Cara mengamankan akun WA dari peretasan yang paling efektif adalah dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah dengan PIN enam digit. Rahasiakan kode verifikasi ini dari siapa pun, termasuk teman dekat. Dua langkah ini menutup celah yang paling sering peretas manfaatkan.
Curigai pesan dari teman atau keluarga yang tiba-tiba minta pinjam uang dengan alasan mendesak. Pemilik akun asli mungkin sudah kehilangan aksesnya, dan penipu memakai identitasnya untuk menipu kontak-kontaknya. Modus ini menyebar lewat grup keluarga, grup kantor, dan grup arisan RT.
Cara Peretas Membobol Akun WhatsApp
Peretas WhatsApp memakai trik sederhana yang menyasar kelengahan pengguna. Karena itu, cara mengamankan akun WA dari peretasan harus berawal dari satu hal saja yaitu peretas masuk lewat kelengahan kamu.
WhatsApp memakai kode verifikasi enam digit untuk memindahkan akun ke perangkat baru. Peretas butuh nomor Kamu dan kode itu. Begitu kode masuk, akun berpindah tangan dan sesi kamu terputus.
Modus Yang Paling Sering Menjebak Korban
Modus pertama adalah kode nyasar. Pelaku mengirim pesan, “Kak, maaf, kode WA saya salah kirim ke nomor Kakak. Boleh minta tolong teruskan?” Kalau kamu dapat pesan semacam itu, abaikan saja, blok kalau perlu. Itu artinya pelaku sedang mencoba membajak akunmu.
Modus kedua memakai file berekstensi APK. Pesannya menyamar sebagai undangan pernikahan digital atau resi paket dari kurir. Begitu Kamu menginstal file itu, aplikasi jahat mulai membaca pesan dan kode verifikasi di ponsel.
Modus ketiga menyasar WhatsApp Web. Pelaku sengaja mengirim tautan palsu berisi kode QR. Nah kalau kamu dengan polos memindainya, perangkat si pelaku ikut terhubung ke akunmu.
Modus keempat menyamar sebagai petugas. Pelaku mengaku dari bank atau kantor pos, lalu meminta kamu membacakan kode yang baru masuk lewat SMS. Suaranya ramah dan meyakinkan, sehingga banyak orang menurut.
Oke, contoh kasusnya mari kita bayangkan Budi, seorang pemilik toko kelontong di Surabaya. Ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku dari bank. Pengirim memintanya meneruskan kode OTP untuk “verifikasi transaksi mencurigakan”. Budi meneruskan kodenya. Lima menit kemudian, pelaku sudah menguasai akunnya.
Pelaku langsung mengirim pesan ke grup RT, grup pertemanan, dan grup keluarga Budi, meminta pinjaman Rp5 juta untuk “biaya rumah sakit mendadak”. Tiga keluarga dan satu teman langsung transfer tanpa banyak tanya. Modus ini akhirnya ketahuan setelah mereka menelepon Budi dan kemudian baru sadar kalau akunnya kena bajak.
Tanda Peretas Sudah Menyusup ke Akunmu
Peretas jelas tidak akan mengumumkan kehadirannya, tetapi jejaknya bisa kita telusuri. Beberapa tanda yang bisa kamu curigai, kamu menerima kode verifikasi padahal tidak pernah minta. Kontak melaporkan pesan aneh dari nomor kamu. Pesan terkirim di ponsel tiba-tiba hilang atau bertambah. Kalau tanda ini muncul, cek Perangkat tertaut dan aktifkan verifikasi dua langkah.
Berikut Langkah Teknis yang Perlu Kamu Aktifkan
Semua langkah ini gratis dan memakan waktu beberapa menit. Dampaknya besar untuk keamanan akun. Berikut cara mengamankan akun WA dari peretasan:
1. Aktifkan verifikasi dua langkah
Buka Pengaturan, pilih Akun, lalu ketuk Verifikasi dua langkah. Buat PIN enam digit yang tidak berkaitan dengan tanggal lahir atau nomor ponsel. Tambahkan email pemulihan supaya kamu bisa mengatur ulang PIN kalau lupa. Catat PIN di buku kecil yang kamu simpan di rumah. WhatsApp sesekali meminta PIN itu lagi, jadi jangan sampai lupa.
