ADVERTISEMENT

Pahami Pangkat Polisi Indonesia dari yang Paling Rendah hingga Paling Tinggi, Biar Tidak Mengira Semua Polisi Sama Saja

pangkat polisi indonesia

Polisi menjadi salah satu elemen institusi negara yang paling sering bersinggungan dengan masyarakat. Entah itu persinggungan yang baik atau buruk, polisi sudah seperti berjalan beriringan dengan masyarakat. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak mengenal polisi dengan baik. Termasuk tidak mengenal urutan pangkat polisi Indonesia.

Struktur kepangkatan di kepolisian itu sebenarnya sederhana. Secara umum, jumlah pangkat di kepolisian ada 22 pangkat. Total 22 pangkat ini terbagi menjadi tiga golongan yaitu Tamtama, Bintara, dan Perwira. Dalam golongan Perwira juga terbagi lagi menjadi tiga tingkatan, yaitu Perwira Pertama (Pama), Perwira Menengah (Pamen), dan Perwira Tinggi (Pati).

Untuk urutan pangkat secara detail akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini.

Tamtama, golongan pangkat terendah dalam kepolisian

Tamtama adalah golongan pangkat paling rendah dalam hierarki kepangkatan di kepolisian. Tamtama biasanya berperan sebagai garda terdepan sekaligus pelaksana tugas di lapangan. Golongan ini jadi golongan yang paling sering bersinggungan dengan masyarakat, entah dalam demonstrasi, patroli keamanan, pengaturan lalu lintas, hingga pelayanan masyarakat. Jenis-jenis satuan yang ada di Tamtama meliputi Brigade Mobil (Brimob) dan Kepolisian Perairan (Polair).

Tamtama terbagi dalam enam tingkat kepangkatan. Tingkatan pangkat golongan Tamtama mulai dari paling rendah hingga paling tinggi adalah sebagai berikut:

  • Bhayangkara Dua (Bharada) berlambang 1 balok miring merah.
  • Bhayangkara Satu (Bharatu) berlambang 2 balok miring merah.
  • Bhayangkara Kepala (Bharaka) berlambang 3 balok miring merah.
  • Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) berlambang 1 balok panah merah.
  • Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu) berlambang 2 balok panah merah.

Ajun Brigadir Polisi (Abrip) dengan lambang 3 balok panah merah.

Bintara, golongan kedua yang menjadi jembatan antara Tamtama dan Perwira

Bintara adalah golongan kedua yang ada di hierarki kepangkatan di kepolisian. Posisinya berada satu tingkat di atas Tamtama dan satu tingkat di bawah Perwira. Selain bertugas sebagai penghubung antara Tamtama dan Perwira, Bintara juga menjadi pemimpin regu atau korps yang berisi anggota Tamtama.

Berbeda dengan Tamtama yang seleksi dan pendidikannya fokus ke masalah ketangguhan fisik, golongan Bintara ini punya fokus pendidikannya lebih dalam di urusan manajerial, kepemimpinan, dan psikologis. Makanya, polisi dari golongan Bintara kerap kita lihat menjabat sebagai pimpinan regu seperti Brimob. Persamaannya, kedua golongan ini sama-sama terbagi dalam enam tingkat kepangkatan. Tingkatan pangkat golongan Bintara dari paling rendah hingga paling tinggi adalah sebagai berikut:

  • Brigadir Polisi Dua (Bripda) berlambang 1 balok panah perak.
  • Brigadir Polisi Satu (Briptu) berlambang 2 balok panah merah.
  • Brigadir Polisi (Brigpol) berlambang 3 balok panah merah.
  • Brigadir Polisi Kepala (Bripka) berlambang 4 balok panah merah.
  • Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) berlambang 1 balok perak bergelombang.
  • Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) berlambang 2 balok perak bergelombang.

Perwira, golongan tertinggi sekaligus pemegang wewenang dan kepemimpinan

Perwira dalam polisi adalah golongan pangkat tertinggi dalam hierarki kepangkatan kepolisian. Tugas dan wewenangnya jelas lebih tinggi dari Bintara dan Tamtama. Perwira polisi bisa kita temui di jabatan-jabatan krusial mulai dari Kapolsek, kepala badan di kepolisian, hingga jabatan tertinggi di kepolisian alias Kapolri.

Pangkat polisi Indonesia golongan perwira polisi memiliki pembagian kepangkatan yang berbeda dengan Bintara dan Tamtama. Perwira polisi terbagi menjadi tiga tingkatan sebagai berikut:

  • Perwira Pertama (Pama). Tingkatan ini meliputi pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) berlambang 1 balok emas. Lalu ada pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu) berlambang 2 balok emas. Setelahnya ada pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) berlambang 3 balok emas.
  • Perwira Menengah (Pamen). Tingkatan ini meliputi pangkat Komisaris Polisi (Kompol) berlambang 1 melati emas. Lalu ada Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berlambang 2 melati emas. Setelahnya ada pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) berlambang 3 melati emas.
  • Perwira Tinggi (Pati). Tingkatan ini meliputi pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) berlambang 1 bintang. Lalu ada pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) berlambang 2 bintang. Setelahnya ada pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) berlambang 3 bintang. Terakhir, alias pangkat tertinggi adalah Jenderal Polisi dengan lambang 4 bintang.

Pentingnya pangkat dalam kepolisian

Dari urutan pangkat polisi Indonesia yang ada dalam hierarki, terlihat bahwa struktur kepangkatannya terdiri dari 22 pangkat. Jumlah 22 pangkat itu terbagi lagi menjadi tiga golongan, dan salah satunya masih terbagi dalam tiga tingkatan. Urutan pangkat polisi mulai dari Bharada sebagai pangkat terendah hingga Jenderal Polisi sebagai pangkat tertinggi. 

Pangkat menjadi hal yang penting dan krusial. Polisi, dalam hal ini Polri, adalah organisasi yang sifatnya hierarkis. Jadi, perbedaan pangkat, tingkatan, dan golongan akan berpengaruh terhadap jabatan dan tanggung jawab. Selain itu, pangkat akan menentukan struktur komando, penentu kompetensi dan jenjang karier, hingga jaminan hukum dan kode etik.

Dengan urutan pangkat ini, setidaknya kita bisa mengenal keseluruhan pangkat dalam tubuh kepolisian. Biar kalau ada di situasi yang melibatkan polisi, kita tahu pangkat mereka dan bisa menentukan bagaimana bersikap.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2026 oleh .

Iqbal AR

Penulis dan reporter lepas. Tinggal di Malang.