Jika memang tidak bisa dihindarkan dari layar, sebaiknya 8 aplikasi belajar gratis untuk anak SD ini perlu jadi pertimbangan untuk dicoba.
Proses belajar bagi anak sekolah, khususnya anak SD, sudah semakin beragam di era sekarang. Belajar sudah tidak melulu harus terpaku pada buku cetak, hadir di dalam kelas, atau bergantung pada guru les privat. Anak-anak SD sudah bisa belajar sendiri. Sudah banyak platform atau aplikasi yang bisa mereka gunakan untuk membantu belajar.
Aplikasi belajar untuk anak SD benar-benar menjadi alternatif baru. Pilihannya juga semakin beragam, baik secara tingkatan maupun ragam pelajarannya. Menariknya, tidak semuanya aplikasi dibuat seperti kelas digital yang serius. Beberapa aplikasi justru mengemas materi dalam bentuk permainan, cerita, kuis, atau aktivitas interaktif sehingga anak bisa belajar sambil bermain.
Aplikasi belajar gratis untuk anak SD yang tentunya gratis
Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi belajar untuk anak SD benar-benar semakin marak. Pilihannya banyak, penawarannya juga beragam, bahkan ada banyak yang menyediakannya secara cuma-cuma alias gratis. Ini jelas jadi poin plus, sebab orang tua tidak perlu khawatir keluar biaya lagi. Hanya modal HP/laptop dan internet, anak-anak sudah bisa mengakses aplikasinya dengan bebas.
Berikut 8 aplikasi belajar untuk anak SD yang bisa diakses secara gratis
1. Rumah Pendidikan
Rumah Pendidikan bisa bisa jadi pilihan kalau ingin mencari aplikasi atau platform belajar. Aplikasi buatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini menyediakan layanan belajar online terintegrasi dengan bermacam-macam mata pelajaran. Materinya juga bisa disesuaikan berdasarkan jenjang, kelas, dan topik. Ada pula konten khusus SD, termasuk video pembelajaran dan permainan edukatif. Karena berasal dari platform pemerintah.
Aplikasi ini bisa diakses dan digunakan secara gratis, baik itu via website atau mengunduh aplikasinya. Tidak hanya murid, orang tua juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk membantu belajar dan mendukung pencapaian anak.
2. Khan Academy Kids
Pilihan selanjutnya adalah Khan Academy Kids, sebuah aplikasi yang menawarkan pembelajaran berbasis permainan untuk anak usia sekitar 2–8 tahun. Aplikasi ini lebih cocok untuk anak SD kelas awal. Materinya juga beragam, mulai dari membaca, menulis, matematika, serta berbagai aktivitas sosial dan emosional. Aplikasi ini menyediakan lebih dari 5.000 aktivitas dan buku pembelajaran.
Khan Academy Kids ini 100 persen gratis, kita tinggal mengunduhnya dan menggunakannya dengan leluasa. Aplikasi ini juga berbahasa Inggris, jadi bakal cocok untuk orang tua yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa Inggris anaknya.
3. Aplikasi belajar gratis Sekolah Enuma
Ada juga Sekolah Enuma, aplikasi belajar gratis yang diperuntukkan untuk membantu belajar anak-anak usia 4-9 tahun. Artinya, aplikasi ini sangat cocok untuk anak-anak SD tingkat awal. Aplikasi ini menyediakan banyak sekali aktivitas, mulai dari buku-buku hingga video pembelajaran edukatif yang mencakup berbagai macam mata pelajaran
Aplikasi ini tersedia gratis dan tidak membutuhkan pendaftaran untuk menggunakannya Sebagian besar materinya juga dapat diunduh sehingga anak bisa tetap belajar tanpa koneksi internet.
4. Titik Pintar
Selain itu, Titik Pintar juga bisa jadi pilihan. Titik Pintar merupakan aplikasi game pembelajaran interaktif untuk anak SD dari kelas 1 hingga kelas 6. Aplikasi ini mengemas kurikulum pelajaran SD ke dalam sebuah game agar anak-anak tidak mudah bosan ketika belajar. Berbagai macam mata pelajaran juga sudah tersedia aplikasi ini. Titik Pintar juga bisa diakses dengan cara mengunjungi website resminya atau dengan mengunduhnya. Tidak perlu khawatir, aplikasi ini gratis, kok.
