi mereka lama dan tidak kunjung selesai.

Basarnas bukan sekedar tim penyelamat belaka. Basarnas adalah bagian dari sistem yang mempersiapkan dan menjamin keselamatan masyarakat, khususnya di momen-momen darurat. Jasa mereka besar, dan seharusnya mereka harus mendapatkan apresiasi yang juga lebih besar. Ya, minimal anggaran untuk mereka ditambah, lah, bukan malah dipotong.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.