Selain Salam Tiga Jari, Inilah Beberapa Simbol Perlawanan yang Pernah Muncul dalam Aksi Demo Nasional

beberapa simbol perlawanan dalam aksi demo

Salam tiga jari ala The Hunger Games menambah daftar panjang simbol-simbol perlawanan yang muncul di aksi demo. Bersama kombinasi tiga warna hijau, biru, dan merah, salam tiga jari seakan jadi pegangan dalam aksi demo pada Oktober 2026. Sebab, penyampaian aspirasi terkadang tidak cukup kalau hanya melalui orasi, spanduk, atau poster tuntutan. Terkadang, sebuah bendera, warna pakaian, topeng, bahkan gestur tangan bisa mewakili keresahan banyak orang.

Di Indonesia, penggunaan simbol-simbol tertentu dalam aksi demo sudah kerap terjadi. Kita mungkin ingat bagaimana bendera Jolly Roger dari One Piece marak berkibar ketika rentetan aksi demo terjadi pada Juli hingga Agustus 2025. Ada pula payung hitam yang selalu ada dan jadi simbol Aksi Kamisan tiap pekan. Lalu topeng Guy Fawkes dari V for Vendetta yang kerap muncul di setiap aksi siber dan dipakai saat demo.

ADVERTISEMENT

Fenomena ini menunjukkan bahwa simbol adalah sebuah hal yang penting dalam aksi demo. Simbol perlawanan bisa berasal dari mana saja. Entah budaya populer seperti buku dan film, sejarah perjuangan, hingga gerakan kemanusiaan lain.

Simbol-simbol perlawanan yang kerap ada di aksi demo di Indonesia

Beberapa simbol perlawanan yang pernah muncul dan viral pada aksi demo di Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Bendera Jolly Roger dari One Piece

Dalam cerita serial One Piece karya Eiichiro Oda, bendera hitam dengan gambar tengkorak bertopi jerami punya makna tersendiri. Bendera yang bernama Jolly Roger menggambarkan kelompok bajak laut yang dipimpin Monkey D. Luffy. Dalam ceritanya, mereka berpetualang untuk mencari kebebasan, melawan ketidakadilan, dan menghadapi kekuasaan yang menindas.

Pada Juli hingga Agustus 2025, bendera ini mulai banyak muncul di rumah, kendaraan, hingga ruang publik di Indonesia. Penggunaannya kemudian berkembang menjadi ekspresi kritik sosial dan politik. Sebagian masyarakat memaknainya sebagai simbol kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah, ketimpangan ekonomi, dan perilaku elit politik. Ketika demonstrasi Agustus 2025, bendera ini berkibaran di mana-mana. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Bendera Jolly Roger juga muncul dalam aksi protes sejumlah negara lain.

2. Kombinasi warna Brave Pink dan Hero Green

Pada aksi demo Agustus 2025, ada simbol lain yang juga sempat muncul dan sangat viral. Simbol tersebut adalah paduan dua warna merah muda dan hijau. Kedua warna tersebut akhirnya mendapat julukan brave pink dan hero green.

Warna brave pink terinspirasi dari warna merah muda dari jilbab yang dikenakan oleh Ibu Ana. Saat itu, Ibu Ana dengan tegar dan kokoh berhadapan dengan aparat. Sedangkan warna hijau terinspirasi dari warna jaket Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dilindas kendaraan taktis Brimob.

Dari latar belakang tersebut, kedua warna ini akhirnya diartikan sebagai sebuah bentuk keberanian dan solidaritas. Kedua warna ini kemudian digunakan dalam poster, foto profil, pakaian, hingga berbagai materi kampanye digital lainnya.

 

ADVERTISEMENT
View this post on Instagram

 

A post shared by MOJOK (@mojokdotco)

3. Payung hitam di Aksi Kamisan

Payung hitam menjadi salah satu simbol yang sangat melekat dengan Aksi Kamisan. Aksi yang rutin berjalan tiap Kamis sejak awal 2007 punya satu tujuan besar, yaitu mendesak negara agar menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM. Dalam aksinya, para peserta aksi kerap membawa payung hitam sebagai simbol.