Dengan fitur ini, pelaku gagal masuk meski memegang kode verifikasi. WhatsApp meminta PIN yang hanya kamu tahu. Peretas yang sudah tahu kode SMS pun bakal mentok di layar PIN ini.
2. Periksa perangkat tertaut
Masuk ke Pengaturan, lalu pilih Perangkat tertaut. Daftar itu menampilkan laptop, tablet, dan browser yang terhubung ke akun kamu. Keluarkan perangkat yang tidak Kamu kenali, misalnya sesi di warnet atau komputer kantor lama yang lupa Kamu tutup.
Cek daftar ini sebulan sekali. Peretas yang sudah menyusup akan ketahuan lewat daftar tersebut.
3. Pasang kunci aplikasi dan kunci sandi
Ponsel yang jatuh ke tangan orang lain juga berisiko besar. Aktifkan Kunci aplikasi di menu Privasi supaya WhatsApp meminta sidik jari atau wajah sebelum terbuka. Kamu juga bisa membuat kunci sandi (passkey) lewat menu Akun sebagai pengganti kode SMS.
Jalankan Pemeriksaan Privasi di menu yang sama. Fitur ini memandu Kamu membatasi siapa yang melihat foto profil dan siapa yang menambahkan Kamu ke grup.
Pengaturan grup layak Kamu perhatikan. Orang asing sering menyeret pengguna ke grup investasi bodong atau pinjol ilegal, lalu menyebar tautan berbahaya di sana. Ubah pilihan menjadi Kontak saya, dan tautan semacam itu berhenti mampir ke ponsel Kamu.
Kebiasaan Harian yang Melindungi Akun
Waspada saja tidak cukup kalau kamu tidak pernah melakukan pemeriksaan rutin. Empat cara mengamankan akun WA dari peretasan berikut terdengar sepele, tetapi berdampak nyata.
- Pertama, perbarui aplikasi. Pembaruan membawa tambalan untuk celah keamanan terbaru.
- Kedua, hindari aplikasi WhatsApp modifikasi seperti GB WhatsApp. Aplikasi tidak resmi itu bisa mencuri data dan melanggar ketentuan layanan, sehingga WhatsApp bisa memblokir akun Kamu.
- Ketiga, waspadai Wi-Fi publik di kafe atau stasiun. Jaringan terbuka memudahkan orang mengintip lalu lintas data. Pakai kuota pribadi saat membuka akun penting.
- Keempat, curigai pesan yang memintamu untuk bertindak cepat. Penipu menciptakan rasa panik, misalnya lewat pesan “kami akan menutup akun kamu dalam sejam”.
Kalau peretas sudah mengambil akun Kamu
Tenangkan diri dan bertindak cepat. Instal ulang WhatsApp, masukkan nomor kamu, lalu minta kode verifikasi baru. Kode itu mengeluarkan pelaku dari akun. Kalau pelaku sempat memasang verifikasi dua langkah, Kamu menunggu tujuh hari sebelum bisa masuk tanpa PIN.
Sambil menunggu, beri tahu keluarga dan rekan lewat media sosial atau telepon bahwa akun kamu sedang bermasalah. Langkah ini melindungi mereka dari penipuan berikutnya. Kamu juga bisa melapor lewat pusat bantuan resmi WhatsApp.
Tidak Perlu Jadi Ahli IT untuk Aman
Cara mengamankan akun WA dari peretasan tidak menuntut keahlian teknis. Kamu cukup memasang PIN dan menjaga kode verifikasi untuk diri sendiri. Semua fitur di atas gratis, dan Kamu tidak perlu membeli aplikasi tambahan.
Luangkan sepuluh menit malam ini untuk membuka Pengaturan dan memeriksa semua fitur di atas. Orang tua, kakek nenek, paman bibi, atasan, atau Pak RT yang rajin meneruskan pesan berantai di grup Whatsapp adalah sasaran empuk. Jadi jangan berhenti di kamu, teruskan metode cara mengamankan akun WA dari peretasan ke grup keluarga, grup pertemanan, grup kantor, atau grup RT agar semuanya aman.
