Ada banyak orang yang masih terheran-heran dengan bagaimana Generasi Z atau Gen Z soal bagaimana mereka menyikapi hidup. Orang-orang masih belum tuntas membahas karakteristik Gen Z yang cenderung ngeyelan, blak-blakan, multitasking, dan digital native. Sekarang, muncul lagi dua generasi selanjutnya setelah Gen Z, yaitu Generasi Alpha (Gen Alpha) dan Generasi Beta (Gen Beta).
Istilah Gen Alpha dan Beta memang belum terlalu dikenal. Pamornya memang belum sepopuler Gen Z. Wajar saja, sebab usia tertua Gen Alpha masih belum menginjak 17 tahun, dan usia tertua Gen Beta baru satu tahun. Jadi, manusia-manusia dari golongan Gen Alpha dan Beta masih belum terlalu tersambung dengan manusia luar.
Meski begitu, bukan berarti kita harus mengabaikan kedua generasi tersebut. Kita harus tetap mengenal kedua generasi tersebut agar kita yang berasal dari generasi sebelumnya bisa menghadapinya dengan baik.
Mengenal Gen Alpha
Gen Alpha adalah mereka-mereka yang lahir dari tahun 2010 hingga 2025. Gen Alpha menjadi generasi pertama yang seluruh anggotanya lahir pada abad ke-21. Generasi ini tumbuh di era keterbukaan, kemajuan teknologi, era digital, dan media sosial. Artinya, generasi sudah mengenal teknologi sejak mereka lahir. Teknologi bukanlah hal yang baru bagi mereka.
Melekatnya teknologi dan ekosistem digital dengan Gen Alpha membuat keduanya seakan tidak bisa dilepaskan. Hampir semua anggota Gen Alpha nyaris tidak bisa lepas dari teknologi. Gadget dan smartphone jadi benda yang paling tidak bisa lepas. Hidup mereka benar-benar dibentuk oleh teknologi. Bagaimana nasib hidup mereka ke depannya bergantung pada bagaimana mereka menyikapi teknologi dan ekosistem digital.
Karakteristik Gen Alpha yang lebih canggih dan lebih blak-blakan ketimbang Gen Z
Salah satu karakter yang paling kentara dari Gen Alpha adalah bagaimana mereka tidak bisa lepas dari teknologi dan ekosistem digital. Generasi ini benar-benar memanfaatkan teknologi dalam segala aspek kehidupannya. Mulai dari urusan sepele seperti beli kopi, hingga urusan serius seperti belajar dan ujian benar-benar menjadi satu di dalam gawai mereka. Singkatnya, Gen Alpha ini adalah generasi yang lebih canggih.
Selain itu, kemajuan teknolog dan ekosistem digital membuat Gen Alpha memiliki karakter yang jauh lebih terbuka. Gen Alpha menjelma menjadi pribadi dengan karakter yang tidak hanya kreatif, tapi juga percaya diri, terbuka, cenderung blak-blakan. Bahkan blak-blakannya Gen Alpha ini melebihi Gen Z.
Buktinya sudah ada di mana-mana. Kita mestinya sering sekali melihat konten-konten terkait bagaimana blak-blakan atau asbun-nya Gen Alpha ketika bicara dan mempertanyakan sesuatu. Generasi ini tidak akan segan-segan untuk bertanya dan mengungkapkan sesuatu untuk isu atau hal-hal yang sensitif bagi sebagian orang.
Kalau karakteristik Gen Alpha saja sudah blak-blakan seperti ini, bagaimana dengan Gen Beta?
bagaimana proyeksi karakteristik Gen Beta?
Generasi Beta atau Gen Beta adalah mereka yang lahir setelah Gen Alpha, yaitu mulai tahun 2025 hingga 2039. Artinya, generasi ini semuanya adalah anak-anak dari Gen Milenial dan Gen Z. Populasi generasi ini memang belum banyak, keberadaannya di dunia ini juga baru dua tahun terakhir.
Berbeda dengan Gen Alpha yang sudah teramati, Gen Beta ini statusnya masih proyeksi. Generasi ini belum bisa diteliti seperti apa model dan karakteristiknya. Usia tertua generasi ini juga masih 2 tahun. Jadi, kebanyakannya masih bayi, masih susah untuk mengidentifikasi generasi ini akan seperti apa.
Karakteristik Generasi Beta pun sama, masih sebatas proyeksi. Namun, generasi ini diperkirakan akan tumbuh menjadi generasi yang lebih canggih. Gen Beta akan lebih melekat dengan teknologi dan ekosistem digital. Setiap elemen kehidupan akan semakin terkoneksi dan terintegrasi. Bahkan kehidupan Gen Beta akan menyatu dengan kecerdasan buatan. Batas-batasnya juga akan menjadi samar, bahkan nyaris tidak terlihat.
Lalu apakah Gen Beta juga akan lebih terbuka dan blak-blakan ketimbang Gen Z dan Gen Alpha? Bisa jadi seperti itu, atau bisa jadi sebaliknya. Kemajuan teknologi dan ekosistem digital yang lebih maju mungkin akan membuat manusia menjadi terbuka, atau malah menjadi tertutup.
Dua Generasi Serupa tapi tak sama
Kedua generasi ini sekilas memang mirip. Sama-sama lahir di abad ke-21, juga sama-sama lahir di era kemajuan teknologi. Namun kedua generasi ini punya perbedaan. Gen Alpha hidup dengan kemajuan teknologi dan canggihnya gadget. Sedangkan Gen Beta hidup dengan teknologi, ekosistem digital, serta gawai yang jauh lebih maju dan canggih.
Perbedaan ini bisa disederhanakan menjadi sebuah pernyataan bahwa Gen Beta adalah versi advance dari Gen Alpha. Tantangan ke depannya adalah bagaimana kedua generasi ini menyikapi kemajuan teknologi untuk kehidupan mereka. Sedangkan bagi generasi lain sebelumnya, juga harus pintar-pintar menyikapi dan merespons kedua generasi ini.
Pada akhirnya, memahami Gen Alpha dan Beta ini bukan hanya sekadar berlandaskan pada tahun lahir atau untuk pelabelan belaka. Pemahamannya harus menyeluruh tentang bagaimana kehadiran mereka di tengah lingkungan yang telah berubah.
