ADVERTISEMENT

Bimbel Mahal dan Populer Belum Tentu Cocok! Ini Tips Memilih Bimbel yang Pas dan Cocok untuk Anak

Bimbel Mahal dan Populer Belum Tentu Cocok! Ini Tips Memilih Bimbel yang Pas dan Cocok untuk Anak

Memilih tempat bimbingan belajar (bimbel) untuk anak jadi kegiatan yang mau tidak mau harus orang tua lakukan. Ini jadi kegiatan para orang tua wajib, sekaligus kegiatan paling melelahkan di era sekarang. Sebab memilih tempat bimbingan belajar untuk anak tidak cukup hanya melihat nama besar atau harga yang ditawarkan. Orang tua perlu mempertimbangkan kebutuhan belajar, karakter anak, sampai metode pengajarannya.

Bimbel yang cocok bisa membantu anak memahami pelajaran dengan lebih maksimal dan tentunya lebih nyaman. Jika sudah ketemu tempat yang cocok, orang tua tidak akan merasa sia-sia mengeluarkan uang untuk membayarnya. Namun sebaliknya, pilihan yang kurang tepat justru bisa membuat anak semakin terbebani, sekaligus bikin orang tua makin pusing.

Maka dari itu, untuk memilih bimbel yang cocok untuk anak, beberapa tips berikut bisa jadi pertimbangan orang tua agar tidak salah pilih.

Tips memilih bimbel yang cocok untuk anak

1. Orang tua harus tahu apa kebutuhan anak

Tips pertama untuk orang tua dalam memilih bimbel yang cocok adalah ketahui dulu apa kebutuhan anak. Orang tua harus tahu alasan mengapa anak membutuhkannya. Apakah anak kesulitan memahami mata pelajaran tertentu, apakah anak ingin meningkatkan nilai, mempersiapkan ujian, atau hanya membutuhkan pendampingan belajar yang lebih teratur?

Jawaban dari semua ini akan membuat pilihannya semakin mengerucut. Orang tua jadi lebih mudah memilihnya. Dengan begini, anak juga akan mendapatkan apa yang benar-benar mereka butuhkan. Kalau butuhnya adalah bimbingan belajar matematika, anak akan dapatnya ya bimbel matematika, tidak perlu ditambah mata pelajaran yang lain yang mungkin tidak ada kesulitan.

2. Sesuaikan model pembelajaran bimbel dengan karakter belajar anak

Setiap tempat bimbingan belajar  punya model pembelajarannya masing-masing. Model pembelajarannya pun belum tentu cocok untuk semua karakter belajar anak. Sebab karakter belajar anak itu berbeda-beda. Ada yang suka belajar kelompok, ada yang suka sendiri-sendiri. Makanya, orang tua harus mempertimbangkan apakah anak nyaman dengan suasana kelas, jumlah siswa, durasi belajar, dan gaya pengajarnya.

3. Orang tua juga harus tahu metode belajar bimbel dan kualitas pengajarnya

Masih nyambung dengan poin sebelumnya, orang tua juga harus tahu metode belajarnya sebelum memilih. Orang tua harus tahu bagaimana cara para pengajar di bimbel dalam menyampaikan sebuah materi. Apakah mereka menjelaskan secara runut dari konsep besar ke contoh soal, atau hanya sekadar membantu mengerjakan soal dengan cara cepat saja. In harus jadi pertimbangan.

Selain metode belajar, orang tua juga harus memperhatikan kualitas pengajar yang ada di tempat bimbingan belajar tersebut. Orang tua setidaknya harus tahu latar belakang dan pengalaman para pengajar yang nantinya akan mendampingi anak. Tidak susah, kok, untuk cari tahu latar belakang para pengajar. Setiap outlet bimbel biasanya terdapat profil para pengajar. Selain itu, orang tua juga bisa melihat ulasan dari siswa atau orang tua lain sebagai bahan pertimbangan.

4. Pilih yang jadwal dan jarak tempuh yang masih masuk akal

Pertimbangan selanjutnya adalah soal jadwal dan jarak tempuh. Orang tua wajib memilih waktu yang cocok dan pas. Misalnya, anak pulang sekolah jam 3, maka jadwal yang paling pas ya jam 4-6 sore. Intinya, jangan sampai jadwal bimbel mengganggu waktu sekolah atau waktu istirahat anak. Orang tua perlu paham bahwa sekolah dan istirahat itu tetap jadi prioritas. Kalau keduanya terganggu, bahkan oleh bimbel, anak-anak akan malah semakin terbebani.

