ADVERTISEMENT

Umroh Bareng Pacar Itu Memang Romantis, Pahami Hukum dan Begini Aturan Mainnya dalam Islam

umroh bareng pacar dan hukumnya dalam islam

Ada salah seorang publik figur yang mengunggah kegiatan ibadah umrohnya bersama pacarnya. Unggahan itu memicu reaksi yang berbeda. Para fans atau pengikut publik figur tersebut mengatakan bahwa itu adalah kegiatan romantis, sekaligus mendoakan dan meminta didoakan. Sementara orang lain, malah mempertanyakan hal tersebut. Mereka menyebut bahwa umroh bareng pacar itu tidak seharusnya dilakukan.

Terlepas dari polemik publik figur tersebut, kegiatan yang dia lakukan memang unik. Umroh bareng pacar. Terkesan dan terlihat romantis sekali. Ibadahnya dapat (ibadahnya di pusat pula), yang-yangannya juga dapat. Umroh bareng pacar seakan jadi mimpi basah remaja polos yang tidak pernah ngaji tapi kebanyakan baca novel Habiburrahman El-Shirazy. 

Tapi pertanyaan besarnya, memangnya hukum Islam memperbolehkan kita untuk umroh bareng pacar? Untuk menjawab, kita perlu pasang pagar terlebih dahulu. Kita perlu memahami minimal dua hal. Pertama, hukum pacaran dalam islam itu haram dan jatuhnya merupakan perbuatan maksiat. Kedua, salah satu larangan di tanah haram (Mekah dan Madinah) adah melakukan kemaksiatan.

Sebelum bahas lebih dalam soal umroh bareng pacar, sebaiknya baca dulu Mandi Wajib Itu Nggak Asal Gebyur, Pahami Caranya, supaya ibadah kita baik karena bertaharah dengan benar.

Umroh bareng pacar dan pemahaman tentang mahram

Umroh bareng pacar menjadi persoalan tersendiri dalam Islam karena pacar bukanlah mahram. Selain soal perjalanan, ada aturan mengenai interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, termasuk ketika keduanya sedang menjalankan ibadah umrah.

Maka dari itu, laki-laki dan perempuan yang berstatus pacaran tetap merupakan dua orang yang bukan mahram meskipun keduanya pergi bersama untuk umrah. Mereka tidak bisa dihitung sepasang dan tidak bisa melakukan hal yang umumnya dilakukan oleh pasangan yang sah.

Persoalan ini mau tidak mau juga menyeret permasalahan mahram dalam fikih umrah atau fikih bepergian, khususnya untuk perempuan. Para ulama masih berbeda pendapat mengenai hukum perempuan bepergian tanpa mahram. Ada yang bilang tidak boleh, tapi ada juga yang bilang boleh dengan syarat keamanannya terjamin.

Dalam konteks umrah, Arab Saudi sebagai otoritas tanah Haram selama ini melarang perempuan untuk umrah tanpa mahram. Namun, mereka akhirnya mencabut larangan itu pada Oktober 2022. Akhirnya, perempuan bisa melangsungkan ibadah umrah tanpa mahram. Tentu dengan catatan bahwa perjalanannya harus lewat biro yang terdaftar, serta bergabung dengan jamaah umroh perempuan lainnya.

Tolong digarisbawahi hal ini. Bisa pergi umrah tanpa mahram bukan berarti bisa pergi umroh bareng pacar, lho, ya.

Risiko kemaksiatan yang terlalu tinggi

Masalah utama bukan perkara boleh tidaknya mereka berada di tanah Haram. Masalah utamanya adalah bagaimana sepasang kekasih ini melakukan perjalanan dan menjalankan ibadah tanpa melanggar ketentuan syariat mengenai hubungan dengan lawan jenis. Ini yang paling repot. 

Risiko kemaksiatannya terlalu tinggi. Siapa yang bisa menjamin bahwa sepasang kekasih ini tidak bergandengan tangan? Siapa yang bisa menjamin mereka tidak berduaan? Bahkan siapa yang bisa menjamin mereka melakukan lebih dari itu semua? Nggak ada, kan? Bahkan jika berangkatnya bareng rombongan, risiko kemaksiatannya akan tetap ada.

Jangan menganggap bahwa kemaksiatan itu batasnya ada di ciuman atau hubungan badan. Berduaan, bahkan bersentuhan fisik secara sengaja dengan orang yang bukan mahram itu sudah terhitung maksiat kalau dalam islam. Melakukannya di tanah suci juga tidak akan mengubah hukumnya. Jadi, umroh bareng pacar itu malah berisiko dosa besar karena maksiat, bukan malah romantis.

Bagaimana kalau sudah telanjur berangkat?

Kalau sudah telanjur berangkat umroh bareng pacar, ya pastikan saja kalian menjaga hubungan selama perjalanan dan selama ibadah. Sebisa mungkin hindari interaksi fisik, dan hindari kegiatan yang hanya berduaan. Kalau berangkatnya bareng rombongan besar, mungkin akan lebih enak mengaturnya. Laki-laki bareng rombongan laki-laki, yang perempuan bareng perempuan saja.

Ingat, jangan menganggap status sebagai pasangan otomatis membuat keduanya bebas bepergian berduaan, berbagi kamar, atau melakukan kontak fisik seperti pasangan suami istri. Itu namanya sak karepe dewe!

Jadi, umroh bareng pacar boleh atau tidak?

Pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada Ustadz Abdul Somad. Beliau dengan tegas mengatakan bahwa umroh bareng pacar itu hukumnya tidak boleh. Bathil! Jawaban yang masuk akal, sebab mengacu pada dua pemahaman dasar di awal tentang hukum pacaran dan larangan bermaksiat di tanah Haram, maka umroh bersama pacar ya memang tidak boleh.

Saya itu heran, orang-orang kok berani banget, ya, umroh bareng pacar? Apa nggak takut, ya? Lagian, buat apa umroh bareng pacar? Risiko maksiat dan dosanya lebih besar ketimbang berkah dan pahalanya. Plus, emangnya pacar yang diajak umroh itu pasti bakal dinikahin? Belum tentu, kan?

Makanya, ketimbang umroh dulu, mending nikah dulu aja. Beri kepastian dan ikatan dulu, baru umroh bareng. Kalau statusnya sudah suami istri kan bisa lebih enak di sana. Iya, kan?

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.