ADVERTISEMENT

Benarkah Laron Pertanda Hujan? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Kemunculannya, Mitos yang Mengitarinya, dan Cara Mengusirnya dari Rumah

laron pertanda hujan dan cara mengusir laron

Benarkah laron pertanda hujan? Jawabannya: berkaitan, tetapi tidak mutlak. Laron biasanya muncul setelah hujan turun, saat udara dan tanah menjadi lembap. Kemunculannya menandai musim yang sudah berganti, bukan meramal hujan berikutnya.

Laron adalah salah satu hewan yang kerap dikaitkan dengan pergantian musim dan datangnya musim hujan. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa kemunculan laron adalah pertanda musim hujan.

ADVERTISEMENT

Sering kali keberadaan laron itu mengganggu. Beterbangan di dekat lampu, sayap yang rontok bikin kotor sekitar. Namun di balik itu, laron juga bisa jadi sumber makanan. Seperti rempeyek laron atau botok laron. Makanya, keberadaan laron ini masih jadi perdebatan opini masyarakat.

Lalu, bagaimana cara mengusir laron? Sebelum mengetahuinya, kita perlu tahu dulu. Laron itu sebenarnya hewan apa, mengapa munculnya di musim hujan, dan apa saja mitos-mitos yang ada di sekitarnya.

Laron adalah bagian dari siklus hidup rayap

Laron sebenarnya bukan hewan yang asing bagi manusia. Apalagi kalau kita kenal hewan bernama rayap. Sebab laron adalah bagian dari siklus hidup rayap. Laron merupakan rayap bersayap yang berada dalam tahapan terakhir atau tahapan reproduktif. Dalam dunia entomologi, fase ini dikenal sebagai alate atau rayap reproduktif bersayap. Kemunculan rayap bersayap inilah yang melahirkan anggapan laron pertanda hujan di tengah masyarakat.

Meskipun masih satu siklus dengan rayap, laron ini punya perbedaan dari rayap pekerja yang kita kenal. Rayap pekerja tugasnya mencari makanan dan membangun sarang. Sedangkan laron memiliki tugas utama yaitu berkembang biak. Jika sudah masuk fase atau tahapan reproduksi, laron akan keluar dari koloni untuk mencari pasangan dan membentuk koloni baru.

Setelah menemukan pasangan dan melakukan perkawinan, laron akan melepaskan sayapnya. Ini jadi salah satu alasan mengapa sayap-sayap laron banyak yang rontok, selain karena halauan manusia. Sepasang laron yang berhasil kawin kemudian akan mencari tempat yang sesuai untuk membangun sarang baru. Di tempat itulah, keduanya berpotensi menjadi raja dan ratu koloni rayap.

Mengapa muncul laron sebagai pertanda hujan?

Kemunculan laron di awal musim hujan tentu saja bukan sekadar kebetulan. Laron muncul di musim hujan juga bukan karena iseng belaka. Ada beberapa faktor mulai dari lingkungan hingga biologis yang membuat rayap bersayap ini lebih sering keluar ketika musim hujan.

Faktor pertama adalah meningkatnya kelembapan udara dan tanah. Rayap sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang lembap. Tubuhnya rentan kehilangan air sehingga kelembapan menjadi faktor penting untuk menunjang aktivitas dan kelangsungan hidupnya. Ketika hujan mulai turun, kelembapan udara dan tanah meningkat. Kondisi tersebut mendukung laron untuk keluar dari sarang dan melakukan penerbangan reproduktif. Tanah yang lembap juga membantu pasangan laron menggali dan membangun sarang baru setelah kawin.

Faktor kedua adalah hujan sebagai pemicu penerbangan masal atau swarming. Kemunculan laron dalam jumlah besar terjadi ketika rayap reproduktif dari satu atau beberapa koloni keluar secara bersamaan. Hujan menjadi salah satu pemicu penting penerbangan tersebut. Kombinasi curah hujan, suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan kondisi angin dapat memengaruhi waktu keluarnya laron. Ketika mereka keluar, mereka bisa bertemu laron dari koloni lain dan bisa melakukan proses perkawinan atau reproduksi sebelum kembali masuk ke tanah.

ADVERTISEMENT

Faktor ketiga adalah ketertarikan pada cahaya. Laron memiliki sifat fototaksis positif, yaitu bergerak menuju sumber cahaya. Di alam, cahaya bulan membantu mereka menjaga arah terbang. Lampu rumah dan lampu jalan yang jauh lebih dekat justru mengacaukan navigasi itu. Akibatnya, laron berputar-putar di sekitar lampu sampai kelelahan, kehilangan sayap, atau dimangsa hewan lain.