Selain jadwal, jarak tempuh juga harus jadi pertimbangan. Sebisa mungkin cari tempat yang tidak jauh dari sekolah atau rumah. Kalau bisa, sekalian cari tempat yang searah dengan rute pulang sekolah ke rumah. Tujuannya sederhana, supaya tidak banyak waktu yang terbuang untuk perjalanan, dan anak tidak merasa lebih capek. Intinya, pilih tempat yang jarak tempuhnya masih masuk akal.

5. Jangan asal pilih bimbel yang sedang populer

Bimbel yang sedang ramai atau populer memang terkesan menjanjikan. Orang tua pasti langsung berpikir bahwa tempat bimbingan yang rame adalah tempat yang bagus. Belum tentu seperti itu, sebab bagus dan populer/ramai jelas beda arah. Orang tua perlu paham bahwa anak-anak tidak butuh tempat bimbingan belajar yang populer atau ramai. Anak-anak butuh tempat yang cocok dengan mereka, yang bisa membantu mereka untuk memahami mata pelajaran atau mengerjakan soal. 

Orang tua tidak perlu FOMO, ikut-ikutan memasukkan anak ke bimbel yang populer hanya karena orang tua lain memasukkan anaknya ke sana. Ingat, untuk anak jangan ngasal, jangan coba-coba.

6. Jangan termakan anggapan bahwa biaya mahal sudah pasti bagus

Ini bagian yang sering bikin orang tua terkecoh. Harga bimbel yang lebih mahal memang bisa menawarkan fasilitas atau layanan lebih banyak. Namun, biaya bukan satu-satunya ukuran kualitas sebuah temoat bimbingan belajar. Orang tua jangan sampai termakan anggapan bahwa biaya mahal sudah pasti bagus.

Orang tua perlu mempertimbangkan kembali perkara biaya. Orang tua juga perlu membandingkan biaya dengan fasilitas yang diberikan. Orang tua perlu tahu bagaimana kondisi tempat bimbelnya, kelasnya, modulnya, dan lain sebagainya. Orang tua juga harus tahu biaya-biaya lain agar bisa memetakan apakah tempat tersebut tersebut sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Intinya, jangan terpaku pada anggapan biaya mahal pasti bagus. Belum tentu!

7. Libatkan anak dalam memilih

Tips terakhir sekaligus paling wajib adalah orang tua wajib melibatkan anak dalam memilih bimbel. Pendapat anak harus jadi salah satu faktor kunci utama dalam pemilihan tempat. Orang tua juga harus mengedepankan kenyamanan anak ketika memilih tempat bimbel. Orang tua wajib mengajak anak-anak keliling dari satu bimbel ke bimbel lainnya, agar dia juga punya gambaran akan tempat bimbel yang akan dia pilih. Bagaimanapun, yang menjalani bimbel adalah anak. Jadi, keterlibatan anak adalah hal yang wajib.

Bimbel itu bantuan, bukan yang utama

Ketujuh tips di atas mau tidak mau harus dipahami oleh orang tua. Ketujuh tips di atas juga menjadi landasan penting saat orang tua memilih bimbel yang cocok untuk anak. Semua elemen harus diperhatikan, tanpa terkecuali.

Namun, ada satu hal yang harus disadari kembali, bahwa bimbel itu hanya sebatas bantuan. Bimbel bukan yang utama. Sekolah tetaplah yang utama. Bimbel hanya berperan untuk membantu anak semakin memahami apa-apa yang dia dapatkan di sekolah. Jangan sampai orang tua lebih memprioritaskan bimbel ketimbang sekolah.

Pada akhirnya, memilih tempat bimbingan belajar tetap harus dikembalikan ke anak. Orang tua harus memilih berdasarkan kebutuhan anak, bukan sekadar mengikuti tren atau pilihan orang lain. Orang tua juga tidak boleh terlalu memaksakan anak untuk ikut bimbel. Pilihan yang sekadar mengikuti tren atau hasil FOMO hanya akan membuat anak tidak nyaman dan semakin terbebani.

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.