5. Kipin School 4.0
Lalu ada Kipin School 4.0, sebuah aplikasi digital yang bisa menjadi pilihan untuk belajar. Aplikasi ini menyediakan banyak buku materi, video pembelajaran hingga latihan soal. Semua materinya juga resmi, berdasarkan kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama. Jadi, anak SD dan MI bisa menggunakan aplikasi ini.
Kipin School 4.0 tidak hanya diperuntukkan untuk anak SD/MI saja. Aplikasi ini bisa digunakan semua tingkat, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK/MA. Aplikasi ini juga bisa diunduh dan diakses secara gratis.
Kelebihan utama Kipin School 4.0 ada pada kelengkapan materinya. Anak bisa membaca buku pelajaran digital, menonton video penjelasan, lalu langsung mengerjakan latihan soal untuk menguji pemahamannya. Alur belajar yang berurutan ini memudahkan anak mengulang pelajaran di rumah, terutama untuk topik yang belum sepenuhnya dipahami saat di kelas. Karena isinya mengikuti kurikulum resmi, materinya juga sejalan dengan yang diajarkan di sekolah.
Bagi orang tua, aplikasi ini bisa menjadi pendamping yang praktis karena mereka tidak perlu repot mencari sumber belajar dari berbagai tempat. Materi yang tersedia untuk banyak jenjang juga memungkinkan satu aplikasi dipakai oleh beberapa anak dengan usia berbeda dalam satu keluarga. Dengan begitu, orang tua bisa menghemat waktu dan kuota, sekaligus lebih mudah memantau apa saja yang sedang dipelajari anak.
Meski demikian, tampilan aplikasi yang cenderung serius dan berbasis materi mungkin kurang menarik bagi sebagian anak yang lebih menyukai belajar lewat permainan. Karena itu, aplikasi ini bisa dipadukan dengan aplikasi lain yang lebih interaktif agar suasana belajar tetap menyenangkan. Orang tua juga dianjurkan menyesuaikan kelas dan mata pelajaran yang dibuka dengan tingkat kelas anak agar belajarnya terarah dan tidak membingungkan.
6. Brainly
Ada pula Brainly, platform atau aplikasi yang mungkin paling populer, sekaligus salah satu paling lama eksistensinya di antara semuanya. Brainly adalah platform atau aplikasi tanya jawab yang bisa membantu siswa dalam menyelesaikan tugas atau sekadar memahami materi dari berbagai mata pelajaran.
Brainly dapat diakses dan digunakan secara gratis. Cara penggunaannya juga mudah, kita tinggal menuliskan pertanyaan, lalu akan muncul jawabannya. Kita juga bisa mendapatkan bantuan dari pakar dan tutor. Hanya saja, fitur ini bisa diakses di mode berbayar.
Meski praktis, Brainly sebaiknya digunakan dengan bijak dan tetap dalam pengawasan orang tua. Karena jawabannya berasal dari komunitas pengguna, kualitas dan ketepatannya bisa berbeda-beda, sehingga anak perlu dibiasakan untuk mengecek ulang dengan buku pelajaran atau bertanya kepada guru. Orang tua juga perlu mengingatkan agar aplikasi ini dipakai untuk memahami cara mengerjakan soal, bukan sekadar menyalin jawaban, supaya kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar anak tetap terasah.
7. Let’s Read
Let’s Read bisa menjadi aplikasi pilihan jika anak-anak ingin belajar melalui cerita. Aplikasi dari The Asia Foundation ini merupakan perpustakaan digital yang menyediakan ribuan buku cerita anak secara gratis. Buku-bukunya tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, dan bisa diunduh untuk dibaca secara offline. Selain membantu membangun kebiasaan membaca, koleksinya mencakup berbagai tema. Aplikasi ini akan cocok sekali untuk anak SD, khususnya anak SD di tingkatan pertama.
Salah satu keunggulan Let’s Read adalah buku-bukunya dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca, mulai dari level pemula hingga anak yang sudah lancar membaca. Dengan begitu, anak bisa memulai dari cerita yang sederhana dengan kalimat pendek dan gambar yang menarik, lalu naik ke level berikutnya secara bertahap. Pengelompokan ini membantu anak merasa percaya diri karena bacaannya sesuai dengan kemampuannya, sehingga ia tidak mudah menyerah di tengah jalan.