Payung hitam dapat diartikan sebagai bentuk duka cita dan kesedihan akan kehilangan orang-orang terdekat. Selain itu, payung hitam juga bisa menjadi simbol keteguhan, dan ini tercermin dari betapa teguhnya Ibu Sumarsih berdiri di depan Istana Negara setiap Kamis. Payung hitam juga bisa berarti pengingat untuk negara bahwa urusan pelanggaran HAM masih belum selesai.

4. Topeng Guy Fawkes dari V for Vendetta

Topeng putih dengan kumis melengkung, janggut runcing, dan senyum khas ini merupakan salah satu simbol perlawanan paling dikenal di dunia. Wajah tersebut terinspirasi dari Guy Fawkes, tokoh yang terlibat dalam Gunpowder Plot pada 1605. Dia bersama kelompoknya berusaha meledakkan gedung parlemen Inggris, tetapi rencana tersebut gagal.

Berabad-abad kemudian, sosok Guy Fawkes mendapatkan makna baru melalui novel grafis V for Vendetta karya Alan Moore dan David Lloyd yang terbit pada 1980-an. Pada tahun 2005, novel grafis ini kemudian diadaptasi menjadi film dengan judul serupa. Ceritanya menggambarkan seorang tokoh bertopeng yang melawan pemerintahan otoriter dengan cara-caranya. Itulah mengapa topeng ini jadi simbol perlawanan

Di dalam aksi demo, topeng ini mungkin jarang terlihat di jalanan atau di massa aksi. Kadang-kadang saja nyempil di barisan aksi massa. Tapi topeng ini selalu muncul di setiap aksi siber (oleh para hacker), apalagi ketika melawan kekuasaan.

5. Garuda biru atau resistance blue dalam aksi Indonesia Darurat

Simbol garuda biru muncul ketika aksi demo Indonesia Darurat pada Agustus 2024. Saat itu, masyarakat menyuarakan penolakan terhadap rencana revisi UU Pilkada yang dianggap berpotensi mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi. Gambar Garuda dengan latar biru kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna mengganti foto profil menggunakan gambar tersebut sebagai bentuk solidaritas.

Warna biru yang digunakan kemudian dikenal sebagai resistance blue atau biru perlawanan. Dalam perkembangannya, simbol ini kembali muncul dalam percakapan dan aksi protes setelahnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab)

6. Salib merah

Popularitas salib merah sebagai simbol perlawanan makin naik setelah film dokumenter Pesta Babi. Dalam film tersebut, masyarakat adat Papua menggunakan salib merah sebagai simbol perlawanan mereka terhadap korporasi (dan negara) yang akan mencaplok tanah adat mereka.

Pada demo Oktober 2026, simbol salib merah ini kembali muncul di jalanan Jakarta. Beberapa peserta aksi membawa salib merah yang cukup besar ke tengah massa aksi sebagai bentuk ekspresi dan perlawanan. Spesifiknya, salib merah dalam konteks demo Oktober 2026 adalah bentuk perlawanan terhadap perampasan tanah adat dan kerusakan hutan.

7. Panci dan alat dapur oleh Suara Ibu Indonesia di Jogja

Fungsi panci tidak hanya untuk memasak. Panci juga bisa menjadi sebuah alat atau simbol perlawanan. Itulah yang dilakukan oleh sekelompok ibu dan perempuan di Jogja yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia. Mereka melakukan aksi demo menolak MBG dengan melakukan long march dari Perempatan Tugu Jogja hingga Bundaran UGM. Dalam aksinya, mereka menggunakan panci dan alat dapur lainnya, lalu memukul-mukulnya sebagai simbol serta bentuk perlawanan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MOJOK (@mojokdotco)

Simbol menjadi cara efektif menyebarkan isu dan mengumpulkan massa aksi

Melihat bagaimana persebaran simbol salam tiga jari, beserta simbol-simbol lain yang sudah pernah muncul, semakin membuktikan bahwa simbol punya pengaruh yang signifikan. Simbol menjadi salah satu cara yang efektif untuk memberikan awareness kepada publik. Isunya akan lebih cepat menyebar. Selain itu, adanya simbol juga cukup efektif dalam mengumpulkan massa aksi.

Namun, simbol dalam aksi demo harus tetap berada di posisinya. Simbol tidak bisa dilepaskan dari konteks perlawanan, tapi juga tidak bisa menjadi sesuatu yang harus diagung-agungkan. Simbol itu hanya sebagai media, bukan berhala.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.