Manusia hidup di dunia ini tidak sendiri. Tuhan menciptakan makhluk-makhluk lain yang juga mendiami dunia. Salah satunya adalah jin. Hubungan manusia dengan jin sebenarnya sederhana. Jika jinnya baik, maka ia akan membersamai manusia dalam urusan kebaikan. Tapi jika jinnya buruk atau jahat, maka ia akan mengganggu manusia, mengajak manusia melakukan hal-hal buruk, dan bisa merasuki tubuh manusia.
Jin yang merasuki tubuh manusia memang merepotkan. Jin tidak hanya akan membuat manusia terhalang dari hal-hal baik, tapi juga akan membuat manusia tersiksa dan kehilangan kontrol akan dirinya. Itulah mengapa kejadian kerasukan ini jadi momen yang tidak enak. Manusia akan berupaya sebisa mungkin untuk mengeluarkan jin dari tubuhnya.
Sayangnya, cara mengeluarkan jin dari tubuh bukan merupakan keahlian yang semua manusia bisa. Banyak manusia yang masih tidak tahu bagaimana caranya. Beberapa kejadian bahkan memerlukan campur tangan mereka yang ahli. Dalam konteks ajaran Islam, cara mengeluarkan jin dari tubuh bisa melalui doa-doa pribadi atau melalui ruqyah syar’iyyah.
Doa untuk mengeluarkan jin dalam tubuh menurut ajaran Islam
Islam telah mengajarkan umatnya dalam berbagai hal, termasuk cara untuk mengeluarkan jin dari tubuh. Salah satu caranya adalah dengan membaca doa-doa. Ada doa-doa menurut Islam yang bisa dibaca untuk mengeluarkan jin dari dalam tubuh manusia. Doa-doa ini dapat dibaca dalam situasi gangguan jin yang levelnya masih ringan.
Salah satu cara atau doa yang paling populer adalah dengan membaca kalimat ta’awudz, basmalah, istighfar, dan salawat kepada Nabi, yang lalu disambung dengan membaca Ayat Kursi. Setelah itu lanjut membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, bacaan Al-Mu’awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas). Lalu lanjut dengan bacaan “a’udzubikalimatillaahi tammati min syarri maa khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya).
Ada juga salah satu doa yang bisa dibaca untuk mengusir jin dari dalam tubuh. Doa ini adalah doa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam yang diajarkan oleh Malaikat Jibril. Doa ini termaktub pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Malik, An-Nasa’I, dan Ath-Thabrani. Doanya berbunyi:
A‘ûdzu biwajhillaahil kariim, wabikalimaatillaahit-taammaatil-lati laa yujaawizuhunnaa barrun wa faajirun, min syarri maa yanzilu minas samaa’i, wa min syarri ma ya‘ruju fîhaa, wa min syarri maa dzara’a fil ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaari, wamin syarri thawaariqil laili, wamin syarri kulli thaarinin illaa thaariqan yathruqu bi khairin, yaa rahmaan.
Artinya: “Aku berlindung dengan Dzat Allah yang Maha Mulia, dengan kalimat-kalimatNya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya. Dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit. Dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi. Dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam. Dari keburukan petaka-petaka malam. Dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Dzat yang maha penyayang.”
Ruqyah Syar’iyyah
Selain doa-doa pribadi, Islam juga mengajarkan cara lain untuk mengusir jin dari tubuh jika gangguannya sudah ada di level yang parah. Islam mengajarkan metode Ruqyah Syar’iyyah. Ruqyah Syar’iyyah merupakan ikhtiar spiritual menggunakan ayat Al-Qur’an, doa, atau zikir untuk memohon kesembuhan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Dalam praktiknya, metode ini tidak hanya dikaitkan dengan gangguan jin atau hal-hal yang dianggap gaib saja. Ruqyah juga dapat digunakan dalam konteks pengobatan berbagai keluhan, baik yang bersifat medis maupun nonmedis. Karena itu, Ruqyah sebaiknya dipahami sebagai bentuk ikhtiar keagamaan, bukan pertunjukan mistis. Sebab kesembuhan datangnya tetap dari Allah, sedangkan bacaan dan doa menjadi bagian dari ikhtiar atau usaha manusia.
Pelaksanaan Ruqyah Syar’iyyah juga harus memenuhi 3 syarat utama. Syarat pertama adalah menggunakan firman Allah dan doa-doa yang sahih, sesuai syariat. Kedua, pelaksanannya juga harus menggunakan bahasa Arab atau bahasa yang mudah dipahami. Ketiga, harus memiliki keyakinan terhadap Allah bahwa ruqyah adalah sebatas ikhtiar, dan tidak bisa berpengaruh atas izin Allah, bukan dari elemen ruqyah itu sendiri.
Cara mengeluarkan jin dari tubuh manusia melalui Ruqyah Syar’iyyah
Ruqyah Syar’iyyah bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu bantuan orang lain atau ahli ruqyah. Sebelum melakukan prosesi ruqyah, kita disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu dan memakai pakaian yang menutup aurat. Setelah itu kita bisa menenangkan diri, mengambil posisi yang nyaman, dan memantapkan niat untuk memohon pertolongan Allah.
Setelah itu, kita bisa memulainya dengan membaca ayat Al-Qur’an dan bacaan doa-doa. Bacaan doa-doanya meliputi kalimat ta’awudz, basmalah, istighfar, dan salawat kepada Nabi. Lalu membaca Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, dan bacaan Al-Mu’awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas). Setelah itu bisa lanjut membaca doa-doa pengusir jin, termasuk doa Nabi yang diajarkan oleh Malaikat Jibril. Setelah itu lanjut dengan meniup dan mengusap tubuh.
Prosesi Ruqyah Syar’iyyah juga bisa dilakukan dengan bantuan orang lain atau ahli ruqyah. Tata cara pelaksanaannya kurang lebih sama, hanya saja ada bantuan ahli ruqyah dalam pelaksanaannya. Perlu kita ingat juga, bahwa jangan memaksakan melakukan ruqyah jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Mengusir jin dari dalam tubuh sesuai cara dari kepercayaan masing-masing
Ajaran Islam memang mengatur dengan terperinci perihal cara mengusir jin dari dalam tubuh. Namun, apa yang Islam ajarkan tentu saja hanya hanya untuk umat Islam saja. Umat-umat lain yang tidak beragama Islam bisa menggunakan cara lain untuk mengusir jin sesuai kepercayaan masing-masing. Umat Katolik misalnya, bisa memakai metode eksorsisme sebagai cara mengusir jin dari dalam tubuh.
Pengusiran jin jelas tidak bisa kita lakukan dengan sembarangan. Kita tidak bisa sembarangan membaca doa, melakukan prosesinya, bahkan meminta bantuan. Jangan sampai kita meminta bantuan kepada orang-orang yang tata cara pengusiran jinnya menyalahi syariat dan kepercayaan kita. Kalau itu sampai terjadi, yang ada malah jinnya makin banyak yang masuk ke dalam tubuh kita.
Selain itu, jangan buru-buru memvonis keluhan-keluhan dalam diri sebagai gangguan jin. Periksakan dulu ke dokter atau pihak medis. Jika tidak ada vonis medis tapi tubuh terasa ada masalah, barulah kita bisa melakukan ikhtiar spiritual dengan cara pengusiran jin seperti ruqyah atau cara lain menurut keyakinan masing-masing.