Tema ceritanya pun beragam, mulai dari persahabatan, keluarga, alam, hingga petualangan dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Ilustrasi yang berwarna dan cerita yang dekat dengan dunia anak membuat kegiatan membaca terasa seperti hiburan, bukan sekadar kewajiban. Selain membaca sendiri, orang tua juga bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk membacakan cerita sebelum tidur, sehingga waktu belajar sekaligus menjadi momen kebersamaan yang hangat antara orang tua dan anak.
Karena buku-bukunya bisa diunduh dan dibaca secara offline, aplikasi ini juga praktis digunakan di mana saja, termasuk saat bepergian atau di tempat dengan koneksi internet terbatas. Orang tua bisa mengajak anak berdiskusi setelah membaca, misalnya dengan menanyakan tokoh favoritnya atau pesan yang ia dapat dari cerita. Kebiasaan sederhana ini dapat melatih pemahaman bacaan, kemampuan berbahasa, dan daya imajinasi anak secara bersamaan.
8. Math Games: Learn Add Multiply
Aplikasi terakhir dalam daftar ini adalah Math Games: Learn Add Multiply. Sesuai namanya, aplikasi gratis ini menawarkan pembelajaran matematika untuk anak-anak SD dengan cara yang lebih menyenangkan, yaitu dengan permainan. Melalui aplikasi ini, anak-anak bisa lebih mudah memahami pelajaran matematika, sekaligus menghapus stigma matematika yang mengerikan di mata anak-anak.
Aplikasi ini mencakup berbagai materi dasar matematika, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian, lengkap dengan latihan tabel perkalian yang sangat berguna untuk anak SD. Setiap materi dikemas dalam bentuk kuis dan permainan interaktif dengan tampilan yang berwarna dan mudah dipahami, sehingga anak tidak mudah bosan saat berlatih. Tingkat kesulitannya pun bisa disesuaikan dengan kemampuan anak, sehingga cocok digunakan baik oleh anak yang baru mengenal angka maupun yang sudah lancar berhitung. Orang tua juga tidak perlu khawatir soal biaya, karena aplikasi ini bisa diunduh dan dimainkan secara gratis, meskipun mungkin terdapat iklan di dalamnya sehingga tetap perlu pendampingan saat anak menggunakannya.
Pilih aplikasi belajar gratis anak SD sesuai kebutuhan dan kenyamanan anak
Banyaknya aplikasi belajar gratis memang memudahkan orang tua mencari alternatif belajar anak SD di rumah. Dari sekian banyak aplikasi, tentu tidak semua anak akan cocok. Maka dari itu, pilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan anak. Tetap libatkan anak dalam memilih aplikasi belajar.
Ada yang tidak kalah penting, yaitu pendampingan orang tua. Meskipun aplikasinya adalah aplikasi belajar, orang tua tetap harus ada di samping anak untuk mendampingi. Selain itu, aplikasi belajar juga sebaiknya menjadi media sekunder saja. Media primernya tetap sekolah dan interaksi dengan guru dan buku. Jangan sampai anak-anak terlalu fokus belajar di aplikasi sampai lupa belajar di sekolah.
Selain itu, batasi durasi penggunaan aplikasi agar anak tetap memiliki waktu untuk bermain, bergerak, dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Untuk anak usia SD, belajar dengan aplikasi cukup 30 hingga 60 menit per hari, dengan jeda istirahat agar mata dan pikiran tidak lelah. Aktivitas fisik dan bermain langsung juga berperan penting bagi perkembangan motorik, kreativitas, dan kemampuan sosial anak yang tidak bisa sepenuhnya digantikan layar.
Terakhir, luangkan waktu untuk mengevaluasi secara berkala apakah aplikasi yang digunakan benar-benar membantu anak. Ajak anak bercerita tentang apa yang ia pelajari, lalu perhatikan apakah ia semakin percaya diri dan antusias belajar. Jika anak justru terlihat bosan, mudah frustrasi, atau hanya tertarik pada fitur permainannya, jangan ragu untuk mencari alternatif lain. Dengan pendampingan yang tepat dan takaran yang seimbang, teknologi bisa menjadi teman belajar yang menyenangkan bagi si kecil.