Meski kerap muncul di awal musim hujan, tidak bisa disimpulkan bahwa laron pertanda hujan. Lebih tepatnya, laron tidak bisa jadi acuan memprediksi datangnya musim hujan. Laron tidak bisa mengetahui kapan hujan akan turun besok atau beberapa hari mendatang. Kemunculannya lebih berkaitan dengan kondisi lingkungan yang sudah mendukung aktivitas reproduksi rayap.

Mitos-mitos terkait kemunculan laron di sekitar kita

Kemunculan laron sebagai pertanda musim hujan tidak bisa kita telan mentah-mentah. Kemunculan laron juga diikuti beberapa mitos-mitos yang sayangnya dipercayai banyak orang. Salah satu mitos yang banyak dipercayai adalah bahwa laron hidupnya hanya satu malam. Ini jelas kurang tepat, dan banyak disalahpahami.

Sebagian besar laron memang mati dalam waktu singkat, terutama yang gagal menemukan pasangan. Namun, pasangan yang berhasil kawin dapat hidup lebih lama dan membentuk koloni baru. Setelah menjadi ratu, rayap betina bahkan dapat hidup bertahun-tahun, bergantung pada spesies dan kondisi koloninya.

Mitos-mitos lainnya tentu adalah mitos eksternal. Ada yang bilang bahwa laron yang datang ke rumah itu pertanda datangnya rezeki. Ada juga yang bilang bahwa adanya laron juga akan membawa keberuntungan. Tentu saja ini hanya mitos yang sebaiknya tidak dipercaya begitu saja. Toh, landasannya juga tidak ada. Kalaupun ada, pasti tidak meyakinkan. Jadi, sebaiknya mitos-mitos ini kita abaikan saja.

Bagaimana cara mengusir dan mengurangi gangguan laron di rumah?

Laron memang bukan hewan yang membahayakan manusia secara langsung. Tapi, keberadaannya kerap membuat manusia agak terganggu, apalagi kalau sampai masuk rumah atau kamar. Entah itu terganggu dengan jumlahnya yang banyak, dengan tubuhnya, atau dengan rontokan sayapnya yang bikin kotor sekitar.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengusir atau setidaknya mengurangi gangguan laron di rumah. Cara pertama adalah matikan lampu yang tidak digunakan, mengingat laron akan mengincar sumber cahaya seperti lampu. Kalau lampu di rumah kita atau di teras rumah kita mati, laron akan pergi untuk cari sumber cahaya lain.

Cara selanjutnya adalah tutup pintu, jendela, dan lubang-lubang di rumah dengan rapat. Cara ini cukup efektif agar laron tidak masuk ke dalam rumah, walaupun lampu di dalam rumah menyala. Cara selanjutnya adalah dengan meletakkan ember berisi air di bawah lampu yang dikerubungi laron. Lampu akan memantul dari air dan laron akan mengerubungi pantulannya. Dengan ini, laron akan terjebak di air dan tidak akan berterbangan lagi.

Selain itu, kalau laron sudah telanjur menguasai rumah, ya tinggal sering-sering menyapu dan membersihkan rontokan sayapnya saja. Selain itu, periksa kayu dan bagian bangunan rumah.  Kemunculan laron dalam jumlah besar di sekitar rumah bisa menjadi petunjuk adanya koloni rayap di sekitar bangunan. Periksa kusen, pintu, lemari, plafon, dan perabot kayu. Waspadai tanda seperti kayu berongga, jalur tanah pada dinding, atau sayap rayap yang terus ditemukan di lokasi yang sama.

Kemunculan laron di awal musim hujan itu normal

Mungkin banyak orang yang terganggu dengan adanya laron. Tapi laron bukanlah hewan jahat dan membahayakan. Kemunculannya di awal musim hujan itu normal, karena memang itu adalah bagian dari siklus reproduksi rayap. Kelembapan tinggi, curah hujan, suhu, dan kondisi lingkungan membantu memicu penerbangan massal untuk mencari pasangan.

Jadi, anggapan laron pertanda hujan memang punya kaitan dengan fenomena alam. Namun, laron juga tidak bisa disebut sebagai penanda datangnya musim hujan secara mutlak. Kemunculan laron juga tidak bisa digunakan sebagai alat prediksi cuaca. Ibarat tanda alam dan pergantian musim, peran laron ini sangat mikro, lah.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.