ADVERTISEMENT

Masuk Desil Berapa Kamu? Ini Cara Cek dan Solusi Jika Data Desil Tidak Sesuai

Masuk Desil Berapa Kamu? Ini Cara Cek dan Solusi Jika Data Bansos Tidak Sesuai

Desil adalah kelompok pembagian penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, yang biasanya dipakai pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Sistem ini membagi masyarakat jadi sepuluh kelompok, mulai dari desil 1 (paling miskin) sampai desil 10 (paling mampu). Kamu bisa cek desil di situs resmi Kementerian Sosial untuk tahu posisi kamu berada di kelompok yang mana. Informasi ini penting banget, apalagi kalau kamu sedang mengajukan atau menerima program seperti PKH, BPNT, atau KIP.

Beberapa minggu terakhir, kata “desil” jadi topik yang sedang ramai dibicarakan di tongkrongan, pos ronda, hingga di media sosial. Pasalnya, pemerintah sedang mengevaluasi ulang kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial. Lalu, bagaimana caranya ceknya? Yuk, kita bedah sampai tuntas.

Desil Itu Apa Sih Sebenarnya?

Pemerintah menggunakan istilah desil untuk mengelompokkan rumah tangga berdasarkan kondisi ekonomi mereka. Data ini masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sistem yang mencatat kondisi sosial-ekonomi warga di seluruh Indonesia. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan keluarga tersebut. Sebaliknya, desil yang besar menandakan kondisi ekonomi yang relatif lebih stabil.

Secara sederhana, desil bisa dibayangkan seperti ini. Bu Siti, seorang penjual gorengan di Sukoharjo, punya penghasilan tidak menentu dan tinggal di rumah semi permanen. Dengan profil seperti itu, Bu Siti biasanya masuk ke golongan 1 atau 2. Lalu, ada Pak Bambang yang tinggal di seberang Bu Siti. Beliau adalah seorang PNS yang punya rumah sendiri dan penghasilan tetap setiap bulannya. Kemungkinan besar, Pak Bambang masuk ke golongan 7 atau di atasnya. Lewat klasifikasi angka desil inilah, pemerintah menentukan siapa yang lebih diprioritaskan menerima bantuan.

Cek desil secara berkala sangat penting karena status ekonomi itu tidak permanen. Kalau penghasilanmu naik, data bisa ikutan naik, dan otomatis kamu nggak lagi masuk kategori penerima bantuan tertentu.

Klasifikasi Desil dan Artinya buat Penerima Bansos

Desil 1 sampai 4 umumnya jadi prioritas utama program bantuan sosial pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kelompok ini dianggap paling membutuhkan bantuan dari negara. Desil 5 sampai 7 biasanya masuk kategori rentan miskin, artinya mereka belum sepenuhnya mampu, tapi juga tidak lagi masuk prioritas utama.

Desil 8 sampai 10 mencerminkan rumah tangga dengan kondisi ekonomi menengah ke atas. Kelompok ini umumnya tidak lagi mendapat bantuan reguler seperti PKH atau KIS-PBI, karena pemerintah menganggap mereka sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar sendiri.

Langkah-Langkah Cek Data DTKS Secara Online

Kamu bisa cek desil lewat laptop tanpa perlu datang ke kantor kelurahan. Berikut langkah-langkah praktisnya:

  1. Buka situs cekbansos.kemensos.go.id lewat browser HP atau laptop.
  2. Pilih wilayah tempat tinggalmu, mulai dari provinsi sampai desa/kelurahan.
  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP dengan teliti.
  4. Ketik kode captcha yang muncul di layar, lalu klik “Cari Data”.
  5. Sistem akan menampilkan status DTKS, termasuk informasi desil kalau kamu terdaftar sebagai penerima bantuan.

Atau, kamu juga bisa cek via aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store. Kalau datamu belum muncul atau terasa nggak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya, kamu bisa mengajukan sanggahan lewat aplikasi tersebut atau langsung mendatangi kantor desa setempat.

Proses verifikasi data DTKS memang butuh waktu, apalagi kalau petugas lapangan harus mengecek kondisi rumah tangga satu per satu. Jadi, jangan kaget kalau update status desil butuh beberapa minggu sampai sebulan.

Jangan Anggap Remeh Angka Desilmu

Rutin cek data desil membantu memastikan data ekonomi keluargamu tercatat akurat karena jujur, sistem ini masih agak busuk. Sempat viral seorang anak menteri pamer desil yang berada di angka 7, padahal gaya hidup dan aset keluarganya jelas jauh di atas rata-rata.

Sementara itu, ada tukang becak di Jogja yang malah nyangkut di angka 9, kelompok yang seharusnya diisi taipan-taipan sembilan naga. Ketimpangan data seperti ini biasanya muncul karena data yang belum diperbarui atau proses verifikasi yang tidak menjangkau seluruh warga secara merata.

Kalau kamu merasa status datamu tidak sesuai kondisi di lapangan, segera lapor ke perangkat desa atau update lewat aplikasi resmi. Data yang akurat bukan cuma soal hak kamu sendiri, tapi juga soal keadilan buat orang lain sebelah yang mungkin lebih pantas menerima bantuan. Jangan sampai kesalahan sistem membuat orang yang benar-benar butuh malah terlewat.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2026 oleh .

Armandoe Gary Ghaffuri

Bapak rumah tangga yang belum tertarik koleksi batu akik.